Lamaran Adat Palembang di Kuto Besak Theatre

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Kuto Besak Theatre

Event Styling & Decor Numa Atelier

Seserahan Numa Atelier

Photography Wendianto Liu

Bride's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Aby Salam

Ketika Cindy dan Widi memberitahu mengenai hubungan mereka berdua, banyak yang kaget dan sedikit tidak percaya. Hal itu dikarenakan umur mereka yang terpaut 6 tahun dan juga lingkungan pergaulan mereka yang berbeda. Tetapi jodoh memang tidak bisa ditebak. Ketika itu Cindy sedang menempuh pendidikan di MBA-ITB dan mengikuti sebuah kompetisi. Salah satu anggota kelompoknya tergabung dengan organisasi Satoe Indonesia dan kebetulan Widi adalah salah satu pendiri Satoe Indonesia di tahun 2004.

Di suatu acara, Cindy memang sempat bertemu dan mengobrol dengan Widi tetapi tidak ada kelanjutan. Tetapi tidak lama kemudian, keduanya jadi intens berkomunikasi dan akhirnya jadian di tanggal 2 Februari 2014.

Selama berpacaran, ternyata pasangan ini memiliki hobby travelling ke pulau-pulau yang indah di Indonesia. Tetapi dari semua tempat yang mereka kunjungi, Pulau Ora di Ambon yang memiliki kesan tersendiri. Dengan bantuan teman-teman mereka, Widi sudah mempersiapkan rencana untuk melamar Cindy. “Aku terharu banget karena ternyata Widi bisa seromantis dan seniat ini untuk melamar aku,” kenang Cindy.

Acara lamaran mereka berdua diadakan di Palembang karena Cindy memang berasal dari kota tersebut. Acaranya juga sangat kental dengan adat Palembang, seperti acara berbalas pantun dan bertukar sirih (menginang). “Untuk busana, kami sengaja memilih songket warna pink karena itu adalah warna kesukaan aku. Untungnya, Widi nggak bawel dengan pilihan ini, dia malah excited dan penasaran hehe!” ungkap Cindy lagi.

Kuto Besak Theatre Restaurant menjadi tempat yang mereka pilih untuk acara lamaran karena tempat ini merupakan restoran pertama yang didatangi Widi ketika ia mengunjungi keluarga besar Cindy di Palembang. Selain itu, Kuto Besak Theatre ini juga memiliki nilai sejarah karena dulunya tempat ini adalah bangunan bekas peninggalan zaman Belanda. Faktor-faktor ini lah yang membuat mereka memutuskan untuk mengadakan acara lamaran di Kuto Besak Theater.

“Hal yang memorable dan tidak bisa terlupakan pada acara lamaran aku ini adalah ketika Widi dan keluarganya mempersembahkan lagu dan membacakan puisi di hari tersebut. Kebetulan acara lamaranku ini jatuh 1 minggu sebelum hari ulang tahunku. So it’s the most beautiful birthday present for me!”

Cindy mengaku bahwa ia sangat beruntung karena mendapatkan vendor-vendor yang luar biasa baik dan selalu membantunya dalam mempersiapkan acara lamaran ini. “Aby salam makeup yang merupakan sahabat aku and dia benar-benar membuatku terlihat spesial di hari lamaranku. Wendianto Liu, fotografer aku yang super baik dan hasil fotonya yang sangat cantik! Last but not least, Mba Vera Kebaya yang membuat kebaya yang sangat sangat cantik untukk. Aku benar-benar terlihat elegan di malam itu,” jawab Cindy ketika ditanya top three vendors pilihannya.

Tips dari Cindy untuk pembaca The Bride Dept adalah untuk selalu memastikan bahwa semuanya sudah direncanakan dengan baik karena terkadang apa yang sudah direncanakan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Hal yang penting lainnya adalah untuk selalu berdiskusi dengan pasangan!

×