Lamaran Adat Tapanuli Selatan Ala Zivanna Letisha Dan Arga

By Septa Mellina on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Venue Private Residence

Kebaya Lace by Art Kea

Make Up Artist Qinar

Photography Fotologue Photo

Catering Umara Catering

Others Blow and Glow Id (Nails)

Siapa yang tak kenal Zivanna Letisha Siregar, model dan presenter berbakat yang sempat mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2009 dan berhasil meraih poling tertinggi di situs resmi ajang bergengsi itu. Beberapa waktu lalu Zizi, begitu ia akrab disapa, melangsungkan pertunangan dengan Arga. The Bride Dept mendapat kesempatan untuk meliput hari bahagia mereka.

Pertemuan Zizi dan Arga terjadi tanpa disengaja pada 2010 silam. “Saat itu kebetulan Arga siaran di sebuah radio station di Jakarta. Karena kenal sama sepupuku jadi dia minta nomor hpku untuk di-interview di program radionya. Jadi awalnya cuma ‘ketemu’ via suara aja, lalu obrolan jadi berlanjut di BBM, ternyata nyambung dan orangnya asik. Nyambung, deh sampai sekarang, hehehe,” Zizi berkisah.

Untuk urusan wedding proposal, ternyata Arga tergolong sosok yang romantis, brides. “Awal tahun ini setelah Arga minta izin ke orangtuaku, Arga ajak aku ke Singapura pulang-pergi dengan alasan minta temenin meeting kerjaan di sebuah resto, eh ternyata nggak ada meeting, yang ada malah waiter bawain kita makanan beserta cincin di atas dessert yang disajikan, and I said yes!” kata Zizi bahagia.

Persiapan acara pertunangan sendiri sudah direncanakan sejak lama, namun baru sekitar dua bulan terakhir dilaksanakan. “Karena sebelumnya aku tinggal di Beijing jadi komunikasi hanya dilakukan lewat Skype. Tantangan terbesarnya adalah saat kedua keluarga akhirnya sepakat untuk melaksanakan lamaran secara adat Batak Tapanuli Selatan atau yang disebut dengan Manulak Sere. Padahal kami sendiri nggak terlalu paham tantang prosesi itu. Cukup sulit juga untuk tetap menyatukan keinginan kedua orangtua, keinginan aku dan Arga, tapi tetap ‘patuh’ pada runutan-runutan adat.”

Manulak Sere sendiri berarti memberi emas meski tidak secara harfiah memberikan emas pada pasangan. Pada zaman dahulu, jika pasangan sudah melakukan prosesi ini maka keduanya dianggap sah menikah secara adat. Itu sebabnya, jarak antara prosesi Manulak Sere dan akad nikah tidak boleh terlalu lama agar pernikahan juga dianggap sah secara agama.

“Dalam prosesi Manulak Sere, biasanya juga diberikan dalam bentuk uang yang tujuannya untuk keperluan si anak gadis ini nantinya atau untuk tambahan keperluan pesta. Jumlahnya pun sudah disepakati kedua belah pihak sebelumnya. Nah, sejumlah uang tersebut dinamakan Batang Boban. Ibaratnya, perempuan ini akan diboli (dibeli) oleh si keluarga laki-laki. Bukan artinya jadi menjual anak perempuan lho, tapi adat pemberian Batang Boban ini lebih kepada bentuk penghargaan keluarga laki-laki terhadap keluarga perempuan. Jadi artinya betul-betul sakral sekali,” Zizi menjelaskan.

Dekorasi acara pertunangan pasangan ini pun sangat cantik. Acara yang berlangsung di pagi hari itu didominasi oleh warna putih, kuning muda dan dusty pink. Zizi juga enggan menggunakan terlalu banyak dekorasi dedaunan untuk menghindari dominasi warna hijau tua. “Ulos dan songket dipajang untuk aksen dekorasi, tapi secara keseluruhan, I want everything to be sweet and romantic untuk menyeimbangkan warna khas Batak yang ‘keras’ itu,” ujar Zizi.

Kesan manis dan romantis itu pun terpancar di kebaya dan songket yang Zizi kenakan. “Aku bersyukur sekali ada pihak-pihak yang berbaik hati mau bantu aku dan mempercantik di hari lamaranku. Aku pilih tone biru muda dan silver karena warnanya cantik sekali baik dipakai perempuan atau laki-laki. Aku juga nggak mau terkesan heavy dengan kebaya dan bustier di pagi hari, makanya aku pilih bahan lace biru muda dengan aksen bebatuan warna senada untuk lamaranku,” katanya. Kedua adik perempuan Zizi pun mengenakan pakaian dengan warna serupa, yakni lace warna krem dan bebatuan biru muda.

Zizi pun mengalami hal yang memorable di hari bahagianya itu. “Yang memorable adalah berhubung aku harus ‘disembunyikan’ terlebih dulu di lantai 2 dan prosesi dilakukan di lantai 1 rumah, aku agak mati gaya. Bayangkan saja, aku sudah siap dari jam 9 pagi, baru boleh turun jam 11.30! hahaha.. Untungnya ada adik-adikku dan teman-teman yang aku minta naik lewat tangga belakang supaya bisa temenin aku sambil menunggu,” katanya.

Selain itu, Zizi juga sangat terkesan dengan kalung mutiara yang diberikan ibunda Arga untuknya. “Di lamaran, sesi tukar cincin diganti dengan sesi pemberian kalung dari Mamanya Arga untuk aku. Kalung berbentuk mutiara klasik pemberian mamanya ini sudah beliau pakai bahkan sejak sebelum hamil Arga, I feel so special!”

Selamat berbahagia, Zizi dan Arga! Semoga lancar ya persiapan pernikahannya.

Ini dia top 3 vendor pilihan Zizi dan Arga

Lace by Artkea

Baju-bajunya cantik, lembut dan rapi banget. Ide-ide dan design dari Kak Atya (sang owner) pun kreatif!

Negarawan

Mereka punya koleksi Batik dan Tenun yang bagus. Arga puas banget sama hasilnya ;) Thank you Negarawan!”

Qinar Makeup

“Kak Qinar udah biasa makeup-in aku kalau lagi siaran, jadi working with him is not a problem anymore. Makeup-nya bagus, halus, dan awet!”

Zizi juga berbagi tips untuk para brides-to-be dalam mempersiapkan pertunangan. “KOMUNIKASI. itu keyword-nya. Dari pengalaman persiapan lamaran kemarin aku belajar banyak bagaimana kita harus pandai-pandai mengomunikasikan semua keinginan satu keluarga ke keluarga yang lain. Apalagi lamaran-lamaran adat, kita harus benar-benar pay attention to details. Mungkin kesannya nggak terlalu penting untuk si calon mempelai, tapi akan sangat berarti untuk orangtua. Biar bagaimanapun juga, we want our families to be happy too, right?,” katanya menutup sesi wawancara.