Lamaran Adat Toraja Ala Adisty & Kalfaris

By Septa Mellina on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Airy Designs

Photography Soe and Su

Dress Biyan

Make Up Artist Adi Adrian

Hair Do Penny

Catering Akasya Catering

Wedding Organizer Rina Gunawan

Adisty Kencana tidak pernah menyangka pertemuan singkatnya dengan Kalfaris saat sarapan pagi berujung pada pernikahan. “Aku pertama kali ketemu dia awal tahun ini, waktu itu aku lagi liburan ke Jakarta karena aku kuliah di Sydney. Aku dan papa suka banget sarapan di luar kalau aku lagi di Jakarta. Waktu itu papa ngajak aku sarapan sekalian meeting dengan teman kantornya. Entah gimana, Kalfaris juga ada urusan dengan papaku. Saat itu, aku dan Kalfaris hanya salaman dan ngobrol secukupnya. Long story short, dia ngajak aku ngobrol via Whatsapp. Aku juga nggak tahu dia dapat nomorku dari mana. Sejak itu kita mulai dekat,” kenang Adisty.

Lima bulan berpacaran, akhirnya Kalfaris meminta waktu pada Adisty untuk melamarnya. Dua minggu kemudian, Kalfaris dan keluarganya melamar Adisty. Looks like there’s nothing special, but the romantic surprise came 2 days prior the engagement! “Waktu aku bangun pagi, di depanku sudah ada buket bunga gede banget isinya puisi gitu. Malamnya saat aku sampai rumah setelah pergi, langit-langit kamarku sudah penuh dengan balon pink putih dengan tulisan: I love you, will you marry me? Hehehe Sumpah nggak nyangka banget karena aku tahu dia bukan tipe romantis,” kata Adisty.

Sebulan lamanya pasangan ini mempersiapkan acara lamaran. Karena Adisty masih kuliah di Sydney, jadi segala persiapan dilakukan jarak jauh. Ibunda Adisty tentu banyak membantu untuk persiapan ini. Konsep lamaran sendiri begitu kental dengan adat Toraja dengan paduan warna putih dan baby blue. Adisty mengaku adat tersebut dipilih karena sang ayah tidak ingin anak-anaknya lupa dengan adat leluhur yang membesarkan mereka. Alhasil, pasangan ini pun melewati beberapa prosesi adat.

“Jadi pada awalnya kurang lebih sama seperti adat Jawa atau Sunda. Di awal acara, dari pihak laki-laki dan pihak perempuan berdialog terlebih dahulu dengan Bahasa Toraja. Pada saat itu, aku dan Kalfaris belum masuk ke ruangan, baru keluarga saja. Setelah itu mama dan papaku diberikan kapur sirih dari orang tua laki-laki dan harus makan kapur sirihnya sebagai simbol menerima lamarannya. Setelah itu baru deh, Kalfaris masuk beserta barang-barang seserahannya. Kapur sirih yang dimakan mama papa juga bukan kapur sirih yg sembarangan. Sirihnya harus dipastikan kalau uratnya menyatu sebagai tanda bersatunya kedua keluarga,” Adisty menjelaskan.

Kalfaris juga memberikan 12 barang adat kepada Adisty, termasuk kapur sirih, padi, sayur mayur dan umbi-umbian, uang logam lama, parang, aksesoris Toraja, baju Toraja, kue Toraja, masakan khas Toraja dalam bambu, nasi merah, alat – alat rumah tangga, dan ketan di dalam bambu.

Adisty punya pengalaman lucu saat prosesi lamaran berlangsung. “Jadi pada saat aku keluar, aku keluar didampingi oleh 2 perempuan lain. Kita bertiga ditutupi kain. Nah, Kalfaris harus menebak aku yang mana. Kita cuma boleh kasih lihat tangan kita dengan cara angkat tangan dari balik kain. Karena jarak agak lumayan jauh dari tempat Kalfaris duduk, dia hampir salah pilih! Kebayang dong kalau salah pilih malunya kayak apa hahahahaha. Di situ dia sempat lama banget milih. Kata mamaku dia sudah kebingungan banget. Kalfaris berkali-kali minta tangan kita diangkat lagi buat mastiin, but Thank God akhirnya dia milih aku dengan benar hehe,” pungkasnya.

Top vendor pilihan Adisty dan Kalfaris:

Airy Designs

“Aku sangat puas sama dekornya dan banyak orang yg bilang dekorasinya bagus. Senang banget rasanya. Aku nggak perlu ngomong banyak dengan tim dekor maunya seperti apa tapi mereka sudah bisa bikin dekor lebih bagus dari yang aku pengen.”

Akasya Catering

“Makanannya enak-enak semua, nggak ada yang nggak enak! Jadi senang banget ngeliat teman-teman makannya lahap pas lamaran aku hehe.”

Rina Gunawan WO

“Mereka benar-benar seperti keluarga buat aku. Saat lamaran belum mulai aku nervous banget dan ada salah satu dari mereka yang nemenin aku di kamar and calm me down. Pokoknya orangnya semuanya baik-baik banget!”

Tips dari Adisty dan Kalfaris:

Buat yang mau mempersiapkan lamaran, please make sure kalau smua yang kamu suka dan inginkan bisa terlaksana hari itu oleh vendor yang kamu siapkan, seperti dekor, makanan dan sebagainya. Karena kalau ada yang bikin kamu nggak ‘srek’, pasti akan kepikiran seharian while you have to put your smile all day dan berfoto sama banyak tamu.

 

×