Lamaran ala Jawa Peranakan dengan Tema Warna Marun

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Venue Grand Kemang

Kebaya Ghea Fashion Studio

Make Up Artist Andre Blake

Photography Owlsome Project

Videography Journal Portraits

Lamaran bernuansakan Jawa Peranakan terdengar unik karena dipenuhi dengan nuansa etnis dan perpaduan warna. Selain itu nuansa ini pun menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan ragam dan budayanya.

Meet Marisa Harfiana atau lebih dikenal Icha dan Bramastyo Harimukti atau dipanggil Bram. Selain memilih tema lamaran yang unik, kisah cinta mereka pun bisa dikatakan unik loh.

Pertama kali bertemu dan berkenalan di tahun 2007. Saat itu Icha masih duduk di bangku SMA, sedangkan Bram kuliah semester 2. Berawal dari hobi musik yang mirip, dari sana mereka berkenalan, mengobrol, bertukar lagu, dan sesekali pergi keluar dengan teman-teman lainnya.

Akhirnya setelah berteman selama kurang lebih dua tahun, dan seiring berjalannya waktu ternyata terungkap kalau Bram sudah menyukai Icha sejak pertama berkenalan. Dan akhirnya Bram waktu itu baru mulai berani melakukan pendekatan.

Tahun 2010 mereka mulai berpacaran, namun di tahun 2013 harus menjalani LDR, karena Icha berangkat ke Singapura untuk magang, sedangkan Bram melanjutkan studi S2 nya ke Jerman.

“Waktu kita sangat terbatas saat itu, bahkan untuk mengucapkan selamat tinggal di bandara saja tidak sempat. Kita berpisah dan tidak pernah bertemu selama 2 tahun. Menjalani LDR ternyata sangatlah tidak mudah, terlebih karena pekerjaanku yang sangat menyita waktu dan perbedaan waktu 7 jam, sehingga menjaga komunikasi sangatlah sulit,” kisah Icha.

Sampai akhirnya pada akhir tahun 2014, Icha sempat menyerah dan mereka pun menjalani kehidupan masing-masing. Namun setahun kemudian, Icha dan Bram mulai berkomunikasi kembali. Suatu hari Icha pun secara impulsif membeli tiket ke Jerman untuk liburan di akhir tahun 2015.

“Saat liburan Jerman itu, suatu hari Bram mengajakku makan malam di menara tertinggi di kota Munich, dan ternyata dia melamarku di sana! Di situ lah aku sadar bahwa rasa itu masih ada dan aku semakin yakin, he’s the one for me,” ungkap Icha.

Tentang Acara Lamaran

Icha dan Bram mengusung tema lamaran Jawa dengan sentuhan peranakan. Nuansa yang diambil adalah marun-coklat-merah-orange-gold. Tema ini diambil karena keduanya sama-sama orang Jawa. Namun Icha dan Bram ingin acara lamaran lebih santai dan hal ini terlihat dari gaya pakaian yang dipilih calon pengantin.

Icha saat lamaran mengenakan kebaya model encim berbahan sutera dengan bordir peranakan hasil kreasi Ghea Fashion Studio. Untuk bawahannya, Icha menggunakan kain motif “tiga negeri” dengan nuansa warna kuning mustard untuk menyeimbangkan nuansa Jawa-nya.

Sedangkan untuk batik yang dikenakan Bram, sengaja dipilih dengan nuansa warna mirip tetapi menghindari motif atau warna yang persis dengan dipakai Icha. Mengingat saat itu masih untuk acara lamaran.

Bagian yang menarik adalah dekorasi! Mengingat temanya Jawa Peranakan, maka terdapat elemen Jawa dan Peranakan. Mulai dari gebyok Jawa, patung Jawa, lemari antik, kain Jawa, piring cina antik, payung Cina, dan bungan dengan nuansa marun serta putih. Hmm sangat Indonesia sekali ya.

×