Lamaran Anggi dan Ican yang Berawal dari Persahabatan

By Leni Marlin on under The Engagement

Lamaran Anggi dan Ican yang Berawal dari Persahabatan

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Keduanya bertemu pertama kali pada acara orientasi mahasiswa di ITB. Saat itu, Anggi hendak melanjutkan kuliah S2. “Pertama kali kenalan, nggak tahu kenapa, feeling aku bilang, we’ll get along very well as a friend.”

Pada hari pertama tersebut, Ican mengaku kalau ternyata dulu banget, saat masih SMA kelas 1, ia punya kontak MSN Anggi. Mereka bahkan pernah chat dan ngobrol dengan MSN Messenger. “He even asked my friend to say hello to me back then. I honestly don’t remember it very well.”

Sejak saat itu, mereka bersahabat. “We spent a lot of time together. He’s very kind and funny and he’s also really fun to talk to. I can tell him everything and he listened to all my stories dan bahkan ikutan seleksi cowo yang deketin aku.”

Sementara itu, Anggi juga sering menjadi tempat curhat Ican tentang pacarnya. “And there were even times when he broke up with his girlfriend and I tried to find him a new girlfriend, but he never found one that he liked. Ternyata, oh, ternyata, dia maunya sama aku hehehe. He said that he’s always liked me from the first time he saw me on my profile picture on MSN Messenger, and that he thinks I’m very pretty,” kisah Anggi.

Anggi melanjutkan, “It’s funny how life turns out, never have I ever thought that some stranger on MSN I talked to when I was 16 would mean this much in my life. Our relationship may not start from love at first sight, we had our ups and downs, we’ve hit bumpy roads, lots of it. But I am so grateful that our relationship begins with friendship and that we are in this stage of a relationship and i will soon marry my best friend, my comedian, and my forever love.

Lalu, bagaimana cara Ican mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Anggi menikah? “We’re not really a romantic kind of couple. He tried to be romantic once and ask me to marry him but I laughed. Bener-bener nggak biasa banget ngomong sweet sama dia,” ujar Anggi tertawa. Akhirnya, saat itu Ican cuma bertanya, “Aku mau ngomong sama Papa mau nikahin kamu, kira-kira kapan aku bisa ngomong ya?”

 

“And then he told my dad that he loves me and asked me for this blessing to marry me. But that for me is the sweet proposal I want,” aku Anggi. “Plan lamaranku mungkin hanya sekitar 2 minggu. Cause why should we wait for something good, right? So, I didn’t really put much thought on it. I just tried to make everyone happy.”

Busana yang Dikenakan

Untuk kostum, Anggi sebenarnya menyukai busana bernuansa pink. “Cuma, kalau aku pakai pink dan mau matching sama Ican, kasihan dia jadi pakai warna pink padahal cowok. And then I stumbled upon this picture of wedding color theme dengan campuran pink, blue grey, and silver. I fell in love with the color instantly. It’s perfect because he could wear his favourite color, grey, and I could wear mine.”

Untungnya, saat mencoba mencari bahan kain di Mayestik, ia langsung menemukan warna dengan paduan persis yang dibayangkan sebelumnya. “Only it’s a bit more purple-ish, but I still loved it,” kata Anggi.

Bahan yang dibeli tersebut pun sudah lengkap dengan payet. Jadi, ia tidak perlu lagi menambahkan. Bagaimanapun, urusan payet ini tentu membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama. Padahal, waktu yang tersedia hanya sekitar 2 minggu.

“Karena motif pada bahannya kurang penuh, aku siasati dengan menumpuk bahan motif dengan organdi polkadot. Jadi, baju tersebut ditumpuk tiga, baju dalam atau manset, organdi polkadot, dan bahan motif. Setelah menemukan bahannya, aku langsung minta penjahit langganan untuk menjahit dengan model yang super simple.”

Top 3 vendor yang direkomendasikan Anggi:

  1. Prastita Pontjo

“Aku super bawel dan teliti banget masalah makeup karena nggak suka makeup yang terlihat nggak natural. Kak Tita is very kind mau dengerin bawelan aku dan bisa mewujudkan the dewy, very skin-like complexion I’ve always wanted. Sampai acara udah selesai, aku masih nggak rela menghapus makeup-nya.”

  1. Chacha Prasidyani

I mean, just look at my photos. She knew exactly what I wanted in a picture. Tone yang terang dan pastel, lalu ada kesan buramnya. Nggak cuma itu, she’s very artsy. She’s really really really good dalam menata barang-barang di acara lamaran aku dan foto itu jadi bagus banget. Can’t ask for a better one.”

  1. Luxmatters

Very good service. Semuanya ramah banget, very helpful dan bisa kasih hasil yang cepat. Walaupun aku labil gonta-ganti ini itu, mereka tetap sabar. And you can find a really good quality diamond with a good price for your engagement ring here.”

Menurut Anggi, momen yang paling berkesan di acara lamarannya ini adalah ketika pihak keluarga Ican menyampaikan maksud kedatangan mereka. “Saat itu, Papa tanya aku di depan semua orang dengan nada lembut, ‘Anggi Amalia Arafah, sayangku, cintaku, anak Papa, apakah benar kamu sudah yakin sama Ican untuk menjadi imammu di kemudian hari?’ I couldn’t say anything back then. Aku cuma bisa tersenyum, mengangguk, sambil meneteskan air mata. Terus, tiba-tiba semua kakakku dan adekku jadi ikut menangis. Jadi, tangis massal, deh.”

Nah, bagi para brides to be yang hendak melangsungkan lamaran, berikut tips dari Anggi. “Don’t be perfectionist. Not everything will go the way you plan it to. Jangan memaksakan kehendak terhadap hal-hal sepele. Terlalu banyak hal yang seharusnya perlu kamu perhatikan. Always remember tujuan utamanya bukanlah sekadar pesta

×