Lamaran Bertema “Traditional Cantonese” dengan Sentuhan Modern ala Tjiang dan David

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Lamaran Bertema "Traditional Cantonese" dengan Sentuhan Modern ala Tjiang dan David - Chinese Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Loons & Banes

Photography Kimi and Smith Pictures

Make Up Artist Tijasss

Catering Al's Catering

Bride's Attire Svarna by IKAT Indonesia

Seserahan Babagi

Jewellery & Accessories Miss Mondial

Others Envelope by Sil_v

Cerita awal perkenalan Tjiang dengan David seperti layaknya rahasia alam semesta yang mempertemukan mereka berdua secara tidak sengaja. “Percaya atau tidak, aku dan David sama-sama strangers. Kami tidak saling mengenal, kami bahkan tidak memiliki mutual friend sama sekali,” ujar Tjiang memulai ceritanya. Mari kita simak cerita lamaran Tjiang dan David dengan tema traditional cantonese!

Semua dimulai di tahun 2015 silam saat Tjiang sedang mengunjungi salah satu festival musik yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, dimana ia akhirnya bertemu dan berkenalan dengan seorang teman baru. Setahun berselang, Tjiang dihubungi oleh temannya itu yang menawarkan Tjiang untuk menjadi talent di sebuah video commercial, yang disambut positif oleh Tjiang. Saat sedang persiapan shooting video tersebut, Tjiang di makeup oleh salah seorang MUA yang menurut Tjiang hasil makeup-nya sangat bagus dan spontan Tjiang pun mengatakan, “Teteh makeup-nya bagus. Nanti pas aku nikah, tolong make-up-in aku ya!” yang langsung dijawab oleh sang MUA, “Emang sudah ada calonnya?” dan dijawab santai oleh Tjiang, “belum, tapi jaga-jaga aja dulu, hehe..”

Obrolan santai itu ternyata tidak berhenti disitu, karena kemudian sang MUA memperkenalkan salah satu sahabat baiknya kepada Tjiang, dan sahabat baiknya itu bernama David Chrisnanto, pria yang baru-baru ini melamar Tjiang dengan sweet dan funny proposal, calon suami Tjiang yang baru-baru ini menggelar acara lamaran keluarga yang intimate dan kekeluargaan.

Seminggu setelah perkenalan itu, David langsung mengutarakan perasaannya kepada Tjiang dan tanpa berlama-lama mereka pun berkomitmen untuk menjalani hubungan dengan serius, sampai akhirnya hari lamaran pun bisa terselenggara.

Semua proses yang berjalan dengan sangat cepat dan lancar membuat Tjiang selamanya berterima kasih kepada Tuhan dan alam semesta. Semua proses yang dijalani tanpa rencana, mulai dari acara Festival Musik, pertemuannya dengan teman baru yang akhirnya bisa bekerja bersama dan mempertemukannya dengan MUA, sampai akhirnya ia bisa bertemu dan berkenalan dengan David, merupakan cerita indah tersendiri yang akan dikenang selamanya, “yang namanya jodoh memang akan selalu ada jalan untuk dipertemukan,” tambah Tjiang.

Menurut Tjiang, David bukanlah sosok pria yang romantis. Tjiang melihat David sebagai sosok yang lucu dan senang bercanda, walaupun terkadang ada momen dimana David selalu mengusahakan yang terbaik dan berusaha memperlakukan Tjiang sesuai keinginan Tjiang. Karena itu, ketika momen sweet proposal David pun tetap melucu. Suatu malam ia datang ke rumah Tjiang sambil beradegan pura-pura jatuh dan pingsan. Setelah Tjiang menghampiri, David langsung berlutut dan mengucapkan satu kalimat yang tidak akan pernah dilupakan oleh Tjiang, “Maukah kamu menghabiskan sepanjang hidup kamu dengan saya?” yang disambut dengan jawaban “Ya” oleh Tjiang, “bagaimana aku bisa tidak menjawab ya,” kenang Tjiang.

Setelah momen sweet proposal itu, Tjiang dan David kemudian mulai merencanakan acara lamaran resmi keluarga. TJiang sendiri mengaku ia memiliki banyak keinginan untuk acara lamarannya, karena menurutnya momen ini adalah momen sekali seumur hidup. Untuk itu ia mulai mencari vendor yang terbaik dan ingin memastikan ia memberikan penampilan terbaiknya. Tapi dibalik itu semua, ia juga menyadari bahwa angan-angan harus tetap sejalan dengan realita yang ada, dan ia pun mulai berdiskusi dengan David mulai dari menentukan konsep acara sampai dengan adat dan budaya yang akan diangkat. Karena Tjiang berasal dari keluarga Chinese, akhirnya mereka memutuskan untuk menyelenggarakan acara lamaran dengan mangangkat tradisi dan budaya Tionghoa.

Acara lamaran dengan tradisi Tionghoa di Indonesia biasa disebut dengan Tingjing, Tinghun, dan Sangjit. Ketiganya memiliki arti yang berbeda namun karena Tjiang, David, dan pihak keluarga sama-sama ingin menyelenggarakan acara lamaran dengan konsep yang modern namun tetap mengangkat budaya Tinghoa, mereka menggabungkan ketiga konsep tersebut menjadi satu, dengan menjalankan ketiga prosesi berikut:

  • Tingjing: Ibu dari David memakaikan kalung kepada Tjiang.
  • Tinghun: Prosesi saling betukar cincin dan Ibu Tjiang memakaikan cincin di jari David.
  • Sangjit: Proses pemberian seserahan dari pihak keluarga Pria kepada Wanita, dan sebaliknya.

Sesuai dengan keinginan Tjiang untuk menggelar acara lamaran yang hangat, intimate dan kekeluargaan, rencana awal untuk menyelenggarakan acara di restoran pun akhirnya dibatalkan dan memilih untuk mengadakannya di rumah kediaman keluarga Tjiang. “Kami ingin menciptakan suasana kekeluargaan dan nyaman, yang hadir pun hanya keluarga dan kerabat dekat. Kesan intimate yang kami miliki rasanya cukup memeriahkan rangkaian acara. Rasanya ingin langsung menikah saja, karena memang suasana yang intimate penuh canda tawa seperti inilah yang ingin kami rasakan di acara pernikahan kami nantinya,” ujar Tjiang.

Momen yang paling berkesan dari rangkaian acara lamaran Tjiang dan David adalah proses dimana Tjiang dan David meyakinkan diri mereka masing-masing untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Selain itu, Tjiang juga baru mengetahui bahwa David ternyata sudah membeli cincin tunangan untuk Tjiang setahun sejak mereka mulai berpacaran. Tjiang juga akan terus mengenang ucapan David kala itu, “membeli cincin tidak semudah memberi, karena membutuhkan keyakinan, kesiapan dan ketetapan hati,” kenangnya.

Berikut top vendor pilihan Tjiang:

  1. Vendor Attire @svarna_byikatindonesia by @didietmaulana

“Pertama kali bertemu dengan Mas Didiet saat momen fitting baju kami yang kedua, rasanya sungguh kagum sekali melihat bagaimana Mas Didiet sungguh detail dalam memproses sebuah pakaian untuk setiap pelanggannya. Saya tidak pernah berhenti kagum melihat bagaimana Mas Didiet mengukur dan merombak setiap detail baju yang akan kami kenakan nanti. Mas Didiet selalu memberikan yang terbaik dengan idealisme yang tinggi.”

  1. Vendor Catering @alscateringid

“Hanya satu yang selalu terngiang di telinga kami dan para undangan yang hadir, “Tji, makanannya enak banget!.” Sebagai tuan rumah siapa yang tidak bahagia mendengar feedback yang positif dari apa yang sudah kami siapkan untuk kesuksesan sebuah acara. Alscatering memberikan layanan yang terbaik dengan kualitas makanan yang sudah tidak perlu diragukan lagi rasanya. Pelayanannya pun ramah! Definitely will be my favorite catering vendor ever! Terbaik!”

  1. Vendor dekorasi @loonsandbanes_bdg

“Pertama kagum dengan vendor ini karena loonsandbanes selalu memiliki ide-ide unik untuk semua jenis dekorasi yang mereka ajukan. Aku hanya ingin dekorasi yang bertema Traditional Cantonese, dan voila! Setiap backdrop, baik di luar maupun di dalam menjadi spot foto favorit yang indah bagi kami sebagai pasangan maupun bagi tamu yang datang. Mereka juga sangat detail dalam memberikan sentuhan para setiap property untuk mendukung kesempurnaan vibe acara. Salute to Vegapribumi dan the whole team!”

  1. Vendor Photography @kimiandsmithpictures

“Mempunyai fotografer seperti @kimiandsmithpictures pasti menjadi impian setiap pasangan, karena selain pintar dalam mengatur posisi dan gaya, terutama karena David termasuk orang yang kaku dalam bergaya untuk difoto, hehe.. tapi tim ini sungguh detail dalam mengabadikan momen. Tidak heran kenapa kita memang harus memilih vendor foto yang terbaik, karena ini adalah acara sekali seumur hidup, patut diambil oleh tangan-tangan yang ahli dalam menangkap momen.”

Tjiang juga memberikan tips buat kamu yang sedang mempersiapkan acara lamaran:

“Dalam persiapan lamaran, pastikan itu adalah keinginan dari kalian sebagai pasangan dan bukan sebagai individu, karena percayalah, menyatukan dua keinginan adalah hal yang membuat urat menjadi tegang, tapi ketika kita berhasil menyatukan suara, rasanya ada kepuasan tersendiri. Sejauh apapun angan dan keinginan, pastikan kita kembali ke realita, ssuaikan dengan apa yang ada, yang benar-benar kalian butuhkan dan bukan hanya sekedar apa yang kalian inginkan. Ketika acara, seperti pesan David kepadaku, “let it flow, and always count on God” karena sebaik apapun manusia berencana, finishing touch tetap ada di tangan-Nya.”

Shop