Lamaran dengan Konsep Elegan dan Klasik ala Fitri dan Robby

By Leni Marlin on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Venue Gran Mahakam

Event Styling & Decor Pixie Florist

Photography Melanes Bintang

Jewellery & Accessories Prefleur

Kebaya Fitri Alamsjah

Pertemuan pertama Fitri dengan Robby adalah pada 2010 di Newcastle, UK. Saat itu, Fitri sedang menjalani studi S1 dan Robby kuliah S2. Mereka dipertemukan pada momen pemilihan PPI Newcastle. Kebetulan, Robby terpilih mewakili komunitas tersebut.

“Selama di UK, kami memiliki cerita masing-masing. Hubungan kami hanya sebatas teman saja. Ketika Summer Holiday 2011 datang, Robby berlibur ke Jakarta, tepatnya pada bulan Mei. Saya datang ke Jakarta sebulan kemudian. Tiba-tiba, saya mendapatkan message dari Robby yang mengajak saya ketemuan,” kisah Fitri.

Sejak itu, pertemuan mereka menjadi semakin intens. Keduanya saling mengenal pribadi satu sama lain. Robby kembali ke UK pada Agustus, sedangkan Fitri pada bulan September. “Lucunya, Robby memutuskan untuk menjadikan saya pacar melalui Skype karena saya masih berada di Jakarta. Momen ini diiringi oleh petikan gitar temannya.”

Persiapan lamaran bisa dibilang cukup panjang. Hal itu disebabkan oleh kebutuhan mereka yang  ingin lebih detail. Contohnya, kostum yang akan dikenakan pada hari-H.

“Salah satu tantangan terbesar adalah karena saya menginginkan konsep dengan nuansa biru, sedangkan kami ingin memakai baju dengan unsur adat masing-masing. Padahal saya berasal dari Makassar dan Robby dari Padang.”

Akhirnya, Fitri bersama keluarga terbang langsung ke Makassar untuk mencari sarung sutera Makassar yang sesuai warna kesukaan Fitri tersebut. Beberapa bulan kemudian, Robby dan keluarganya juga terbang ke Padang untuk mencari warna bahan kemeja khas Padang yang sesuai dengan sarung yang akan dikenakan Fitri. Beruntung, setelah keluar masuk toko, mereka pun menemukan warna bahan pakaian yang senada.

“Jadi, kalau kita melihat dengan seksama, walaupun kami mengenakan warna biru yang cenderung mirip, sebenarnya ada dua unsur budaya yang berbeda di sana,” tutur Fitri.

Konsep dan tema lamaran yang diusung Fitri dan Robby adalah Elegan dan Classic in Blue. Untuk dekorasi, mereka tidak ingin terlalu banyak menggunakan ornamen. Venue pun dipilih sesuai dengan tema dan pilihan jatuh pada Gardenia Room, Gran Mahakam. Venue ini memiliki desain ruangan yang bisa dibilang european classic. “Ini mengingatkan kami dengan gedung-gedung di UK. Walaupun menggunakan sedikit dekorasi, detail tetap kami pikirkan, seperti warna bunga yang didominasi warna biru.”

“Tidak hanya baju, head piece dari Prefleur yang saya gunakan juga berwarna royal blue, senada dengan nail art hasil dari beauty bar salon,” tambah Fitri.

Memorable

Every single moment is memorable,” kata Fitri. “Kalau biasanya keluarga inti perempuan yang akan menjemput calon wanita, saya memilih sepupu-sepupu saya yang akan menjemput di ruang tunggu. Mereka semua mengenakan baju bodo ala Makasar hasil rancangan saya sendiri. Hasilnya pun terlihat sangat bagus saat mereka berjalan mengiringi saya untuk bertemu Robby dan keluarga besar kami.”

Bukan hanya itu, Fitri pun mengundang para sahabatnya di acara lamaran tersebut. Mereka mengenakan dress code yang membuat saya sangat terharu. Momen terbaik lainnya adalah saat Robby meminta izin di depan orangtua kami dan keluarga besar.

Top 3 vendors yang direkomendasikan oleh Fitri adalah:

1. FitriAlamsjah (Kebaya)

“Yang pertama pasti baju karena saya dapat menuangkan keinginan dan merealisasikannya untuk dikenakan pada hari bahagia saya. Sudah pasti ini akan menjadi salah satu baju yang tidak akan saya lupakan karena menyimpan banyak arti di dalamnya.”

2. Ibu Indra (Make up)

Karena saya bukanlah tipikal cewek yang suka berdandan, saya sangat mempercayakan make up saya kepada beliau yang sudah sering merias wajah saya ketika menghadiri pesta. Jadi, ia sudah tau makeup seperti apa yang saya inginkan.”

3. Melanes Bintang Photography (fotografer)

Foto adalah memori nyata yang dapat kita lihat setiap saat. Dalam pemilihan vendor foto pun saya sangat berhati-hati. Ini akan menjadi salah satu proses perjalanan saya dan Robby.”

Ada beberapa tips dari Fitri untuk para brides to be agar lamarannya berlangsung sukses, yaitu:

  • Yakin dengan pasangan yang Anda pilih dan berdoa. Percaya atau tidak, ini kadang terjadi pada brides to be. Saat Anda sudah yakin, persiapan pun akan terasa sangat indah.
  • Tentukan konsep dan tema. Jika konsep belum pasti, proses persiapan pun bisa lebih lambat karena tidak ada panduan dalam hal menentukan detail, seperti baju dan dekorasi.
  • Timing. Dalam mempersiapkan acara besar seperti lamaran, lebih baik membuat schedule. Ini menolong kita untuk mengetahui apa yang sudah dan belum dikerjakan.
  • Enjoy every moment. Apapun yang terjadi dalam proses persiapan, lebih baik enjoy aja. Tenang dan jangan jadi stres karena pasti akan ada jalannya. Keep being positives. Saat hari lamaran sudah berlalu, masa-masa persiapan itu akan menjadi momen seru yang bisa dibahas berdua dengan pasangan. Secara tidak langsung, kalian juga bisa belajar untuk bekerja sama.
×