Lamaran dengan Nuansa Adat Minang ala Farisa dan Andra

By Rebebekka on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Venue Puri Saras

Event Styling & Decor Classy Tent Decoration

Photography Polar Photograph

Make Up Artist Vidi Daniel

Hair Do Tedza

Kebaya Gati Kebaya

Jodoh memang misterius, seringkali kita tidak sadar bahwa orang – orang di sekitar kita merupakan jodoh kita. Seperti yang dialami Farisa, dirinya tidak pernah menyangka bahwa kakak dari sahabatnya merupakan jodoh yang dikirimkan oleh Tuhan kepadanya. “Aku dan Andra sudah berpacaran selama 5.5 tahun dari sejak tahun 2011. Aku dulu sering main ke rumah Andra karena aku bersahabat dengan adiknya. Waktu itu Andra pernah cari tahu tentang aku ke adiknya, namun aku sudah punya pacar, hahaha. Dua tahun kemudian aku dan Andra bertemu kembali di bandara saat kami mengantarkan sahabatku, adiknya Andra, berangkat ke Jerman. Dari situ kami mulai dekat dan akhirnya berpacaran.Selama masa pacaran kami yang panjang ini, kami pernah long distance selama dua tahun waktu Andra melanjutkan S2 di Sydney. Alhamdulilah kami berhasil melewatinya dan justru dengan long distance ini kami sama – sama belajar untuk menjadi lebih baik satu sama lain. Pertama kali dia proposed aku setahun yang lalu di Reading Room. Aku lagi baca novel tiba – tiba dia keluarkan cincin dan tanya will you marry me? Hahaha, kaget sih karena tidak ada moment apa – apa dan tiba – tiba dia propose. Aku ini pacar pertamanya Andra lho, hehe. He said I am the first and the last,” kenang Farisa bahagia.

Darah Minang sama – sama mengalir pada diri Farisa dan Andra. Untuk itu mereka sepakat untuk mengusung adat Minang di dalam acara lamaran mereka. Selama enam bulan mereka mempersiapkan segala sesuatunya. Lucunya, baik keluarga Andra maupun Farisa sama – sama baru pertama kali menikahkan anak mereka masing – masing. Sehingga seringkali kedua keluarga merasa kebingungan dengan apa yang harus dipersiapkan maupun dengan sususan acara dan prosesi adat yang harus dijalankan. “Selama persiapan kita banyak tanya – tanya dengan saudara atau teman yang sudah berpengalaman and of course thanks to google dan The Bride Dept yang sudah memberikan kita banyak inspirasi,” lanjut Farisa.

Dalam adat Minang ada satu benda yang wajib hadir dalam setiap acara lamaran yaitu Carano. Carano ini terbuat dari logam dengan warna keemasan dan memiliki motif – motif hiasan yang cantik dan di dalamnya berisi daun sirih, kapur, gambir dan pinang.Carano ini juga mencerminkan kemuliaan bagi kaum wanita Minang serta melambangkan kekerabatan yang erat. Prosesi adat dalam lamaran Farisa diawali dengan penyerahan sirih pinang dari keluarga Andra. Setelah sirih pinang diterima dan dicicipi oleh kedua orang tua Farisa, maka keluarga Andra sudah boleh dipersilahkan masuk dan menyampaikan maksud pinangan.

“Warna yang kami pilih untuk lamaran kami adalah campuran warna merah bergradasi hitam coklat untuk keluargaku dan warna pastel untuk keluarga Andra. Sementara aku sendiri menggunakan perpaduan keduanya yaitu dusty pink dan merah, kain-nya menggunakan warna merah maroon. Kain yang aku kenakan senada dengan sepatu, nail polish dan hiasan bunga kepala yang aku kenakan di hari itu. Kebayaku ini aku bikin di Gati Kebaya atas rekomendasi teman. Yang juga unik dari lamaran kami adalah seserahan DIY kami yang tempat serta penataan seserahan dilakukan sendiri oleh mamanya Andra. Mamanya Andra memang sangat kreatif dan suka berkreasi dengan hal – hal berbau art seperti membuat perhiasan, tas dan juga membuat seserahan. Tatakan seserahan-nya pun bisa digunakan sebagai frame photo,” cerita Farisa.

Ada dua hal yang membuat Farisa sangat terkesan saat acara lamaran berlangsung. “Pertama, waktu papaku menanyakan langsung ke aku tentang kesiapan aku untuk meneruskan hubunganku dengan Andra ke jenjang berikutnya. Disitu, aku benar – benar terharu. Kedua, saat aku diberikan gelang turun-temurun milik keluarga Andra sebagai tanda pengikat. Rasanya seperti aku diberi kepercayaan untuk bisa menjadi pendamping hidup yang baik untuk Andra,” jawab Farisa saat ditanyakan mengenai highlight dari acara lamarannya.

Tidak ketinggalan Farisa juga memberikan tips kepada brides-to-be dalam mempersiapkan acara lamaran, “Pertama, komunikasikan dengan baik mengenai persiapan lamaran kalian dengan pasangan dan kedua keluarga supaya keinginan semua pihak bisa terakomodasi. Kedua, buat aku Instagram itu berguna sekali untuk bantu aku cari inspirasi dan ide. Hampir semua vendorku itu aku dapat dari Instagram loh, hehehe. Ketiga, harus rajin follow up vendor supaya kalian tidak kerepotan mendekati hari H. Berdasarkan pengalaman aku, vendor itu kan klien-nya bukan hanya kita, jadi kalau kita tidak rajin follow up dan mengingatkan pasti ada saja yang akhirnya terlewat. Good luck, brides to be!”

Top 3 vendors pilihan Farisa :

 

  1. Vidi Daniel

“Aku sebenarnya sempet paranoid waktu pilih make-up artist karena pernah pengalaman dua kali dirias oleh make-up artist dan aku merasa wajahku jadi aneh dan seperti bukan aku, hahahaha. Di tangan Mas Vidi, aku benar – benar jatuh cinta dengan make-up nya yang natural dan flawless. Dia mengerti sekali dengan karakteristik wajah aku dan make-up apa yang pas buat aku. Orangnya juga friendly dan seru. Pokoknya Mas Vidi top banget!

 

  1. Puri Saras

 

“Lokasinya dekat dari rumah dan aku suka sekali dengan interior-nya yang ethnic dan suasana yang homey. Kapasitas Puri Saras juga mampu menampung jumlah undangan lamaran aku yang terbilang cukup banyak. Puri Saras juga menyediakan catering, namanya Dapur Eyang. Tamu – tamu undangan semua bilang makanannya enak sekali. Pemilik Puri Saras dan pegawai-pegawai disana juga ramah – ramah sekali dan service-nya oke!”

 

  1. Polar Photograph

“Pertama kali melihat hasil foto-fotonya di Instagram aku langsung jatuh cinta. Aku langsung menghubungi contact person-nya Mas Isal dan aku seneng banget karena Mas Isal ini orangnya sangat responsive. In terms of price, Polar sangat reasonable. Hasil jepretan-nya juga membuat aku puas!”