Lamaran dengan Nuansa Kuning ala Mayang dan Rian

By Gregoria Elsa on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Pertemuan pertama Mayang dengan Rian terjadi pada akhir November 2014. Saat itu mereka berpapasan di lift kantor. Ternyata Rian adalah anak dari salah satu orang yang bekerja di kantor Mayang. Terjadilah suatu kerjasama antara teman-teman Mayang dengan Ayah Rian, hingga pada suatu malam Rian meng-add akun media sosial Mayang. Mereka berdua lalu berkenalan. Sejak saat itu, mereka menjadi dekat dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan pacaran.

Hasil campur tangan dari Ayah Rian yang telah mengenalkan dan memberi dukungan membuat hubungan mereka menjadi semakin dekat. Sampailah pada suatu malam, Rian mengajak Mayang makan di restoran cepat saji. Dengan kondisi restoran yang sangat ramai, Rian melamar Mayang. “Seketika rasa laparku hilang dan langsung merasa kenyang ketika dia mengajakku menikah. Di situ aku menyadari, aku tidak butuh suasana romantis, tetapi mendengar kesiapannya saja sudah sangat membuatku bahagia,” tutur Mayang.

Mayang dan Rian menyiapkan acara lamaran ini kurang lebih 3 bulan. Hampir seluruh persiapan lamaran dibantu oleh Ibunda Mayang, mulai dari mencari vendor catering, dekor, dan konsep lamaran. Tantangan terbesar dalam mempersiapkan acara ini adalah faktor cuaca, karena di sana mempunyai curah hujan yang sulit ditebak, dan acara ini diadakan secara outdoor. Karena hujan biasanya turun pada pagi hari, jadi Mayang memilih untuk mengadakan acara lamaran pada pukul 4 sore agar para tamu tidak kehujanan atau kepanasan.

Acara lamaran ini bertemakan Outdoor Joglo Rustic, karena Mayang ingin memanfaatkan rumahnya yang berbentuk joglo, dan mempunyai pernak-pernik tradisional serta tanaman yang banyak menghiasi halaman rumahnya. Mayang tidak terlalu banyak menggunakan dekorasi dari vendor untuk acara lamarannya, karena rumahnya sudah sangat berkonsep tradisional joglo. Maka dari itu, dekorasi vendor yang digunakan hanya 2 buah rangkaian bunga besar yang disusun diatas rak/pot terbuat dari papan kayu. Selain itu, 2 buah rangkaian bunga sedap malam favorit Ibunda Mayang juga menghiasi acara lamaran Mayang dan Rian.

Di hari lamarannya, Mayang terlihat cantik dengan balutan kebaya yang didesain oleh Ibunda Mayang sendiri. Warna kuning adalah warna yang dipilih oleh Mayang karena ia tidak ingin warna kebayanya terlihat mencolok dan tidak senada dengan konsep lamaranku. Dalam kebayanya, Ibunda Mayang menambahk​​an kain tile panjang karena menurutnya kebaya biasa terlalu mainstream untuk acara lamaran. Setelah didesain oleh ibunya, kebaya Mayang kemudian dikerjakan oleh penjahit langganannya. “Kebayaku dijahit oleh penjahit langganan keluargaku, bukan penjahit terkenal,” ujar Mayang. Meskipun demikian, hasil kebayanya benar-benar sesuai dengan ekspektasi Mayang.

Saat acara lamaran, ada satu momen yang paling berkesan untuk Mayang. Acara lamaran itu bertepatan dengan hari ulang tahun Rian yang ke-27. Setelah Mayang menyatakan kesediannya untuk menjadi pendamping hidup Rian, ia memberi surprise berupa kue ulang tahun dengan lilin menyala dan diringi lagu Selamat Ulang Tahun. “Mengharukan sekali jika diingat, dia pun sungguh terharu dengan surpise yang aku berikan dan merasa bahagia bisa berulang tahun disaksikan oleh orang-orang terdekat. Ditambah lagi, aku memberikan hadiah sepatu incarannya, makin bahagia deh dia,” kisah Mayang.

Top 3 vendors yang dipilih oleh Mayang dan Rian adalah:

1. Move Creative Images

“Kebetulan vendor ini adalah usaha milik sahabat-sahabat Rian sewaktu kuliah. Mereka rela jauh-jauh datang dari Bandung ke Bogor. Hasilnya bagus-bagus dan bisa sesuai request kita, dan nggak canggung karena sama teman sendiri. Mbak Echi juga sangat sabar dan detail dalam menjadi pengarah gaya buat aku, Rian, dan keluarga.”

2. Kresna Decoration

“Rangkaian bunganya sangat bagus dan sesuai dengan warna dan jenis yang aku mau. Mbak Mendy sebagai owner sekaligus marketing sangat sabar menghadapi aku dan Mama yang berkali-kali galau ganti konsep karena takut jika hujan.”

3. Feby Puspita Ayu

“Kak Feby adalah teman sekantorku. Jadi aku senang sekali bekerja sama dengannya. Hasil riasannya juga flawless dan tahan lama, dan menggunakan make up yang tidak sembarangan. Bukan hanya aku yang dirias tetapi juga keluargaku. Kak Feby dan Mamanya beserta team berhasil membuat semua orang memuji hasil riasannya.”

Bagi para pasangan yang sedang menyiapkan acara lamaran, Mayang membagi tips berikut:

  1. Berbincanglah dengan orangtua dan pasangan. Tak jarang ide-ide mereka bisa membuat inspirasi untuk lamaran kalian.
  2. Jangan malu untuk meminta bantuan teman-temanmu, seperti mengurus photography atau make up, atau membuatkan cake untuk kamu, dan sebagainya. Mereka dengan senang hati pasti akan membantu kalian
  3. Manfaatkanlah teman-teman kalian dengan kelebihannya masing-masing daripada harus susah-susah mencari vendor. Hal ini bisa menghemat budget lho.