Lamaran dengan Suasana Tropical ala Keisha dan Roy

Style Guide

Color Red White

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Roy dan Keisha mengawali cerita mereka seperti layaknya cerita drama. Pada tahun 2013 lalu, Roy yang bekerja di sebuah perusahaan di Singapura dipindahtugaskan ke Indonesia yang merupakan kantor di mana Keisha bekerja. Di awal bertemu, tidak ada pikiran untuk menghabiskan masa depan bersama, perasaan sukapun jauh dari pandangan mereka.

“Pertama kali kerja dengan Roy, kita sudah bertengkar hebat karena adanya kesalahpahaman saat bekerja.”

Namun, karena keduanya sudah profesional dalam bidangnya, setelah mengetahui hal tersebut terjadi karena miskomunikasi, Roy segera meminta maaf dan berhasil menjalin hubungan baik dengan Keisha hingga berlanjut sampai ajakan kencan pertama dari Roy.

Rupanya, mereka sudah ditakdirkan bertemu sebagai jodoh. Pada bulan Mei lalu, tepat saat dinner ulang tahun Keisha di Hotel Raffles Jakarta, Roy sudah sengaja mempersiapkan makam malam perayaan ulang tahun kekasihnya sekaligus malam di mana ia meminta Keisha untuk menjadi pasangan hidupnya. Private dinner, lengkap dengan pelayan, penyanyi dan juga ruangan penuh dekorasi bunga serta foto perjalanan mereka sejak kencan pertama.

“Kita baru pulang dari nikahan teman di Bandung. Aku pikir ini akan jadi dinner biasa jadi aku tidak terlalu mempedulikan penampilan. Tanpa disangka, waktu sampai di sana dan lihat sekeliling, aku tahu ini bukan sekedar makan malam biasa. Dan benar, he popped the question.”

Mengingat keluarga Roy berasal dari Singapura, Keisha memutuskan untuk tidak menggunakan tema tradisional, namun menggunakan tema outdoor semi formal untuk acara lamaran yang diadakan di rumahnya sendiri.  Untuk tema, Keisha dan Roy memilih tema “Tropical” dengan perpaduan dominasi warna merah dan hijau yang senada dengan dekorasi rumah Keisha.

Bagi Keisha, dengan persiapan lamaran yang hanya kurang dari tiga bulan ditambah dengan menyatukan kedua belah keluarga yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda merupakan tantangan tersendiri dalam mempersiapkan acara lamarannya.

“Tamu lamaran ini sebagian besar dari keluarga besarku sedangkan keluarga Roy hanya terdiri dari keluarga inti saja. Ini dia tantangannya, keluarga Roy tidak terbiasa dengan acara lamaran yang dihadiri oleh keluarga besar. Makanya, aku berusaha untuk membuat acara senyaman mungkin, mulai dari tema, pakaian, dan juga jumlah tamu undangan.”

Bagi Keisha, momen yang paling berkesan dalam acara lamaran ini selain menyatukan keluarga adalah momen saat Roy meminta izin kepada keluarga besar Keisha untuk menikahinya, “aku melihat ekspresi haru dan bahagia dari keluargaku, terutama oma dan orang tuaku.”

Top 3 vendor:

1. Lukman Hakim

“Aku sangat puas dengan hasil foto-fotonya, banyak sekali momen berharga yang berhasil diabadikan. Sangat direkomendasikan untuk yang sedang mencari fotografer lamaran atau pernikahan.”

2. AerinDecora

“Ninda berhasil mewujudkan dekorasi impianku, walaupun hanya dijelaskan dengan beberapa keinginan saja melalui WhatsApp. Sangat kooperatif dan terbuka untuk menerima masukan dari orang lain. Senang sekali bisa bekerja sama dengan Ninda dan tim!’

3. Jeinita Ante

“Aku sudah kenal dengan Mba Jein sejak tahun 2009 dan hasil make up-nya sudah tidak diragukan lagi.”

Tips untuk brides to be,

“Acara lamaran tidak melulu harus menggunakan adat tradisional, kamu bisa explore tema dan konsep lain. Yang terpenting adalah kedua pihak keluarga merasa nyaman dengan keseluruhan acaranya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *