Lamaran dengan Tema Biru Putih di Restoran Bunga Rampai

Style Guide

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Lingkungan kantor memang menjadi tempat paling kondusif dalam mencari pasangan hidup. Setuju tidak, brides? Selain sudah sama-sama matang, juga jadi ada motivasi untuk semangat datang bekerja. Begitu yang dirasakan oleh Almira dan Zulmi. Yang awalnya hanya teman dekat, setelah berlibur ke Ternate bersama dan juga melakukan kegiatan bersama-sama, terungkaplah perasaan Zulmi yang sebenarnya. Menanggapi perasaan positif tersebut, tanpa ragu, Almira langsung menerimanya.

Pernah ada satu waktu Mira bertanya ke Zulmi, “Apa yang lagi ada di bayangan kamu tentang 10 tahun lagi?” Zumi pun menjawab,”Lagi berkumpul dengan anak-anak di ruang keluarga.”

Di situ, Almira yakin bahwa Zulmilah adalah pasangan yang ia inginkan. Karena pada saat itu, ia juga menanyakan pertanyaan yang sama ke dirinya dan membayangkan hal yang sama.

“Proposal Zulmi memang tidak terlalu romantis. Ia mengutarakan niatnya untuk menikah denganku setelah 6 bulan pacaran. Ia juga ternyata sudah meminta izin kepada orang tuanya dan orang tuaku,” lanjut Mira. 

Almira dan Zulmi memang sengaja mengadakan acara lamaran yang sederhana dengan tema intimate lunch dengan tujuan untuk menyatukan kedua belah keluarga. Oleh karena itu, mereka hanya mengundang 50 orang tamu, hanya untuk pihak keluarga. Karena Almira memang sudah punya mimpi untuk mengadakan pesta bertema soiree dan juga kebetulan didukung oleh sang mama, mereka segera mencari sebuah restaurant untuk menjadi venue acara kali itu dengan berbagai paduan makanan khas Indonesia.

Jauh sebelum acara, Almira sudah berpesan kepada Aszafaika, sang konseptor untuk menyediakan bunga putih dengan jumlah yang banyak untuk menjadi dekorasi. “Seminggu sebelum acara, Aszafaika bahkan belum membuat konsep table setting. Bahkan, aku yang udah panik makin stress karena teror-teror pertanyaan dari mama.”

Pasalnya, Almira dan Aszafaika hanya berkomunkasi lewat aplikasi chatting karena Aszafaika berdomisili di Bandung sedangkan Almira di Serpong. Alhasil, H-2 Aszafaika baru berkunjung ke tempat Almira, lengkap membawa berbagai perlengkapan yang ada serta konsep yang matang. Aszafaika memutuskan konsep acara bunga putih dan juga kopi. Alasannya karena itu adalah dua hal yang disukai oleh Mira dan Zulmi.

Sementara ayah Almira dan Aszafaika mengeksplor Pasar Serpong untuk mencari biji kopi karena banyak yang merekomendasikan tempat tersebut. Sementara Almira dan sang mama sibuk menggunting hiasan untuk dekorasi di rumah. 

“Waktu Papa sampai di rumah, ia memang membawa pulang satu karung biji kopi. Tapi, itu bukan murni kopi karena ada campuran biji jagung yang dikasih warna serupa dengan kopi. Alhasil, aku dan mama harus memisahkan satu-satu biji kopi dari biji jagung tersebut,” kenang Mira.

Tapi untungnya, semua berjalan lancar. Bahkan, ring holder yang diberikan Aszafaika juga sangat menawan. Pasalnya, potongan kayu kecil di ring holder tersebut spesial dibawa Aszafaika dari oleh-oleh trip Amerikanya. Ajaibnya, dalam satu hari, hiasan ring holder yang baru dibuat di hari H tersebut bisa tetap terlihat menawan dan well-prepared.  Selain itu, karena Zumi suka sekali dengan Batman, ia request untuk lego Batman sebagai ring holder-nya.

Karena tamu undangan memang dibuat secara terbatas, Almira dan Zulmi benar-benar bisa membuat suatu acara yang bisa menyatukan kedua belah keluarga dengan santai dan juga enjoy. Bahkan, menurutnya, para keluarga bisa akrab mingle satu sama lain.

Top 3 vendor pilihan Mira:

1. Aszafaika

“Walaupun adik sendiri dan konsep baru jadi H-2, tapi aku dan keluarga puas banget dengan hasil kerjanya secara professional. Banyak yang memuji detail dekor di meja karena semuanya terlihat cantik, apalagi hand bouquet-nya yang ia buat sendiri, nggak kalah bagus dengan berbagai vendor bunga lainnya, cuma bedanya yang satu ini lebih hemat aja.”

2. Bunga Rampai

“Pelayanannya baik, aku diberikan ruangan khusus untuk dandan tanpa dikenain extra charge. Karena suhu di lantai 3 agak panas karena sinar matahari, Bunga Rampai juga langsung inisiatif kasih AC tambahan. Makanan enak, interior juga sudah elegan.”

3. Stephanie Juliancy Make Up Artist

“Stephanie datang on time. Ia pun mengerti kemauanku dan bahkan banyak keluarga yang memuji hasil makeup-ku.”

Tips untuk para brides to be,

“Jangan stress! Percayalah vendor yang kamu pilih itu akan melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Aku memang pernah stress menjelang acara lamaranku, sampai aku diharuskan untuk bedrest. Tapi pada akhirnya, semuanya berjalan lancar dan seluruh keluarga bisa senang serta semua vendor tidak ada yang mengecewakan. Persiapkan juga semuanya dengan timeline yang jelas, jangan mepet. Bukan hanya kebutuhan yang terlihat penting yang harus dipersiapkan dari lama, namun juga detail juga harus dipersiapkan dengan matang dan juga mempunyai konsep yang matang. Kamu juga bisa manfaatkan berbagai sosial media untuk inspirasi dekorasi, tapi pilihlah yang realistis. Yang ketiga, adu pendapat dengan pasangan dan keluarga itu hal yang biasa, yang terpenting hadapi dengan keyakinan dan juga komunikasi yang baik. Selesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan juga solutif agar lebih dalam mengenal pasangannya. Terakhir, pada saat hari H, tak perlu memikirkan apapun, yang terpentik tampil maksimal dan juga mneyenangkan. Serahkan semuanya ke yang diberikan tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *