Acara Lamaran di Hari Ulang Tahun dengan Adat Palembang ala Anggi dan Bung

By NSCHY on under The Engagement

Lamaran di Hari Ulang Tahun dengan Adat Palembang ala Anggi dan Bung

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Photography Imagenic

Event Styling & Decor Azka Anggun Art

Make Up Artist Yayi Hanoum

Hair Do Salsabila Adzilla

Invitation Seketika Design

“Senang sekali dan campur aduk perasaanku di hari lamaran ini. Walaupun Bung bukan tipe laki-laki yang romantis, tapi dia yang minta acara lamaran diadakan tepat di hari ulang tahunku yang ke-27.” cerita Anggi.

Acara lamaran Anggi dan Bung dengan adat Palembang ini berjalan seperti acara lamaran pada umumnya, namun dengan acara tambahan tiup lilin dan potong tumpeng untuk merayakan hari ulang tahun Anggi.

Lamaran di Hari Ulang Tahun dengan Adat Palembang ala Anggi dan Bung

Di acara bahagianya itu, Anggi dan Bung juga memiliki momen spesial untuk dikenang, yaitu mempersembahkan lagu “Can’t Help Falling in Love” dari Elvis Presley. Kata Anggi, “sebenarnya kita jarang nyanyi berdua, apalagi Bung, di depan keluarganya pun ngga pernah. Tapi kita ingin punya hal manis untuk dikenang, dan menyanyi berdua dengan lagu favorit Bung adalah pilihan kita.”.

Bung dan Anggi ketemu dari Tante Mona, teman ibu mereka. “Pertemuan pertama kita lucu, Tante Mona yang janji mengenalkan kita malah datang terlambat. Alhasil, momennya jadi awkward, aku datang dengan mamaku, Bung datang dengan mama dan adiknya. Karena Bung malu-malu, akhirnya aku yang memberanikan diri untuk ngajak ngobrol, selanjutnya, Bung yang mulai chat, dan ngga lama, dia mengajakku menikah,” cerita Anggi.

Meskipun baru berkenalan, tapi entah bagaimana, Anggi dan Bung sama-sama merasa yakin sejak awal. Akhirnya, beberapa hari menjelang Lebaran, Bung ketemu orang tua Anggi dan menyampaikan keinginannya untuk menikahi Anggi. Singkat cerita, setelah Lebaran, Bung datang lagi dengan keluarganya untuk pembahasan lebih lanjut.

Kedua belah keluarga sepakat untuk memasukkan empat adat yang mengalir dalam darah Anggi dan Bung untuk acara lamaran dan pernikahannya. Untuk lamaran ini, adat Palembanglah yang diambil dari tempat asal Ibunya Bung. Sedangkan, untuk akad nanti akan diadakan dengan adat Jawa dari tempat asal Ibunya Anggi, resepsi menggunakan adat Mandailing, tempat asal Ayah Anggi, dan adat Padang untuk Ngunduh Mantu, asal Ayahnya Bung.

Di hari lamarannya, para keluarga laki-laki mengenakan Baju Demang dengan songket, lengkap dengan Topi Tanjaknya. Sedangkan, keluarga perempuan mengenakan Kebaya, selendang, dan Sarung Songketnya.

Lamaran di Hari Ulang Tahun dengan Adat Palembang ala Anggi dan BungLamaran di Hari Ulang Tahun dengan Adat Palembang ala Anggi dan Bung

“Selama acara, aku ada di ruangan yang berbeda sampai ayahku datang menanyakan jawaban atas lamaran Anggi dan keluarganya. Rasanya bahagia campur deg-degan saat ayah memberitahukan bahwa ada laki-laki yang melamarku. Walaupun sudah tau, tapi saat ayah menanyakannya langsung, rasanya beda dan campur aduk. Setelah memberikan jawaban, aku baru diajak turun ketemu Bung dan keluarga.”

Menurut Anggi, Bung adalah laki-laki yang sangat baik hati, tapi bukan laki-laki yang romantis. Di hari lamarannya, Anggi dan Bung sepakat untuk mengungkapkan isi hatinya masing-masing. Dan di momen itu, kata Anggi, ngga pernah sedikitpun terpikir bahwa Bung bisa mengungkapkan hal seromantis itu, semanis ketika melamarnya di hadapan keluarga dan sahabatnya.

Lamaran di Hari Ulang Tahun dengan Adat Palembang ala Anggi dan Bung

Bicara soal tantangan, Anggi pun juga menemukan bagiannya. Untuk kebaya, Anggi memilih model yang benar-benar baru dengan penjahit yang juga baru. Dua minggu menjelang acara, Anggi merasa kurang pas dengan kebaya tersebut dan akhirnya terpaksa harus membeli bahan lagi dan menjahit ulang. Untungnya, semua bisa teratasi!

Tips untuk brides to be:

“Ada baiknya matangkan persiapan dari jauh-jauh hari, mulai dari tema, susunan acara, pilihan makanan, fotografi sampai dengan model baju, karena tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepat. Aku ngalamin sendiri, keluargaku bergerak kurang dari sebulan karena terlalu santai. Walaupun rasanya dag dig dug, untungnya semua berjalan lancar, dan semoga terus lancar sampai ke pelaminan nanti. Jangan lupa juga untuk banyak berdoa!”

Top 3 vendor:

1. Azkaanggunart dan Classy Tent

“Aku pecinta bunga, dan di hari itu, bunganya segar dan cantik sekali, sesuai dengan tema nuansa Palembang yang aku mau. Kita juga sangat bersyukur cuaca cukup mendukung hari itu, walau angin cukup kencang, tenda dan Classy Tent sangat kuat dan kokoh.”

2. Imagenic

“Vendor ini selalu bisa menangkap momen manis di acara kita. Timnya ramah dan kooperatif saat aku dan Bung panik karena susah bergaya romantis.”

3. Seketika.design

E-invitation-nya sangat cantik dengan tema bunga-bunga tropikal yang digunakan untuk mengundang keluarga dan teman dekat.”

Shop