Lamaran Dinda & Barry dengan Konsep Tradisional yang Intimate

By Pravita Hapsari on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Awalnya, Barry dan Dinda dipertemukan lewat musik. Mereka pertama kali berkenalan pada tahun 2008 yang mana saat itu Dinda menjadi backing vocal Barry di Jakjazz. Setelah itu, mereka bertemu lagi ditahun 2011 dan sama-sama ingin menjalani hubungan. Barry melamar Dinda secara pribadi ditahun 2014 dan di tahun 2018 (setelah 7 tahun berpacaran) akhirnya Barry resmi melamar Dinda didepan keluarga besarnya.

Saat ingin melamar Dinda secara pribadi, Barry sudah berencana untuk melamar Dinda di salah satu restoran di Senopati. Ia pun sudah mereservasi tempat dan mereka sudah berada disana. Ternyata saat itu tempatnya sedang ramai dan Barry tahu kalau mereka sama-sama tidak nyaman jika akan propose di tempat yang ramai, akhirnya Barry mengajak Dinda ke pantai di dekat Segarra Ancol. Kebetulan saat itu sedang ada festival lampion dan mereka ingin melihatnya, tidak jauh dari Segarra Barry pun berlutut sambil memberikannya cincin. Bisa dibilang Dinda bukan orang yang suka dengan hal-hal romantis, maka dari itu ia langsung menyuruh Barry untuk berdiri dan menjawab “Yes, I do”, kata Dinda.

Konsep lamaran Barry dan Dinda adalah intimate dan tetap ingin merepresentasikan budaya mereka masing-masing seperti Ambon, Manado, Palembang, dan Jawa. “Sebenarnya acara lamaran ini mendadak karena kita mau langsung acara pernikahan saja, tapi ternyata H-10 kita sepakat untuk mengadakan lamaran. Karena ada kesibukan dan lain-lain, akhirnya didapatlah tanggal 21 April 2018 untuk acara lamaran kita,” cerita Dinda.

Karena mendadak, semua persiapan dilakukan sendiri bahkan baju yang dikenakan Dinda pun adalah baju kebaya vintage yang dijahit kembali agar pas dengan badannya. Barry sendiri menggunakan busana dari tanah asalnya yaitu Ambon bernama Baniang. Dekorasi bunga juga dibeli sendiri di rawa belong dan dirangkai sendiri dengan dibantu beberapa temannya. Dinda menginginkan makeup yang simple dan memutuskan untuk makeup sendiri, hanya hairdo-nya saja yang dibantu dengan hair stylist.

Saat ditanya seputar tantangannya dalam mempersiapkan acara lamaran ini pastinya waktu. Dengan waktu yang singkat dan sudah ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa dibatalkan, akhirnya mereka sendiri dan dibantu beberapa orang-orang terdekat yang mengurus acara ini dalam dua hari. Barry dan Dinda pun sangat bersyukur karena memiliki teman-teman dan keluarga yang telah membantu mereka menyukseskan acara ini.

Menurut Dinda, momen yang paling berkesan diacara lamaran mereka adalah saat Dinda menuruni tangga dan saling bertatapan dengan Barry. Saat itu mereka sama-sama kagum karena tidak menyangka kalau mereka sudah berada di titik ini dan sebentar lagi akan menikah. Selain itu, di akhir acara juga Dinda beserta keluarga menarikan Tobelo yang menambah keseruan acara lamaran mereka.

Top 3 vendor menurut Dinda, yaitu:

1. Restoran Rarampa

“Karena aku suka sekalia masakan-masakan disana. Apalagi kalau suka makanan manado dan kue jajanannya, karena enak bgt!”

2. Karlisa Hairdo

“Mba Lisa sudah jadi langganan aku beberapa tahun terakhir ini dan dia udah mengerjakan hairdo banyak orang dari semua kalangan, jadi sudah tidak bisa diragukan lagi hasil yang dia bikin.”

3. Music by Albert Fakdawer

“Dia punya suara yang enak banget dan musikalitasnya sudah tidak usah dipertanyakan lagi secara dari kecil dia sudah memenangkan AFI Junior dan juga berduet bersama Glenn Fredly. Dia juga sering tampil sebagai guest diacara wedding.”

Tips untuk para brides-to-be:

“Melangkah saja dan tidak usah terlalu pusing masalah budget, karena budget yang tidak terlalu besar pun kamu masih bisa bikin unik dan se-intimate itu. Jika waktu persiapannya juga singkat, bisa memilih restoran yang tempatnya tidak usah banyak diubah lagi dan bisa se-tema dengan tema yang kalian mau. Sukacita juga aja pas ngerencanainnya, pasti Tuhan cukupkan.”