Lamaran Dira dan Aji yang Penuh Kejutan Manis di JW54 Restaurant

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Style Guide

Style

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Acara Lamaran

Venue JW 54 Jatiwaringin

Event Styling & Decor Oake and Blume

Photography Adly Azhari

Make Up Artist Mega Chintasih

Seserahan Woodleaf

Jewellery & Accessories Hunt of Hounds

Kamu pasti sudah sering mendengar kiasan ‘tak kenal maka tak sayang’. Sepertinya ini adalah kiasan yang paling tepat untuk menggambarkan kisah Dira dan Aji berikut yang akhirnya sampai pada momen lamaran di JW54 Restaurant.

Dira pertama kali tahu mengenai Aji dari teman yang menunjukkan foto Aji kepadanya, karena temannya berniat untuk menjodohkan mereka berdua di tahun 2010. Setelah melihat foto Aji, awalnya Dira tidak tertarik dan komen pertama Dira saat melihat fotonya, “Ih ngga mau ah, bandel kelihatannya.” Beberapa bulan berlalu setelah saat itu, dan sekitar bulan Februari atau Maret 2016, teman Dira mengajak ketemuan dengan dia dan pacarnya, yang merupakan sahabatnya Aji, di salah satu mall di Jakarta. Saat mereka lagi ada di satu restoran, tiba-tiba ada cowok datang ke meja mereka bertiga dan tanpa disangka-sangka ternyata cowok itu adalah Aji yang langsung aja berbasa-basi dengan Dira sedangkan Dira masih cuek tidak menanggapi.

Tidak lama kemudian, temannya Dira dan pacarnya pergi meninggalkan Dira dan Aji berdua dengan alasan mau ada ‘meeting’. Dalam hati Dira sudah tahu kalau temannya sengaja mengatur ketemuan ini untuk mempertemukan Aji dengan dia. Setelah lumayan lama ngobrol, Dira mulai merasa ada kecocokan dengan Aji. Ternyata mereka berdua merasa nyambung satu sama lain termasuk punya selera musik yang sama. Menurut Dira, Aji adalah sosok yang cool, pendiam, cuek, sabar dan dewasa. Sedangkan menurut Aji, Dira adalah sosok yang bawel, kadang kekanak-kanakan, tapi perhatian. Komunikasi terus berlanjut dan akhirnya, Dira dan Aji resmi pacaran tanggal 29 Mei 2011.

Kalau ditanya kenapa bisa ‘klik’ yang jelas tidak bisa dijabarin. Kalau dijabarkan artinya cinta bersyarat dong, hehe.. -Dira

Obrolan serius mengenai hubungan Dira dan Aji dimulai dari obrolan chatting saat Aji bilang, “InsyaAllah aku udah mantap,” yang berhasil bikin Dira senyum-senyum sendiri sambil baca chat-nya. Menurut Dira, Aji bukan tipe orang yang romantis, jadi bayangan Dira untuk dilamar dengan cara romantis sambil berlutut memberikan cincin sambil bilang ‘Will you marry me?” sudah dibuang jauh-jauh. Setelah Dira dan Aji merencanakan untuk mulai ke tahap yang lebih serius, sekarang waktunya untuk memberitahukan rencana mereka ke pihak keluarga masing-masing. Tanggal 14 Februari 2016 dipilih menjadi hari dimana keluarga Aji datang ke rumah keluarga Dira. Tanggal ini dipilih secara tidak sengaja dan bukan karena momen Valentine’s Day, tapi lebih karena tanggal tersebut adalah tanggal dimana kedua belah keluarga tidak berhalangan.

Perkenalan Keluarga

Pertemuan kedua keluarga berjalan lancar dan menyambut baik rencana mereka berdua. Tapi ada satu momen yang tidak pernah disangka bisa terjadi oleh Dira. Saat kedua keluarga sedang ngobrol-ngobrol santai, tiba-tiba Aji mengambil kue yang sudah dibawa dari mamanya. Begitu kotak kuenya dibuka, langsung terlihat tulisan “Would you marry me?”. Dira yang dari awalnya berpendapat kalau Aji bukan tipe orang yang romantis langsung terharu dan kehabisan kata-kata. Kejutannya tidak selesai disitu, setelah memberikan kue Aji kemudian langsung mengeluarkan kotak cincin dan didalamnya ternyata ada cincin anak-anak berbentuk Cupcake, sambil berlutut dan memberikan cincinnya kepada Dira. Saat itu juga, Dira langsung spontan tertawa dan menurut bocoran dari mamanya Aji, ternyata Aji baru membeli cincinnya sesaat sebelum datang ke rumah Dira di hari yang sama. Bukannya kecewa, Dira justru senang banget karena ia tahu Aji sebenarnya sedang sibuk dan baru saja pulang dari luar kota, tapi masih menyempatkan waktu untuk beli cincin sebagai bentuk simbolis lamaran.

Lamaran Resmi

Setelah keluarga inti Dira dan Aji bertemu, keluarga Dira langsung melakukan persiapan acara lamaran resmi keluarga. 28 Mei 2016 merupakan tanggal yang dipilih untuk acara lamaran resmi tersebut. Dengan alasan agar tidak mengganggu tetangga, acaranya lamaran diselenggarakan di restoran yang bernama JW54 Resto & Café, yang berlokasi di daerah Jatiwaringin. Untuk membuat suasana nyaman dan tidak terlalu kaku, keluarga Dira sengaja menyelipkan momen humor saat Bapak Dira memanggil Dira untuk keluar, karena saat itu Dira masih ‘ngumpet’ di satu ruangan yang tidak terlihat oleh tamu undangan. Saat Bapak Dira memanggil Dira, yang muncul malah sepupu-sepupu Dira yang langsung membuat suasana menjadi lebih cair dan hangat. Setelah beberapa kali memanggil, akhirnya keluarlah sosok Dira yang asli dan langsung disambut oleh pertanyaan yang diajukan oleh sang Bapak, “apakah Dira sudah siap dan yakin akan dilamar oleh Mas Aji?”, dan pertanyaan tersebut langsung dijawab dengan tenang oleh Dira, “InsyaAllah siap Bapak, Ibu dengan restumu.” Jawaban Dira langsung disambut dengan syukur oleh Aji dan seluruh keluarga yang hadir.

Saat acara lamaran resmi berlangsung, ada satu momen yang paling berkesan dan tidak mungkin terlupakan oleh Dira. Momen tersebut adalah momen disaat Aji memberikan speech yang sukses membuat Dira terkaget-kaget sekaligus terharu. Aji yang selama ini ia pikir tidak romantis ternyata bisa melakukan hal yang manis dan memorable. Speech Aji juga langsung mengundang senyuman dan gelak tawa dari semua tamu yang hadir. Berikut speech Aji yang sukses membuat Dira terharu:

29 Mei 2011,

Tanggal dimana saya dan Dira memulai pertemanan (pacaran) kami. Saya mengenal Dira dari teman. Katanya, waktu itu sih Dira bilang ngga mau sama saya, katanya saya anaknya bandel. Padahal iya..

Saya juga bilang, “Ih si Dira kok kaya preman gitu, saya ngga mau.”

Tapi yang terjadi tahun berikutnya justru sebaliknya, saya justru menemukan kecocokan.

Saya ini pendiam, Dira ini orangnya sangat bawel. Dira ini orangnya sangat perhatian, saya ini cuek.

Dira suka sama cowok / anak bandel, saya suka sama cewek preman.

Besok, 29 Mei 2016,

Genap 5 tahun kami berteman (pacaran).

Dan hari ini saya membulatkan tekad saya untuk melamar Diraratri Hendah Gunita, preman yang paling cantik, yang saya sayangi dan saya cintai

 Eyang, Bapak, Ibu, Mama, Pakde, Bude, Om, Tante, Kakak, Adik, saudara semua, izinkan saya meminta doa dan restu agar setelah hari ini dan seterusnya, apa yang menjadi niat kami untuk menikah kemudian mengarungi rumah tangga dapat diberi kemudahan, kelancaran, keberkahan, kesuksesan, sakinah, mawadah, warahmah, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. InshaAllah amien”. 

Tema acara Lamaran Resmi

Untuk tema acara, Dira memilih tema yang simple dengan dekorasi nasional. Dira juga tidak mau acaranya terlalu sweet dan mainstream dan menginginkan suasana yang hangat dan nyaman. Dari segi dekorasi, Dira memiliih dekorasi yang berkesan natural bertema Rustic dengan elemen kayu dan dedaunan. Untungnya, JW54 Resto & Café sudah memiliki dekorasi yang cantik dan natural seperti meja dan kursi kayu serta rotan, sehingga tidak memerlukan dekorasi tambahan yang terlalu banyak.

Untuk pilihan bunga, Dira lebih memilih bunga-bunga berwarna putih seperti baby breath dan daisy yang mempertegas tema natural dan rustic yang dipilihnya. Sebagai pelengkap dan lokasi untuk foto keluarga, Dira juga menyiapkan backdrop dengan bantuan sang Bapak, yang dipesan 3 hari sebelum acara. Sesuai dengan tema nasional yang juga ditampilkan dalam dekorasi, backdrop dibalut oleh tiga jenis batik hasil peninggalan Mbah Uti Dira dari sekitar tahun 1960-an. Dekorasi lainnya, seperti dekorasi meja dan bunga, dikerjakan sendiri oleh Dira di hari-H dengan bantuan dari dua orang temannya yang juga akan menjadi bridesmaids saat resepsi nanti, Friska dan Raras.

Sedangkan untuk pakaian, Dira memilih untuk mengangkat konsep batik sesuai dengan konsep acara yang tidak terlalu formal tapi tetap anggun. Untuk membuat pakaian lamaran ini, Dira sengaja membeli kain batik di kota pusat batik, Yogyakarta, dengan bantuan dari salah seorang sepupunya. Dira memilih warna monokrom dengan motif yang simple dan desain yang Dira buat sendiri.

Berikut 3 vendor yang menjadi pilihan Dira:

1. Oake and Blume Décor + Woodleaf_

“Sesuai dengan keinginan, kreatif, cekatan dan detail banget. Walaupun berbeda vendor, tapi kalau tanpa keduanya bagaikan pakai atasan tanpa bawahan, hehe..”

2. Adly Azhari

“Mas Adly sabar banget sama berbagai permintaan foto, sangat ontime karena sudah datang 2 jam lebih awal dari jadwal. Hasil fotonya bagus dan sesuai untuk setiap momen.”

3. JW54 Resto & Café

“Lokasi yang engga disangka-sangka didaerah Jatiwaringin, ada resto JW54 ini. Bagus banget tempatnya, makanannya enak semua! Alhamdulillah semua keluarga dan kerabat yang hadir memuji makanannya enak semua! dan ludes (hal terlega bagi kita empunya acara, hehe… Pelayanannya ramah, cekatan, kinerja mereka bagus terutama penanggung jawab venue, butuh sesuatu hingga bantuan apa langsung dibantu (baik banget sampai pihak dekor dan backdrop pada salut), dan yang penting juga, parkirannya aman terkendali, luas, dan security-nya banyak sehingga tamu yang datang merasa nyaman.”

Buat kamu brides-to-be yang saat sedang merencanakan acara lamaran dengan pasangan, yuk simak tips dan pesan dari Dira berikut:

“Segala sesuatu yang dikerjakan sendiri tidak akan terasa sempurna ketika kita sebagai bride-to-be, tidak meminta bantuan dari berbagai pihak yaitu keluarga, bridesmaid-to-be hingga calon kita sendiri loh. Tidak harus ada planner pun InsyaAllah berjalan dengan lancar, selama kita tidak gengsi untuk meminta tolong dan memberi kepercayaan ke orang terdekat.”

“Sabar – Berdoa – Mendengarkan, Bekerja sama, dan Komunikasi dua arah itu poinnya.”

×