Lamaran Dreamy Magical of Lace and Batik ala Ayu dan Wisnu

By Anita Ve on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Photography Le Motion

Event Styling & Decor Parama Project

Kebaya Biyan

Make Up Artist Maharani Nilla

“Kita sama-sama siswa yang aktif di sekolah,” kenang Ayu semasa SMA. Wisnu dan Ayu yang bersekolah di Al-Azhar pun menceritakan hal-hal manis 10 tahun silam ketika mereka bergabung dalam organisasi OSIS dan Paskibra.

“Sebenarnya Wisnu sudah menyimpan perasaannya,” kata Ayu yang tidak kunjung menyadari hal tersebut.

Pertemuan yang sering dan berada di kelas yang sama saat 2 SMA membuat mereka menjadi dekat. Apalagi waktu itu, Wisnu dan Ayu berada dalam satu kelompok membuat film dimana Wisnu menjadi bapak sementara Ayu menjadi anaknya.

“Sampai pada hari terakhir pembuatan film tersebut Wisnu mengantar aku pulang kerumah.” Ayu yang mengaku dirinya ‘dingin’ terhadap cowok pun mau juga diantar Wisnu pulang ke rumah.

Menurut Ayu, ia ‘terjebak’ karena teman yang berjanji akan ikut semobil ternyata membatalkan niatnya. Usaha Wisnu pun ternyata tidak sia-sia karena ia punya waktu lebih lama untuk mengobrol dengan Ayu dan Ayu pun merasakan hal yang spesial terlebih ketika dalam perjalanan, terdengar lagu RAN ‘Nothing Lasts Forever’.

“Rasanya tidak seperti yang biasanya, susah diungkapkan,” jelas Ayu sambil tertawa.

Wisnu yang pantang menyerah membutuhkan waktu enam bulan untuk melakukan PDKT hingga akhirnya Ayu menerimanya. “Semuanya benar-benar mengalir begitu saja tanpa harus diawali dengan pertanyaan ‘mau ga jadi pacar aku?”

Wisnu dan Ayu memiliki karakter yang berbeda. Namun menurut mereka, inilah yang dinamakan saling melengkapi. “Aku masih ingat kata-kata salah satu dosenku yang paling fenomenal,” kenang Ayu.

Menurutnya, dosen tersebut mengatakan bahwa pasangan paling serasi itu engineer dan dokter. Tak disangka kondisi tersebut pas dengan Wisnu dan Ayu. Wisnu yang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan Ayu yang lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Dalam menghadapi perbedaan karakter, Ayu menyarankan agar pasangan punya waktu maksimal di hari weekend.

“Wisnu bukan tipe orang yang romantis.”

Menurut Ayu, Wisnu sangat suka memberikan kejutan kecil. Tidak ada surprise lamaran di kala itu tapi ada hal manis yang selalu dikenang oleh Ayu. Sehari sebelum pertemuan kedua keluarga untuk perkenalan, Ayu memang sedang mengalami bad mood dalam urusan pekerjaannya.

Ternyata Wisnu menawarkan diri untuk menjemputnya sepulang dari kantor dan ternyata tiba-tiba ia memberikan bunga untuk Ayu. Karena Ayu merasa tidak ada sesuatu yang harus dirayakan, dengan polosnya ia bertanya pada Wisnu. Dan Wisnu pun menjelaskan bahwa bunga itu diberikan agar bad mood Ayu bisa hilang.

“Coba buka bunganya!”

Ternyata, Wisnu menyelipkan cincin di bunga tersebut dan mengatakan, “Aku mau kamu selalu jadi pendamping hidup aku.” Seketika itu, Ayu pun lupa dengan perasaan bad mood-nya karena terharu dan bahagia.

Prosesi lamaran diadakan di rumah Ayu

“Kita memilih semi outdoor karena taman rumahku yang cukup besar,” kata Ayu.

Wisnu dan Ayu ingin acara yang santai tanpa menghilangkan suasana sakralnya. Maka dari itu, diselipkan beberapa humor seperti tebak foto dan mengenang momen saat SMA. “Tidak hanya itu, setelah Wisnu berhasil menjawabnya, MC memanggil aku untuk keluar, yang keluar malah teman-teman aku yang membuat suasana menjadi lebih cair dan hangat.”

Tiba saatnya ayah Ayu bertanya, “Anandaku sayang Ayu Nitami, apakah Ayu dapat menerima permintaan lamaran dari Wisnu?”

“Bimillahirrahmanirrahiim, Insya Allah Aku terima lamaran dari Mas Wisnu,” jawab Ayu dengan tenang. Ia tidak menyangka perjalanannya bersama Wisnu pun akhirnya mencapai moment yang bahagia seperti saat ini.

Persiapan lamaran hanya sebulan

Selain persiapan kebaya dari desainer favorit Ayu, Biyan, dan makeup artist Maharani Nilla – Ayu tak sengaja menemukan tumpukan kain batik di dalam lemari milih almarhumah ibunya. “Aku lihat satu-satu, ternyata aku nemuin kain batik motif mega mendung, dan pas sekali dengan temaku.” Menurut Ayu, kain peninggalan almarhumah ibunya tersebut cukup spesial dan ia sangat senang bisa mengenakannya di hari yang spesial pula.

Konsep lamaran Dreamy Magical of Lace and Batik

Konsep acara lamaran Wisnu dan Ayu adalah “Dreamy Magical of Lace & Batik”. Ada percampuran unik antara kain batik yang traditional dan lace yang modern. “Semua ide-ide yang aku punya, aku sampaikan ke team Parama Project, dan hasilnya sangat bagus sekali sesuai dengan ekspektasiku.”

Ayu mengatakan bahwa ia berburu kain batik sendiri untuk backdrop yang ada di taman. Motifnya menggunakan batik mega mendung karena ini memang khas Cirebon, kota asal Ayu. Sentuhan warna biru yang soft serta awan-awan putih cukup mengena untuk menghasilkan kesan dreamy.

Untuk dekorasi indoor, Ayu memadukan bunga, awan serta warna-warna icy blue dan pink. Yang unik dari dekorasi ini adalah ide spontan Ayu yang ingin menambahkan dedaunan. Akhirnya, team pun memetik daun-daun jeruk yang ada di halaman rumah Ayu. Alhasil, harum bunga dan daun tersebut menjadikan ruangan sangat wangi dan segar.

Ayu juga terkesan dengan hand bouquet yang diberikan Wisnu. Rangkaian bunga Edelweis memang menjadi simbol keabadian karena warnanya tidak berubah dan tidak pernah layu.

“Highlight dari acara lamaran kita adalah saat Wisnu bisa menebak foto aku waktu kecil.” Ayu menceritakan kembali momen lucu tersebut. Waktu itu, Wisnu diminta untuk menebak diantara dua foto, yang mana foto masa kecil Ayu. Ternyata Wisnu menjawab dengan benar meskipun butuh waktu agak lama.

“Selain itu Wisnu juga harus menceritakan momen-momen dari foto-foto jadul kita waktu SMA.” Menurut Ayu, hal ini cukup mencairkan suasana sebelum akhirnya Ayu menuruni tangga untuk bertemu dengan Wisnu. “Kita hanya tersenyum-senyum bahagia seperti orang yang baru pertama kali bertemu dan langsung jatuh hati.”

Top 3 Vendor pilihan Wisnu dan Ayu

1. Biyan

Biyan membuat kebaya yang cantik. “Aku memang dari dulu penggemar karya-karya dari Biyan,” kata Ayu saat diminta untuk menjelaskan kebaya yang dipakainya saat prosesi lamaran. Perpaduan warna nude dan beading yang apik membuat kebaya Ayu terlihat sangat anggun. “Too much love with my kebaya!”

2. Maharani Nilla

“Aku dikasih banyak masukan mulai dari hal tentang pernikahan sampai makeup,” jelas Ayu saat menggambarkan Nilla. “Mba Nilla memberikan sentuhan makeup yang natural, flawless dan glowing, yang membuat semua orang memuji hasil makeupnya.”

3. Le Motion dan Parama Project

Le Motion sangat professional dan ramah menurut Ayu. Selain itu, timnya juga sangat sigap dan mengambil banyak foto dengan angle yang bagus. “Mas Andri dan team berhasil meng-capture semua highlight acara dengan baik.” Wisnu dan Ayu sampai kebingungan saat memilih foto yang akan dicetak karena banyaknya foto yang bagus.

Untuk Parama Project, Wisnu dan Ayu mengaku sangat terbantu dengan solusi yang diberikan. Terlebih saat Parama Project sanggup memenuhi keinginan Ayu dalam hal tema backdrop dan lain-lain.

Ayu juga ingin berbagi tips berguna untuk brides-to-be. Menurutnya, komunikasi adalah kunci utama dalam persiapan lamaran ataupun pernikahan. “Kita harus pandai-pandai mengkomunikasikan semua keinginan ke vendor-vendor, ke keluarga dan pihak-pihak yang terkait,” ungkap Ayu.

Selain itu, Ayu juga menyarankan agar ide-ide yang muncul itu dipilah dan fokus ke hal-hal yang penting. “Semuanya tidak bisa dipaksakan,” kata Ayu saat menyadari ada banyak sekali wedding inspiration yang kreatif. Ayu yang selalu membuat catatan-catatan kecil mengatakan bahwa ada baiknya brides-to-be memiliki journal wedding.

×