Lamaran Indira dan Andes Bernuansa Lavender

Lamaran Indira dan Andes Bernuansa Lavender

Style Guide

Color Lavender

The Vendors Who Made This Happen

Bertemu pertama kali di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Indira dan Andes ternyata merupakan senior dan junior yang sama-sama berkuliah di Jurusan Manajeman Keuangan. “Tapi, kami mulai dekat saat sudah lulus kuliah karena kebetulan bekerja di industri yang sama,” kata Indira.

Tiga tahun menjalin hubungan, Andes pun mengutarakan keinginannya untuk melangkah ke arah yang lebih serius dengan Indira. “Ia mem-propose aku setelah kami menghabiskan waktu seharian di Dunia Fantasi. Kebetulan, tempat ini yang juga kami kunjungi sebelum jadian. Kami mulai nge-date serius setelah merasa cocok menghabiskan waktu seharian berdua saat itu.”

Indira sama sekali tidak menyangka Andes berencana melamarnya saat mereka naik bianglala menjelang sunset. Karena petugas Dufan tidak memperbolehkan keduanya naik berdua saja—melainkan harus bersama dengan pengunjung lainnya—rencana itu batal.

“Saat kami berjalan menuju pintu keluar, Andes bilang ia ingin duduk sebentar di depan carousel karena haus. Ternyata, setelah minum, tiba-tiba ia mengeluarkan ring dari tasnya sambil berkata, ‘Will you marry me?’ Aku yang super kaget malah menangis terharu dan kelupaan menjawab proposalnya. Sampai Andes tanya lagi, ‘Jadi, jawabannya apa, nih?’ Lalu, aku menjawab, ‘Of course I do,’ sambil memeluknya,” kenang Indira.

Acara lamaran pun diadakan di private residence, di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Acara itu hanya dihadiri oleh keluarga serta teman-teman dekat Indira dan Andes.

Karena memiliki interest terhadap bunga, Indira memutuskan mendekorasi lamaran dengan DIY flower arrangement. Ia juga memesan backdrop dari bunga kertas yang akan dikombinasikan sebagai background dari DIY flower center piece.

Sayangnya, pemasangan backdrop harus dibatalkan pada H-1 karena sampai pukul 23.00 WIB, vendor tersebut tidak kunjung datang. “Aku kecewa karena kejadiannya mendadak sekali. Awalnya vendor bilang kalau pemasangan akan dilakukan 21.00 WIB untuk menghindari macet. Tapi, hingga 22.30 WIB, mereka belum datang juga dan posisi petugas instalasi masih di Tol Cengkareng. I decide to just let it go. I choose to rest well since I’m going have an important event tomorrow. Kalau aku paksakan untuk tetap memakai backdrop itu, mungkin aku baru bisa tidur pukul 1-2 pagi.”

Untungnya, Indira sudah membuat sendiri center piece fresh flower sederhana dan engagement bouquet sehingga tetap ada sesuatu yang iconic untuk dijadikan sebagai tempat berfoto saat acara berlangsung.

Sesuai tema warna lavender yang dipilihnya, ia mengenakan kebaya dress dengan aksen 3D berwarna dusty lavender. Sementara itu, Andes mengenakan batik dengan warna dusty dark purple. Indira menemukan bahan kain tersebut secara tidak sengaja saat memilih bahan kain yang akan dikenakan untuk resepsi orangtua.

“Saat aku melihat chantilly lace warna dusty lavender ini, aku akhirnya memutuskan untuk membelinya walaupun sebelumnya sudah membeli brokat yang dipersiapkan untuk acara engagement,” ujar Indira. Soal model, ia memilih kebaya dress daripada kebaya dan kain seperti yang biasa digunakan pada umumnya agar terlihat tidak “biasa”.

Bagi Indira, momen yang paling berkesan di lamarannya ini justru pada saat persiapan acara. Karena mereka memang menginginkan acara tersebut intimate dan sederhana, ia dan Andes mempersiapkan semuanya secara mandiri tanpa bantuan event planner.

“Karena aku dan Andes sama-sama bekerja, kami mengambil leave D-1 acara lamaran dan mengurus semuanya pada hari itu. Dari mulai mengambil tray seserahan, membeli bunga dan merangkainya, print cue-card acara, mengatur layout kursi, instalasi standing AC, hingga menyiapkan sound system. Bahkan, Andes sampai meminta bantuan driver dan pembantunya sebagai tenaga tambahan di hari itu. It was truly a hectic day, but at the end of the day it was all worthed.”

Top vendor yang direkomendasikan Indira adalah:

  • Als Catering

“Sejak pertama mencoba rasa masakan Als Catering di acara kantor, aku langsung suka banget dan nggak berpikir dua kali untuk menggunakan jasanya di acara lamaranku. For me and Andes, serving decent food is a must, as it’s the least we can do to appreciate people who make time for this event. Banyak banget tamu yang memuji vendor catering-nya karena rasanya enak. Mbak Endang juga super baik dan responsive to cater our need for this special day.

  • Felix Handoko

“Hasil foto-foto Felix benar-benar hidup dan bagus sekali. Karena kejadian gagal pasang backdrop, kami menyiasatinya dengan mengambil foto-foto berdua di halaman rumah dan hasilnya benar-benar di luar ekspektasi. Huge thanks to him to capture every moment perfectly!

  • Allyn Allya

“Mbak Allyn jago banget memadumadankan bahan pilihanku menjadi dress yang cantik. Warna payet dan 3D flowers yang dipilih juga serasi dan menyatu dengan keseluruhan dress-nya. I really like the hand detailing and neckline part, super pretty!”

  • Prastita Pontjo

“Aku termasuk agak picky untuk masalah makeup karena aku dan pasangan sama-sama tidak suka makeup yang “berat” dan mengubah wajah asli orangnya. Mbak Tita is the perfect choice for you who like subtle and flawless makeup. She’s super reliable as well. Walaupun di pagi harinya Mbak Tita ada schedule makeup bride di daerah Jakarta Selatan, ia tetap datang on-time sesuai janji awal ke rumahku.”

Untuk para brides to be yang sedang mempersiapkan lamaran, Indira memberikan tips berikut, “Expect the unexpected and learn to let it go. Ketika ada sesuatu yang terjadi di luar rencana awal, jangan terlalu dibawa ke pikiran dan stres berkepanjangan. Jangan sampai kekecewaan terhadap supporting detail malah merusak keseluruhan inti acara. Ingat, esensi acara lamaran sebenarnya adalah pertemuan dan perkenalan kedua keluarga sekaligus pengutaraan maksud secara formal oleh calon pengantin pria yang meminta calon pengantin wanita sebagai pendamping hidupnya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *