Lamaran Intimate Bernuansa Dusty Pink dan Peach ala Ara dan Gianni

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Lamaran Intimate Bernuansa Dusty Pink dan Peach ala Ara dan Gianni di Emersia Hotel Bandar Lampung

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Emersia Hotel Ballroom, Bandar Lampung

Event Styling & Decor St. Marry Decoration

Photography Valore Photo

Photography Regilrio Aditya

Make Up Artist Susi Nuryanti

Hair Do Susi Nuryanti

Bride's Attire Kaara by Mutiara Meddyan

Beauty Preparation Emersia Hotel

Hand Bouquet Yuan Florist

Seserahan Griya Seserahan

Seserahan Seserahan by Rose Arbor

Others Ansela Tailor

Pertemuan pertama Ara dengan Gianni terjadi pada bulan Juni 2015 silam, saat Ara dan teman-temannya janjian untuk kumpul bareng di Cafe Union PIM sepulang kuliah S2, yang sekaligus untuk merayakan hari ulang tahun Ara yang ke-22. “Aku ingat malam itu pas jam 12 aku genap berulang tahun yang ke-22, jadi setelah pulang kuliah, yang biasanya aku langsung pulang, aku main dulu untuk celebrate bareng teman-teman aku. Lalu saat dalam perjalanan menuju PIM mendadak teman aku info via Line kalau dia mengajak dua orang teman cowoknya untuk join juga,” cerita Ara.

Sesampainya di tempat bertemu, beberapa orang temannya sudah sampai lebih dulu termasuk dua orang teman cowok yang diajak oleh temannya tadi, yang salah satu dari dua cowok itu adalah Gianni. Ara pun langsung berkenalan dengan berjabat tangan, tapi tidak ada obrolan lebih lanjut setelah perkenalan itu dan Ara pun lebih memilih tempat duduk dekat dengan teman-temannya. “Aku tipe orang yang tidak banyak bicara kalau belum kenal betul dan aku pikir memang mereka janjian untuk ketemu dengan temanku karena ada urusan mereka sendiri,” ujar Ara singkat.

Setelah perkenalan dan pertemuan pertamanya dengan Gianni, salah satu temannya kemudian memberi tahu kalau sejak malam itu Gianni selalu stalking Instagram Ara, tapi Ara tetap belum berpikir apa-apa dan ia sendiri juga belum merasa ada ketertarikan pada Gianni. Namun sekitar dua bulan setelah itu, Ara dan Gianni menjadi semakin sering ketemu di acara-acara seperti buka puasa bersama atau sekedar acara kumpul bareng dengan teman-teman mereka. Sejak itulah mereka berdua menjadi semakin dekat, dan Gianni pun mulai berani untuk chat Ara secara personal, dan tepat tanggal 9 September 2015, Ara dan Gianni resmi berpacaran.

Sejak awal pacaran, Gianni sudah menyampaikan niatnya untuk serius dan sudah punya rencana untuk menikah di tahun 2018. Jadi sebenarnya secara tidak langsung Gianni sudah melamar Ara saat itu. Diakui Ara, sebenarnya di awal ia sempat merasa hal itu terlalu cepat untuk disampaikan. Selain karena usia mereka berdua yang masih relatif muda, Ara juga merasa kalau mereka berdua masih dalam proses saling mengenal dan menyesuaikan diri satu sama lain. Tapi seiring berjalannya waktu, Ara pun semakin melihat bahwa keinginan Gianni untuk serius dan menikah dengannya memiliki tujuan yang positif. Ara juga menambahkan, “menurut penilaian aku sejak masa PDKT sampai mulai pacaran, Gianni memang bisa dibilang tipe yang family oriented dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berolah raga, berkumpul dengan keluarga dibandingkan dengan teman-temannya,” ujar Ara.

Terbukti, niat baik Gianni pun semakin membangun rasa saling mendukung diantara mereka berdua dan membuat mereka semakin matang dalam berpikir jauh ke depan untuk kebaikan bersama. Bisa dibilang mereka adalah satu tim yang solid dalam menjalani segala hal bersama.

Kemudian di suatu malam di bulan Agustus 2017 Gianni mengajak Ara untuk malam malam dengan orang tuanya di salah satu restoran di Plaza Senayan, Jakarta. Awalnya Ara sempat berpikir itu hanya acara makan malam biasa bersama kedua orang tua Gianni, tapi ternya itu bukan makan malam biasa karena setelah makan malam selesai, Gianni langsung membuka pembicaraan dengan kedua orang tuanya, “Mah, aku mau bicara, di momen dinner kali ini, aku mau minta izin dan restu untuk menikahi Ara.” Sontak Ara pun kaget dan sempat terdiam, “bingung dan salting campur aduk jadi satu,” cerita Ara semangat. Ia mengaku Gianni cukup sering mengajaknya makan di luar dengan keluarganya, tapi ia tidak pernah menyangka kalau makan malam hari itu direncanakan untuk menyampaikan niat Gianni dan meminta restu dari orang tuanya untuk menikah.

Momen malam itu pun berlanjut dengan membuat perencanaan acara pernikahan yang diawali dengan langkah pertama dari proses tersebut, yaitu acara Lamaran yang telah diselenggarakan dengan lancar pada hari Minggu 11 Maret 2018 yang lalu.

Tema warna yang dipilih oleh Ara untuk acara Lamarannya adalah warna pastel. Sebagai seorang desainer kebaya yang juga memiliki usaha pembuatan kebaya dan formal attire yang sudah ditekuninya selama kurang lebih 2 tahun ini, tentunya merancang kebaya untuk acara Lamarannya sendiri menjadi impian baginya. Ara mendesain kebaya yang dilengkapi dengan full beading establishment yang dipadukan dengan bawahan songket Palembang berwarna Nude dan Lavender pemberian Mama Gianni yang cantik dan membuat Ara terlihat semakin elegan. “Kebetulan ayahku keturunan Palembang, jadi aku memilih untuk mengenakan Songket Palembang di hari Lamaran aku,” cerita Ara.

Tidak hanya mendesain kebaya yang dikenakan oleh Ara sendiri, formal attire yang dikenakan oleh keluarga intinya saat acara tersebut juga didesain oleh Ara, termasuk handcrafted beading juga dilakukan sendiri oleh Ara, “rasanya punya kepuasan sendiri jika di hari besar dan spesial aku bisa mengenakan, apalagi membuatkan pakaian untuk keluarga inti, dari hasil kreasiku sendiri,” tambah Ara.

Sejalan dengan tema warna pastel, untuk dekorasi ruangan Ara juga mengangkat warna dusty pink dan peach dibantu oleh vendor St. Marry Decoration, yang juga dibuat senada dengan warna kebaya yang Ara kenakan. Dan benar saja, nuansa pastel terlihat sangat pas dan cantik untuk acara Lamaran di pagi hari, terlebih karena acaranya diselenggarakan di dalam Ballroom yang bersebelahan dengan kolam renang yang semakin mempercantik ruangan.

Ara dan Gianni sangat bersyukur acara Lamaran mereka berjalan dengan sangat lancar dengan kehadiran seluruh keluarga besar dan tamu undangan. Namun ada satu hal yang juga memberikan kesan tersendiri bagi Ara, yaitu kenyataan bahwa sang Ayah tidak dapat menghadiri acara tersebut karena alasan yang menurut Ara tidak bisa disebutkan. Sebagai sosok yang sangat dekat dengan sang Ayah, Ara mengaku perasaan sedih dan haru campur aduk menjadi satu, terutama saat ia diminta untuk menjawab lamaran dari Gianni sambil meminta restu kepada orang tua. Saat itu, sang kakak Ario mewakili Ayah Ara memberikan restu kepadanya untuk menikah dengan pria pilihannya, Gianni.

Berikut 3 vendor pilihan Ara dan Gianni:

  1. Kaara by Mutiara Meddyan

“Kalo biasanya aku harus thinking hard untuk sketching dan buatin baju client yg mau tunangan atau menikah, di momen lamaran kemarin giliran aku sendiri yang working hard untuk membuat attire buat diri sendiri dan juga untuk attire keluarga intiku. Jadi tanpa ragu, dalam proses pembuatan semua attire untuk moment ini, mulai dari pemilihan jenis dan warna bahan, aku memaksimalkan effort untuk membuat baju kebaya lamaranku ku dan baju keluarga supaya terlihat cantik, dan semoga bisa menginsipirasi semua bride-to-be dalam memilih kebaya impiannya.”

  1. Regilrio Aditya

“Saat di awal harus memutuskan vendor untuk dokumentasi acara lamaranku, aku sudah langsung kepikiran Regilrio. Untuk vendor yang berdomisili di Bandar Lampung, menurutku Regilrio adalah vendor photography top no.1, dan ternyata Mas Regil memberikan hasil foto yang menurutku beyond expectation.  I really can’t stop posting every detail of my engagement photos on Instagram. Semua foto dari Mas Regil hasilnya intimate, sesuai dengan ekspektasi aku. Mas Regil berhasil capture semua detail dari prosesi acara, dan membuat hasilnya terlihat intimate banget. Thank you Mas Regil dan Team!”

  1. MUA by Susi Nuryanti

“Untuk make-up, sejujurnya aku paling deg-degan karena muka aku tidak selalu cocok di make-up. Diantara vendor-vendor yang lain, aku butuh waktu paling lama memilih vendor MUA, karena selalu takut tidak cocok. Tapi magic hand-nya Mba Susi berhasil membuat aku sumringah terus sepanjanga acara. Teknik make-up mba Susi detail dan rapi sekali, menyesuaikan dengan bentuk muka aku. Aku yang awalnya pasrah tapi selama di make-up, aku jadi excited sendiri melihat prosesnya. Mba susi memang butuh waktu 3,5 jam untuk make-up, dan hasilnya berhasil membuat semua orang bertanya: “Ara make-upnya sama siapa? Bagus banget…”. Thank you Dear Mba Susi J“

Tidak ketinggalan, Ara juga memberikan tips untuk kamu yang sedang mempersiapkan acara Lamaran. Yuk simak tips dari Ara berikut ini!

“Tips untuk semua brides-to-be dalam mempersiapkan acara lamaran, yang pertama menurut aku adalah selalu mendiskusikan detail ke pasangan dan libatkan keluarga untuk involve dalam pengambilan keputusan. Harus jaga komunikasi dengan baik, dan harus bisa meng-embrace perbedaan pendapat. Terutama mengenai alokasi budget, dari kita harus bisa bersikap wise dalam hal budget, dan selalu percayakan pilihanmu ke vendor, biarkan mereka bekerja sesuai kreasi-nya, untuk mewujudkan permintaan kamu. Lalu buat acara se-intimate mungkin, karena acara lamaran menurut aku adalah tahap awal dalam penyatuan dua keluarga, jadi kesan intimate bisa memberikan impression positif untuk dua keluarga yang sedang saling berkenalan satu sama lain. Tidak perlu ramai, yang penting dihadiri oleh kerabat dan sahabat terdekat. Dan yang terpenting lainnya adalah untuk menjaga kesehatan, me-maintain pola makan, karena mempersiapkan acara lamaran/wedding bisa dibilang sebagai kegiatan yang banyak menguras tenaga, waktu, juga pikiran.”