Lamaran Intimate and Cantik ala Yully dan Abi

By NSCHY on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

“Minta nomor HP kamu dong, MSN aku nggak ada signal nih. Ada yang mau aku ceritain.”

Begitulah kira-kira cara Abi untuk ber-modus untuk mendapatkan nomor HP Yuli dan bisa mulai menjalani komunikasi yang lebih serius daripada sekedar MSN-an saja. Perjalanan mulus Abi ternyata berlangsung hingga tiga bulan kedepan untuk menyatakan cintanya dan memulai sebuah hubungan dengan Yuli.

Mereka yang merupakan teman satu kuliah sempat kaget saat dihadapkan untuk LDR Indonesia – Australia selama 6 bulan saat Abi menjalani double degree-nya. “Biasanya weekday di kampus sampai weekend kita selalu bareng-bareng. Jadi LDR bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani,” cerita Yuli. Untungnya, cobaan tersebut hanya berlangsung selama 6 bulan dan mereka bisa kembali bersama-sama di kampus lagi di semester selanjutnya.

Tibanya di hari kasih sayang tahun lalu, Abi yang biasanya tidak romantis dan merayakan hari kasih sayang bukanlah merupakan kebiasaan keduanya tiba-tiba mengajak Yuli untuk makan malam romantis berdua. Tentu saja, hari itu bukan hanya untuk merayakan hari kasih sayang, Abi menginginkan Yuli lebih dari sekedar pacar.

“Abi nyatain keseriusannya sama aku dan ngasih aku cincin sebagai tanda. Abi juga minta izin kepada keluarga aku dan I said yes!”

Pasangan yang sudah menjalin hubungan selama 8 tahun ini memilih konsep intimate sebagai konsep acara lamarannya yang diadakan di rumah Yuli dengan tema garden party. Yuli dengan cantiknya mengenakan kebaya nuansa cokelat yang dibuatkan oleh Tante Lena, desainer langganan keluarganya untuk membuat kebaya yang dipadukan dengan batik sutra Garut. Sedangkan Abi memakai batik yang senada dengan kebaya yang Yuli kenakan. Sedangkan keluarga besar dan teman-teman Yuli mengenakan dress code putih dan warna pink untuk keluarga Abi.

Berhubung acara dilaksanakan di rumah, untuk dekorasi dibuat berwarna putih dan diatur sendiri oleh Yuli dengan bantuan kakak dan ibunya. Tak diragukan lagi, Yuli sudah menjadi kepercayaan temannya untuk mendekor acaranya dan ia ingin mendekor sendiri juga acara lamarannya. “Supaya ada kepuasan pribadi,” katanya.

Sepanjang acara juga ditampilkan slide show perjalanan Yuli dan Abi selama delapan tahun perjalanan hubungannya. Siapa yang tidak terharu saat mendengar kesaksian pasangannya untuk melamarnya? Sama seperti yang dialami oleh Yuli, ia tersentuh saat mendengar Abi menyatakan niat dan maksud tujuannya kepadanya dan kepada Ayahnya yang bermaksud menjadi imam dan meminta restu yang diiringi dengan lantunan piano.

“Aku belum pernah dengar Abi berbicara seyakin itu untuk bisa menyatakan keluarganya, bahkan di depan keluargaku.”

Untuk acara sakral memang diadakan di dalam rumah. Tapi untuk selanjutnya, acara dilanjutkan di taman. Kebetulan, sang ibunda sangat bangga dengan tamannya yang bisa dimanfaatkan oleh Yuli. Hanya ditambahkan lampion dan lilin, suasana lamaran tersebut menjadi lebih romantis ditemani dengan band akustik.

Top 3 vendor:

1. Unlimited Motion

“Karena acaranya dipercepat dari waktu yang sebelumnya ditentukan, aku mencari fotografer secepatnya. H-7 aku kontak mas Apank dan tim untuk diskusi via Whastapp mengenai konsep yang akum au dan ternyata hasilnya bisa sesuai dengan keinginanku. Timnya sangat on time dan sangat membantu.”

2. Rose Arbor Seserahan

“Mba Dita dan Mba Lina sangat membantu dan sangat fleksibel untuk komunikasi mengenai konsep seserahan dan memberikan ide dan masukan. Dengan adanya permintaan tambahan, desainnya jadi OK banget dan tepat waktu pengerjaannya. Happy banget!

3. Barry Ritonga

“Puas dan suka banget sama touch warna make up yang natural tapi tetap flawless.”

Tips untuk para brides to be,

“Kalian bisa kok membuat acara lamaran sesuai dengan konsep yang kalian inginkan, tapi tetap harus diskusikan dengan keluarga karena pada saat berlangsungnya acara, keluargalah yang akan menjalankan dan membantu sebagian besar acaranya. Jadi, harus bisa terima masukan dari keluarga. Karena kemungkinan banyak yang bisa terjadi seperti waktu dipercepat, perubahan lokasi, vendor yang berhalangan, buatlah diri kamu jadi fleksibel dan nggak egois supaya bisa tetap cari pilihan yang lain karena banyak beberapa hal yang harusnya simple malah menjadi rumit karena memaksakan kehendak.

Untuk brides to be, aku ngerasain sendiri susahnya mendapatkan waktu MUA yang ktia mau, jadi buatlah janji dan langsung bayar DP untuk mengunci tanggal mereka dan pastikan kamu membookingnya dari jauh-jauh hari.

Yang terpenting, nikmati setiap prosesnya. Buatlah momen ini berkesan dan menyenangkan untuk kamu dan keluarga karena ini momen sekali dalam seumur hidup.”