Lamaran Manis dengan Sentuhan Alam ala Rani dan Anggasta

Style Guide

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Rani dan Anggasta saling mengenal ketika keduanya berkecimpung di organisasi yang sama di kampus. Saat itu, Anggasta menjabat sebagai ketua organisasi. “Ia senang memberikan tugas nonsense dengan deadline di jam-jam nanggung,” kenang Rani.

Salah satu contohnya, sebuah tugas yang harus dikumpulkan pada pukul 04.00 WIB. Saat itu, Rani gagal mengeksekusi tugas tersebut. Sanksinya, ia harus mentraktir Anggasta. Namun, peristiwa itu membuat keduanya bertambah dekat. “Kami jadian Desember 2010. Tiga bulan pacaran backstreet karena diwanti-wanti tidak boleh pacaran dalam satu organisasi.”

PERSIAPAN

Rani ingat, saat mereka awal-awal berpacaran, Anggasta pernah bertanya tentang targetnya menikah di usia berapa. Saat itu, Rani menjawab dengan enteng, “Ya, maunya sebelum umur 27.” Tak disangka, Anggasta mengingat hal tersebut dan menemui orangtua Rani pada pertengahan 2016 lalu. “Ternyata, ia sudah bilang dulu ke orangtua saya baru menyatakan keseriusannya pada saya,” ujar Rani.

Lamaran diadakan pada 12 Maret 2017. “Everything happened so fast. Kami mempersiapkan lamaran kurang dari satu bulan. Alhamdulillah semua vendor yang kami mau masih kosong di hari yang disepakati tersebut. Meskipun sempat deg-degan karena kelupaan mengontak Classy Tent, akhirnya seminggu sebelum hari-H bisa deal.”

Theme yang dipilih adalah nature and green with neutral colour palette. Backdrop-nya adalah dedaunan hijau dan bunga yang dipilih sesuai dengan tema. Supaya serasi dengan attire, Rani mengenakan kebaya coklat, sedangkan Anggasta memakai baju krem. Baju keluarga juga menyesuaikan dengan tema tersebut.  “Saya bukan tipe cewek yang suka banget sama bunga, tetapi lebih ke dedaunan type of girl. Oleh karena itu, ada lebih banyak daun dan pohon di dekorasi venue lamaran kami.”

Hal lain yang tidak kalah unik pada acara lamaran ini adalah logo yang mereka gunakan untuk seluruh benda yang digunakan, seperti di ring bearer, menu makanan, dan suvenir lamaran. Logo ini terbuat dari nama mereka berdua.

“Karena kami hanya punya waktu sekitar 1 bulan untuk persiapan, semua serba dadakan. Apalagi setelah dikalkulasi, waktunya kepotong bulan puasa. Lalu, ada kejadian yang membuat saya pusing tujuh keliling. Tiba-tiba vendor dekor seserahan kami sulit diajak bekerja sama. Saya udah sangat moody dan marah-marah terus ke Anggasta,” kata Rani.

Akhirnya, Anggasta pun datang ke Jakarta (dari rumahnya di Bandung) untuk ikut membantu mencari jalan keluar. Mereka mencari informasi di internet dan langsung meluncur ke Cikini Gold Centre yang katanya berisi perlengkapan dekor seserahan dan mahar.

“Emang saya yang banyak maunya. Udah muter-muter sejam nggak ada juga yang cocok. Dekornya nggak simple seperti yang saya mau. Saya pun mulai uring-uringan. Lalu, ketemu satu tempat yang menyediakan tempat seserahan dari rotan yang menurut kami sangat cocok dengan tema. Akhirnya full custom, dari bentuk, warna, sampai design. Saya pantau terus lewat chat pengerjaannya.”

Rani juga sempat bingung cara mengambilnya karena rumahnya di Bekasi dan biasanya macet ke Cikini. Namun, namanya jodoh, yang punya toko ternyata tinggal di Bekasi sehingga lebih dekat. “It was our first real collaboration to get through the preparation of marriage.”

Top 3 vendors yang direkomendasikan oleh Rani adalah:

1. Antijitters Photo & Video

“Dari awal, saya sudah eye-ing Antijitters. Saya suka banget dengan hasilnya,  how the team capture the emotions, happiness, tears, and all that. Rencananya saya mau pakai Antijitters untuk lamaran hingga resepsi, tapi apa daya karena belum rekanan dengan gedung kami, terpaksa rencana itu dibatalkan. Akhhirnya, saya kekeuh minta Anggasta untuk wajib hire Antijitters menangani Photo dan Video pada saat lamaran. Alhamdulillah, tanggal yang diinginkan pas kosong. Kami langsung DP. Hasilnya? Happy tears! Teman-teman dan keluarga kelewat senang melihatnya, sampai bolak-balik dilihat terus. Special thanks to Mbak Meutia dan Mas Pulung yang sudah bersedia mengabadikan momen bahagia saya dan Anggasta.”

2. Lawralovefaith

“Hasil makeup Mbak Lawra sudah mondar-mandir di Explore Instagram saya. Cantik banget dan tidak mengubah muka seseorang, tetapi meng-enhance kecantikan yang memang sudah ada. Lagi-lagi, tidak jodoh sama saya untuk hari-H akad nikah karena full schedule. Tangan Mbak Lawra bener-bener magic karena bisa bikin saya jadi manglingi padahal baru lamaran. Proses makeup juga tergolong sangat cepat, very professional. Saya ingat waktu baru datang sempat mengeluh ini itu tentang kulit wajah saya. Mbak Lawra dengan enteng menjawab, “Udah kamu tinggal duduk cantik aja, biar aku yang bikin magic.” Dan bener aja hasilnya magic!”

3. Classytentdecor

“Kalau nggak salah, saya hire Classytent itu H-1 minggu. Untung sudah pernah bekerja sama dengan Mbak Rana pas acara kakakku, jadi prosesnya nggak sulit. Mbak Rana benar-benar mengerti banget saya yang banyak banget maunya soal dekor. Bolak-balik saya wanti-wanti Mbak Rana supaya dekor ruangannya lebih ke dedaunan daripada bunga. Classytent sangat berhasil men-deliver hasilnya. Rasanya adem melihat ruangan penuh dengan warna hijau.”

Tips dari Rani untuk para brides to be yang akan melangsungkan acara lamaran adalah, “Semua bebannya jangan ditanggung sendiri. Kita harus bisa delegate dan percaya karena kalau kita sendiri yang kerjain lama-lama bisa ambruk. Persiapan pernikahan seharusnya menyenangkan! Libatkan calonmu, dua kepala tentunya akan lebih baik. Selain itu, untuk masalah yang lebih sensitif, lebih baik calon pengantin perempuan dan calon pengantin wanita berkomunikasi dan menyamakan suara terlebih dahulu sebelum menginformasikan ke keluarga masing-masing agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tutup Rani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *