Lamaran Manis di Kota Bandung ala Mega dan Aul

Style Guide

Color Pink

The Vendors Who Made This Happen

Banyak orang yang menolak untuk dikenalkan dengan orang asing dengan berbagai alasan. Namun siapa yang tahu jika seseorang yang kita tolak untuk dikenalkan ternyata adalah jodoh kita. Seperti kisah Mega dan Aul berikut ini.

Pertemuan pertama kali Mega dan Aul secara tidak sengaja di airport saat Aul baru saja kembali dari Singapura dan Mega akan berangkat ke Melbourne. “Saat itu aku sudah super muka bantal mau tidur dan dia muka bantal baru bangun tidur. Disitu hanya sebatas kenalan biasa dan hanya selewat, boro-boro merhatiin karena aku sudah super teler. Kita kenalan karena kebetulan aku pergi ke Melbourne bareng kakaknya dia,” cerita Mega.  

Saat Mega kembali dari Melbourne, kakak Aul menawarkan mereka untuk berkenalan kembali namun baik Mega dan Aul menolak untuk saling berkenalan. Dua bulan kemudian, Aul malah meminta untuk dipertemukan dengan Mega namun Mega masih menolak. Sampai akhirnya Kakak Aul dan suaminya membuat pertemuan yang tidak diketahui oleh Mega. Kakak Aul mengajak Mega ke sebuah restoran dan disana Aul sudah duduk manis menunggu mereka. “Aku langsung bisikin kakaknya, ‘wah ngaco nih jebakan batman.’ Mau makan malam jadi ga nafsu karena deg-degan. Hahahaha, it never happened to me before but yes itu sekalinya loh deg-degan pas dikenalin ama orang. I don’t know why!” seru Mega.

Ternyata jebakannya tidak sampai disitu karena kakak Aul tiba-tiba minta izin pulang dan meninggalkan Mega dan Aul berdua. Sejak itulah mereka memulai semuanya sampai akhirnya Aul melamar Mega secara romantis di airport yang merupakan tempat pertama pertemuan mereka. “Aku  baru pulang dari Russia dan aku dilamar di bandara. Karena kalau kata dia, itu tempat memorable dan dia bilang aku tidak akan menyangka akan dilamar setelah long flight, lusuh, kucel dan muka bantal. Dia datang dengan tuxedo dan rapih sedangkan aku dengan muka baru turun pesawat hampir dua hari. Persis seperti muka pertama kali ketemu di airport, hahaha,” kenang Mega.

Sejak awal Mega ingin sekali mengadakan acara lamaran dengan konsep outdoor di sore hari dengan pemandangan kota Bandung yang dihiasi lampu-lampu kuning agar terasa nuansa romantis. Namun untuk menyiasati cuaca Bandung yang tidak menentu maka Mega mengubah konsepnya menjadi semi outdoor. Mega juga memilih tema rustic yang ia rasa cocok dengan venue lamaran yang dikelilingi oleh pohon pinus. Untuk dekorasi, Mega memilih yang sederhana dan tidak terlalu berlebihan karena venue dan pemandangannya sudah cantik. Tim Dekorasi membuat backdrop yang sesuai dengan kebaya Mega yakni warna baby peach dan mocca. Untuk spot foto diluar, dibuat gate dengan lilitan kain brokat dan pajangan dengan nuansa coklat hijau serta lampion berwarna kuning.

Mega sendiri tampil sangat cantik dengan kebaya yang dibuat oleh Asky Febrianti. “Dari awal merencanakan lamaran aku memang ingin pakai kebaya, dan dari dulu juga memang sudah naksir sama baju-bajunya Kak Asky, I love her details! Dan kebaya yang dia buat, looks so fresh and young. She’s my boyfriend’s bestfriend jadi memang rejeki gak kemana. Aku langsung memutuskan buat di Kak Asky tanpa pikir panjang. I trusted her to make my kebaya for my special day, and it turns out beyond my expectation, a very beautiful one,” kata Mega.  Momen paling berkesan di lamaran aku adalah ketika namaku dipanggil, tapi yang keluar bukan aku, tapi kedua sahabatku yang mukanya mirip sama aku. Muka Aul merah banget, sampai akhirnya wakil dari keluargaku nanya ciri-ciri Mega dan suruh panggil dengan panggilan sayang. Suasananya jadi terasa hangat karena dibalut candaan ringan dan tawa keluarga,” kenang Mega.

Sebagai penutup, Mega tidak lupa memberikan tips untuk para brides to be “Worry less! Namanya kita sebagai yang punya acara pasti ingin acara berlangsung lancar, dan make sure everything is perfect, tapi jangan sampai semuanya dikerjakan sendiri sampai hari H, karena di hari H kita akan punya fokus yang lain, jadi cobalah untuk share ke pasangan kamu, atau meminta bantuan kepada keluarga kamu untuk turut membantu,” kata Mega.


Top 3 vendor lamaran Mega :

1. Café Biru Dago Heritage

“Café Biru menjawab semua keinginanku akan venue lamaran. Karena awalnya sudah punya bayangan outdoor, jadi pas diganti jadi semi outdoor, agak pusing untuk cari tempat, apalagi mau yang viewnya juga bagus. Sekalinya dateng ke café biru, langsung suka dan memutuskan disana. Menurutku juga, venue akan menjadi first impression para tamu, jadi aku nyari tempat yang agak jarang ditemukan sama tamu-tamu yang banyak dari Jakarta.

2. Asky Febrianti

Love at first sight, and amazing yet beautiful result! I got a lot of compliments about the kebaya. Karena buat aku baju yang cantik itu akan membuat kita juga merasa cantik. Apalagi untuk hari spesial itu sangat diperlukan, selain boost the mood, itu juga ikut meningkatkan percaya diri.

3. Organdi Décor

“Sebelumnya tahu Organdi Décor cuma dari Instagram saja, dan dari dulu selalu ngebayangin kalau punya acara outdoor akan kerjasama dengan Organdi. Ternyata pas kenal orangnya, orangnya sangat helpful dan sangat mengerti apa yang aku mau. Organdi membuat hasilnya jadi sangat cantik dan benar-benar sesuai dengan apa yang aku inginkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *