Lamaran Nuansa Jawa Ala Marfa dan Angga

By Vonika on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

The Engagement

Umur pacaran Marfa dan Angga terbilang sangat baru dan keduanya pun terpaut 8 tahun. Meskipun begitu, keduanya sudah mantap untuk melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang yang lebih serius lagi. Dari awal pacaran, keduanya sudah menjalankan long distance relationship. Marfa kuliah di Jakarta, sedangkan Angga bekerja di Singapura. “Jadi, biasanya kami bertemu 2 minggu sekali. Aku selalu senang ketika hari Jumat datang, tetapi selalu mellow kalau sudah hari Minggu. Untungnya Angga tipe orang yang romantis. Misalnya, aku habis berkunjung ke tempat dia, dan dia selalu menyelipkan sesuatu di dalam koperku atau suka mengirim bunga dan surat-surat romantis yang bisa mengobati jika rindu melanda,” ujar Marfa.

Namun di lain waktu, tiba-tiba Marfa dan dua sahabatnya mendadak berlibur ke Singapura dikarenakan salah satu sahabatnya itu akan segera menikah. Jadi, bisa dikatakan liburan tersebut adalah jalan-jalan terakhir semasa dia lajang. “Akhirnya kita berangkat ke Singapura. Sesampainya di sana, ternyata Angga sudah menitip pesan kepada dua sahabatku itu, bahwa dia ingin quality time berdua saja seharian bersamaku,” tutur Marfa

Hari itu Marfa dan Angga kencan seperti biasanya. Mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua saja dengan menonton film di bioskop dan saling bertukar cerita. Selain itu, ternyata Angga juga sudah merencanakan fine dining romantis untuk Marfa. Di situlah niat Angga ingin melamar Marfa. Namun, karena film yang mereka tonton durasinya sangat panjang, jadi Angga sibuk mengubah waktu booking resto yang sudah dia pilih sebelumnya. “Tiba-tiba aku jadi mikir, ini kencan biasa not well prepared,” tambah Marfa sambil tertawa.

Sesampainya di resto tersebut, Angga memang melakukan proposal romantis untuk Marfa. Ketika mereka sedang bercerita, tiba-tiba ada pelayan yang memberikan dessert ke meja Marfa dan Angga. Namun dessert itu berbeda, di atasnya terdapat tulisan will you marry me?” dalam Bahasa Belanda. Kebetulan Angga menempuh pendidikan S1 dan S2-nya di sana. “Angga sengaja menuliskannya dalam bahasa yang tidak aku mengerti. Supaya aku menanyakan apa arti tulisan tersebut dan dia yang menjelaskannya. Saat itu perasaan aku senang bercampur kaget. Sempat aku terdiam beberapa menit karena kaget sekali,” jelas Marfa.

Marfa dan Angga mempersiapkan acara lamaran tersebut kurang lebih hanya 2-3 bulan saja. Menurut Marfa, tantangan dalam mempersiapkan acara ini lebih kepada perbedaan pendapat antara dirinya dan keluarga karena mereka memiliki taste yang berbeda. “Dulu mama aku pernah menjadi wedding organizer, jadi dia suka kesal dengan caraku merecanakan semuanya yang serba mendadak. Karena aku juga sambil kuliah, sehingga banyak miss communication. Misalnya, aku sudah booking 1 vendor photography dan ternyata mama juga mem-booking vendor photography lain. Jadi, ketika acara lamaran kemaren ada 2 vendor photography, sehingga semua momen tertangkap kamera,” jelasnya sambil tertawa.

Perpaduan delft blue dan sentuhan Jawa terlihat sangat pas di acara lamaran Marfa dan Angga. “Angga suka sekali pattern chinoiserie dan warna delft blue, sedangkan aku ingin menggunakan adat Jawa untuk menghormati eyang aku yang sudah meninggal,” jelas Marfa. Suasana tegang sangat terasa di awal acara. Namun, hal itu tidak berlangsung lama dikarenakan 3 sahabat Marfa sempat mencairkan suasana dengan berpura-pura menjadi dirinya sebelum akhirnya Marfa yang asli keluar. “Dramanya itu benar-benar berhasil mencairkan suasana tegang tersebut. Sampai akhirnya aku turun dengan diiringi alunan lagu Jawa,” tambah Marfa.

Selanjutnya acara lamaran berlangsung seperti biasanya, yaitu memberitahukan maksud dan tujuan dari acara ini, pembacaan nasihat pernikahan, pemberian seserahan dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita, dan ditutup dengan pembacaan doa. “Ketika pembacaan nasihat pernikahan, Angga menangis dan aku juga ikutan menangis, cuma bukan karena pembacaan nasihat pernikahan, tetapi melihat Angga menangis,” ucap Marfa.

Dalam acara lamarannya tersebut, Marfa terlihat sangat cantik dengan mengenakan kebaya berwarna putih. Ternyata, ada cerita di balik kebaya itu loh, brides. Marfa mengaku, kebayanya itu dijahit oleh penjahit langganan dia dan teman-temannya. ”Namanya Pak Ansori. Kreasi modelnya bagus-bagus sekali dan harganya sangat terjangkau. Bahkan dia bisa menyesuaikan model yang kita inginkan. Kalau bahan kebayanya, aku sendiri surprise sekali, karena mama aku sudah menyimpan lama bahan ini. Katanya, kalau aku tiba-tiba lamaran, bisa menggunakan bahan ini sebagai busana acara lamaranku. Padahal ketika itu aku masih single,” tutup Marfa.

Dikarenakan vendor favorit Marfa lebih dari 3, jadi dia tidak bisa memilih 3 vendor dan menjabarkan seluruh vendor-vendor favoritnya tersebut.

Vendor-vendor favorit Marfa dan Angga.

1. Party Planner Jakarta

Pasti orang-orang mengira Party Planner Jakarta hanya bisa di table setting saja. Tetapi jangan salah, karena Nadia selaku owner dari PPJ selalu memperhatikan hal detail dan perfeksionis. Alhasil dekornya yang sangat memuaskan dan di luar bayanganku. Kebetulan selera kita juga sama, yaitu simpel tetapi manis. Di saat acara semua orang memuji dekor party planner karena dibilang simple, cantik, elegan, tetapi tetap terlihat full. Dan yang terpenting, PPJ cepat sekali responnya dan selalu menjawab kelabilan aku sampai seminggu sebelum hari H. Selain itu, PPJ selalu menawarkan solusi yang benar-benar membantu aku.

2. Allyssa Hawadi

Cinta sekali sama hasil make up dari Allyssa. Dari pagi sampai malam masih terlihat dan semua orang, termasuk Mas Angga bilang, “wow, aku pangling.” Senang sekali bisa bikin orang pangling. Selain itu, Allyssa selalu mencairkan suasana ketika make up. Menurutku itu hal yang penting karena kita  pasti akan nervous. Saat itu aku merasa jadi lebih relaks bahkan bisa tertawa ketika make up. Padahal awalnya aku tidak bisa berhenti gemeteran, hahaha.

3. Bayu Svara

Top sekali! Padahal sebenarnya aku kurang berkomunikasi sama Bayu Svara sampai seminggu sebelum hari H. Aku hanya bilang, “band sama sound system buat acara lamaran biasa, ya dan aku mau ada lagu Jawa-nya. That’s it.” Mereka sudah atur semuanya sendiri dan sesuai dengan ekspektasi aku. Selain itu harga yang ditawarkan juga terjangkau. Sound system-nya juga bagus sampai ayah aku dan ayah Angga ikutan bernyanyi dengan band-nya.

4. Double Act

Hand down to this band. Please check out their music in youtube “Double Act”. Suara dan musiknya bagus. Mereka juga bisa improve, jadi lagunya bagus-bagus sekali. Selain itu, pembawaan Vini sang vokalisnya juga sangat fun. Dia datangi para tamu untuk bernyanyi bareng sehingga suasana benar-benar cair.

5. Imaginart Photo

Photography yang tidak pernah puas dengan gaya client-nya. Mereka selalu minta kita foto terus sampai mendapatkan hasil yang bagus disetiap momen. Jadinya, kita punya banyak sekali koleksi foto, baik foto pribadi, maupun foto dengan kerabat dan para tamu yang hadir.

6. HolicBox from Greenlight Photography

Candid photo dari holik bagus sekali. Banyak candid yang tetap terlihat enak dan anggun. Selain itu, edit foto warnanya juga tidak berlebihan, jadi aku dan Angga yakin hasil fotonya bagus dan lebih timeless dibanding banyak bermain warna.

7. Pink Suits

Ska (owner Pinksuits) selalu sabar kalau aku minta revisi dan dia cepat memberikan respon. Bahkan pernah 3x revisi dalam kurun waktu kurang lebih 3 jam. Ditambah lagi Angga dan keluarga sangat puas dengan ilustrasi dari Ska yang akhirnya diletakan di dalam undangan dan dipajang di acara.

8. Akasya

Kalau yang ini semua pasti tahu kualitasnya. Bukan cuma makanannya, air putihnya saja Akasya paling enak, hahaha. Sampai taplak yang dipakai dan bunga yg diletakan di tempat buffet saja bagus sekali dan banyak diperebutkan oleh tamu ibu-ibu. Jadi catering juga menunjang dekorasi kita sebenarnya.

9. Ansori Kebaya

Pak Ansori bisa memenuhi kebutuhan dan ekspektasi client-nya. Lalu beliau juga sabar sekali sama aku yang baru bertemu dia dua minggu sebelum acara, hahaha. Sampai bahan selendang aku itu dia juga, loh yang membelikan.

Selain vendor favorit, Marfa juga ingin membagikan tips kepada kalian yang sedang mempersiapkan acara lamaran. Berikut ini tipsnya.

“Pilihlah vendor yang enak diajak kerjasama dan responsif. Karena mau sebagus apapun, tetapi tidak responsif dengan keluhan atau keinginan kita, pasti hasilnya jadi kurang memuaskan untuk kita. Lalu, jangan terlalu overwhelmed sama persiapan lamaran karena di depan mata akan keluar lebih banyak cost dan tenaga untuk persiapan nikahan dan yang harus dipikirkan dari awal it’s about the marriage not about the wedding.”

×