Lamaran Outdoor Bertema Rustic ala Cindy Yulius

Style Guide

Venue Outdoor

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Sudah satu tahun mereka menjalin hubungan yang serius. Sebenarnya, keduanya sudah saling mengenal sejak SD, tetapi tidak terlalu dekat. “Kami baru dekat ketika selesai kuliah,” ujar Cindy memulai kisahnya.

Meskipun demikian, Yulius mengaku telah cukup lama mendekati Cindy. Hanya saja, Cindy tidak menyadarinya walaupun saat itu banyak saudara dan teman yang kadang-kadang suka bercanda menjodohkan mereka. “Pada akhirnya kami menjadi dekat. Ketika bersama Yulius, saya bisa menjadi diri sendiri, tidak perlu jaga image, apa adanya saja,”

Persiapan Lamaran

Apakah ada sweet proposal? “Tidak ada yang terlalu istimewa. Hanya sebatas obrolan kami berdua dan orang tua yang sangat mendukung hubungan kami,” jelas Cindy. “Dari awal kami sudah membicarakan bahwa kami sedang mencari pasangan hidup, bukan pacar. Jadi, kalau memang ternyata cocok, kami akan berlanjut ke pernikahan.”

Persiapan lamaran dilakukan sekitar 2 bulan. Mereka memilih venue yang cukup private, yaitu Hotel Selabintana. “Saya suka dengan suasananya. Bernuansa alam, tetapi tidak terlalu seperti ‘hutan’ sehingga aksesnya masih mudah untuk beberapa orang dari keluarga kami yang sudah cukup tua.”

Menurut Cindy, tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah mendapatkan izin dari orang tua untuk mengadakan acara di luar rumah. Dalam tradisi Chinese, lamaran biasanya dilakukan di rumah perempuan. “Kami ingin melakukan sesuatu yang berbeda, tetapi tetap intimate yet casual.”

Tantangan lainnya adalah mengatasi musim hujan. Meskipun back up plan telah dipersiapkan dengan menyediakan tenda transparan, mereka tetap pasrah dan menyerahkan semua acara kepada Tuhan. Dalam acara lamaran ini, salah satu prosesi yang dilakukan adalah prosesi minum teh yang menandakan bahwa keduanya saling menerima kehadiran pasangan. “Keluarga saya menerima Yulius dan keluarga Yulius menerima saya,” jelas Cindy.

Dekorasi Bertema Rustic

Ada dua spot yang mereka atur di venue, yaitu mini pelaminan (aisle) untuk acara utama dan long table untuk makan malam setelah acara utama selesai. Dekorasi yang digunakan bertema rustic dengan elemen kayu dan bunga.

“Saya kebetulan berteman baik dari kecil dengan Vega (Owlsome Project). Awalnya, ia sangat tertarik dengan décor rustic, tetapi saat itu belum banyak vendor décor yang mengambil rustic. Vega mengajak saya bergabung dan jadilah Loons&Banes. Saya lebih banyak meng-handle sisi business, sedangkan Vega dari sisi creative. Saya tidak terlalu repot mengurusi dekorasi karena sudah tahu kinerja tim. Semua persiapan, dari mood board, venue, wardrobe, dan decoration dibantu oleh Vega dan tim.”

Inilah top 3 vendors yang direkomendasikan oleh Cindy:

1. Owlsome Project (photographer)

“Saya tahu Owlsome Project sejak awal mereka mulai berkarya.”

2. MissK (makeup and hair do)

“Saya memilih mereka bukan hanya karena teman, tetapi karena memang bisa mewakili harapan saya.”

3. Loons & Banes (decoration)

“Vendor yang juga saya rekomendasikan.”

Ada beberapa tips dari Cindy untuk para brides to be saat mempersiapkan lamaran.

  • “Kalau mau acaranya berkesan dan fotonya bagus, flow acara dan content-nya pun harus diusahakan sebagus mungkin. Every detail counts, dari segi pemilihan wardrobe, venue, dan vendor pun harus sesuai dengan keinginan kita. Jangan pernah memaksakan dan memilih vendor yang berbeda style dengan kita.”
  • “Tak kalah penting kesiapan pribadi pasangan karena akan banyak hal-hal yang bisa memunculkan konflik atau argumen dalam persiapan ini. Saya dan Yulius selalu terbuka dan kompromi untuk keputusan-keputusan yang kami ambil untuk acara ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *