Lamaran Penuh Haru ala Rai dan Yoannes

By Septa Mellina on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Saat banyak pria melamar dengan cara yang romantis, pasangan Rai dan Yoannes justru tidak mengalami hal ini. “Sewaktu kami balikan, saya bilang ke dia kalau saya mau pacaran serius. Saya tanya dia serius nggak dan dia dia mengiyakan. Saya tanya juga, kapan mau nikahnya? Dia jawab kira-kira 2016; saat itu masih 2012. Jadi lebaran tahun 2015 lalu, saya kembali tanya, apa sudah saatnya memperkenalkan kedua orangtua kita. Dia pun datang ke rumah saya di hari lebaran kedua. Ngomongnya sih cuma untuk perkenalan orangtua, tapi ternyata ayah Yoannes juga menyampaikan bahwa anaknya ingin mengajak saya ke jenjang selanjutnya. Yoannes pun melamar saya saat itu, tapi ke Papa bukan ke saya. Kaget juga sih, karena tadinya saya pikir benar-benar hanya kenalan aja. Sehari sebelum pertunangan kemarin, saya bilang ke dia, sebenarnya saya pingin dia melamar saya secara personal juga, dia cuma cengar-cengir saja, tapi kemudian saat mengantar saya pulang ke rumah, di mobil dia tanya, “Sayang, kamu mau ga nikah sama aku?” hahaha.. saya cuma jawab, “telat!”,” Rai berkisah.

Pasangan ini pun langsung mengajukan pertunangan mereka ke Gereja Katolik setempat. Rai mengaku, proses yang ia lewati cukup mudah. “Sebenarnya mudah, cuma perlu mengabari ketua lingkungan setempat, kemudian ketua lingkungan yang akan mengabari Gereja setempat. Hanya saja saya satu-satunya orang Katolik di dalam keluarga saya. Saya baru dibaptis pada Paskah lalu,dan saya tinggal di Jakarta sementara acara akan diadakan di Yogyakarta. Sempat terjadi kebingungan karena Mama di Yogja tidak familiar dengan acara keagamaan Katolik. Untungnya beberapa pihak gereja sangat baik dan mengerti kondisi saya dan keluarga, sehingga mereka memberikan beberapa arahan. Untuk acara ini, saya pun hanya mempersiapkan meja dengan taplak putih, salib, dua buah lilin, dan mangkuk kaca untuk tempat air suci,” Rai menjelaskan.

Di hari pertunangannya, Rai mengenakan kebaya warna gold yang sangat cantik. Ternyata, Rai dan Mamanya harus hunting di sepanjang Jl. Solo, Yogyakarta demi mendapatkan kain yang tepat. “Bahannya full brokat bordir besar dan tebal. Warnanya cocok banget untuk kulitku. Mama sendiri yang mendesain kebayanya, termasuk request ke penjahit untuk posisi bordir daunnya yakni horisontal di bagian atas dan vertikal di bagian bawah. Modelnya dibuat pendek di badan, supaya kain bawahannya terekspos, karena kembaran dengan Yoannes. Penjahitnya penjahit langganan dekat rumah yang sudah terbiasa dengan request-request desain dari Mama,” kata Rai.

 

Salah satu hal yang berhasil mencuri perhatian tim The Bride Dept adalah ring holder yang sangat unik. “Dua Minggu menjelang pertunangan, saya merasa something missing. Ternyata belum ada something personal yang menggambarkan hubungan kita di acara nanti. Saya pun mulai browsing wedding and engagement DIY projects dan menemukan inspirasi ring holder berbentuk hook yang dipasang di balok kayu,” kata Rai.

Sayangnya, karena kesibukan keduanya, pasangan ini merasa nggak mungkin untuk merealisasikan mimpi mereka hanya dalam waktu sesingkat itu. “Untungnya, saat itu saya teringat produk Make n Living yaitu laser engraved styled wood. Beberapa kali saya lihat Make n Living posting personalized merchandise di luar produk mereka, jadi saya coba menghubungi mereka untuk mewujudkan ide saya. Ternyata mereka menyanggupi, dan mereka juga yang memberi saran untuk memakai animal icon couple sebagai desainnya. Saya langsung terpikir untuk memakai icon peliharaan kami Benjo (Golden retriever milik Yoannes) dan Beby (shihtzu milik saya). Apalagi dulu saya memakai Beby sebagai alasan untuk bisa dekat lagi dengan Yoannes. Pas banget deh. Quote-nya saya dapat dari browsing love and dog quotes, no particular meaning, cuma plesetan dari four letter word jadi four legged word haha. Sekitar 1 minggu pesanan saya sudah jadi and I love it! Laser engraved-nya detail dan terlihat unik,” kata wanita cantik ini.

Rai mengaku, di antara serangkaian prosesi pertunangan yang ia lewati, proses saat ia dinasehati oleh salah satu umat tertua di lingkungannya justru sangat berkesan. “Bagi sebagian orang, mungkin petuah dari tetua itu membosankan, tapi menurut saya tidak sama sekali. Homili, atau nasehat dalam ibadat, dibawakan oleh salah satu umat yang tertua di lingkungan saya. Beliau dan istrinya sudah menikah selama 42 tahun dan sampai sekarang masih menjadi idola warga sekitar karena kekompakannya.  Sang istri juga kebetulan koordinator nyanyian dalam ibadat itu.  Beliau menceritakan kisah pertunangannya 42 tahun yang lalu dan bagaimana menjaga kasih dalam rumah tangga mereka. Pastinya saya berharap kami nantinya bisa menjadi seperti mereka, menjaga apa yang telah dipersatukan Tuhan agar tidak dipisahkan oleh manusia. Saya juga sangat terharu karena keluarga besar Mama yang 100% muslim dan Papa yang Hindu mendukung acara ibadat dengan baik,” kata Rai penuh rasa syukur.

Untuk Rai dan Yoannes, tim The Bride Dept mendoakan agar persiapan pernikahan kalian berjalan lancar. And, sure, we wish you an everlasting marriage!

Top vendor pilihan Rai dan Yoannes:

Make Up dan Hairdo by Dian Damai

“Sukaaa banget make up-nya, tahan lama dan tidak terasa berat. Make up-nya nyaman banget, bahkan saya yang biasanya tidak nyaman dengan falsies bisa betah sepanjang malam memakainya. Banyak yang memuji make up saya, perfect-lah. Saya juga suka hair do-nya, simple tanpa sasak, oke banget!”

Pramalistya Photography

“Saya menemukan mereka lewat pencarian hashtag di Instagram, karena budget saya sangat terbatas untuk dokumentasi, saya sengaja mencari vendor baru, atau kalau bisa mahasiswa yang masih belajar foto hahaha. Saya tertarik dengan Pramalistya karena editannya yang bright dan bersih natural. Saya senang mereka mengajak saya ketemuan sekitar seminggu sebelum hari H untuk menanyakan ekspektasi saya terhadap dokumentasi acara ini. Daaaan hasilnya beyond expectation banget, foto-fotonya bagus, dengan angle yang bagus juga. Suka banget sama hasilnya”

Vidi Catering and WO (decoration)

“Saya gak sempat coba catering-nya, tapi katanya sih enak. Saya suka sekali dengan dekornya, simple, elegant, dengan nuansa light gold and cream. Terlihat mewah juga, harganya sudah paketan dengan katering jadi lebih hemat daripada bikin acara di rumah!”

Tips dari Rai & Yoannes:

Penting sekali untuk menyamakan persepsi mengenai acara lamaran, karena adat dan kebiasaan tiap keluarga berbeda, kita harus terus berkomunikasi dengan kedua pihak keluarga. Sebisa mungkin melibatkan keluarga dan orang-orang terdekat dalam persiapannya sehingga terasa ini acara bersama dan suasana saat hari H lebih akrab.