Lamaran Rienna dan Varyan dengan Tema Green Rustic

Style Guide

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Rienna dan Varyan bertemu di awal tahun 2015 lalu dari seorang teman yang sengaja menjodohkan mereka. Namun, karena Rienna harus berangkat ke Palembang selama satu tahun untuk menjalani PTT kedokterannya, hubungannya kedekatannya dengan Varyan yang berdomisili di Jakarta jadi on and off. Dari situ, Rienna menyimpulkan bahwa Varyan nggak serius mendekatinya, sampai akhirnya Rienna memutuskan untuk menjauh dari Varyan.

Selama dua bulan lost contact, keduanya dipertemukan lagi di Bali, saat Rienna sedang menghadiri sebuah seminar kedokteran sedangkan Varyan sedang dalam perjalanan business trip.

“Kita jalan-jalan berdua, Varyan ngajak aku ke Ubud. Di situ, Varyan bilang kalau selama 2 bulan tanpa itu rasanya kosong dan dia bilang kalau dia membutuhkan aku di hidupnya. Bahkan, dia bilang dia bisa melihat sosok aku sebagai pendamping hidupnya.”

Sontak, Rienna yang saat itu belum menjadi kekasih Varyan, masih dalam proses pendekatan yang tertunda karena LDR, merasa senang sekaligus terharu mendengarnya. Sampai akhirnya, satu tahun berpacaran, Varyan langsung memberanikan diri untuk mendatangi kedua orang tua Rienna untuk langsung melamar kekasihnya tersebut.

Jelas, keberanian Varyan itu benar-benar membuat Rienna tersentuh dan semakin jatuh hati. Pasalnya, sejak awal Rienna sudah pernah bilang bahwa semua keputusan soal pasangan itu bukan hanya jatuh kepada jawabannya, namun juga keputusan orang tuanya.

Kesungguhan Varyan untuk meminang Rienna memang jelas terlihat, selain ia mendatangi orang tua Rienna langsung, ia juga menyiapkan proposal pribadi romantis untuk kekasihnya itu, tepat di hari ulang tahunnya.

“Tepat di hari ulang tahunnya, hanya kita berdua, he bended on his knee, lengkap dengan bunga dan cincin, aku surprise dan benar-benar terharu!”

Selain itu juga, Varyan sempat memberikan surprise yang tak disangka-sangka untuk Rienna. Saat itu, Rienna sedang berada ke rumah Varyan. Tiba-tiba, ia mendengar ada suara penyanyi di depan rumah, lengkap dengan gitar dan cajon. Sontak, kaget, karena ia merasa tidak pernah ada pengamen di depan rumah Varyan. Yap, seperti tebakan, sang pemusik tersebut menyanyikan lagu “Marry Me” dari Train yang diikuti dengan hamburan balon yang jatuh dari lantai atas rumah Varyan sambil memberikan tulisan di dinding,

This wall has been witnessing out journey since the beginning. Now this asks you to stay here. Will you?”

Pasalnya, rumah tersebut dibangun Varyan sejak awal kedekatan mereka. Bahkan, Rienna yang membantu untuk mengurus pembangunan rumah tersebut. Tak heran kenapa Varyan menyebut bahwa rumah tersebut juga menjadi saksi perjalanan mereka.

Karena Rienna merupakan anak perempuan terakhir, ia dan keluarga mempersiapkan lamaran ini secara matang dalam waktu 3 bulan. Orang tuanya berasal dari Sumatera Selatan, namun Rienna ingin menyelipkan nuansa modern, oleh karena itu, ia mengganti rumah-rumahan Palembang menjadi Greeny Rustic.

Untuk lamaran ini, Rienna dan Varyan memilih perpaduan warna peachy pink, hijau dan off white dengan backdrop daun-daun segar dengan bunga berwarna yang senada. Ia juga mengkombinasikan furniture rumahnya yang terbuat dari kayu dengan dekorasi lain yang berkonsep rustic. Ia memadukan krat-krat kayu dan tangga kecil untuk menjadi pot bunga fotonya dan Varyan yang ternyata menjadikan spot tersebut menjadi spot favorit untuk para tamu berfoto.

Menurut Rienna, tradisi Nyawak yang membuatnya terkesan karena merupakan pengikat antara ia dan juga Varyan. Rienna “diikat” dengan tali tiga warna: merah, putih dan hitam yang melambangkan keberanian, kesucian dan juga kekuatan yang dilakuakn oleh ibu Varyan, tante, serta saudara perempuan Varyan. Setelah itu, ia dipakaikan aksesoris adat Palembang oleh keluarga Varyan.

“Jadi, bukan hanya Varyan yang melamar aku, tapi insya Allah keluarga Varyan juga menerima aku. Begitu juga keluargaku yang menerima Varyan dengan simbolis pemakaian kopiah dari Ibuku.”

Top 3 vendor,

1. Nikhen’s Eternal

“Mas Khelvin dan Nikhen’s Eternal super baik dan sangat untuk mendengarkan permintaan aku. Mereka juga kasih masukan mengenai dekorasi dan tenda. Bahkan, Mas Khelvin juga banyak kasih bonus, aku nggak nyangka karangan bunga yang dikasih bakalan segede itu dan ada beberapa bonus vas bunga yang tadinya nggak ada, tapi ternyata dibonusin. Hasil dekorasi lamaranku benar-benar beyond expectation. Super highly recommended!”

2. Yuni Andalusi

“Aku percayakan kebaya lamaranku ke Mba Yuni, hasilnya memuaskan banget! Aku nggak terlalu rewel dengan model dan detailnya, tapi ternyata Mba Yuni berikan hasil akhir yang bagus banget dan sesuai dengan harapan aku.”

3. The Potomoto

“Tim The Potomoto datang on time dari pagi. Mereka selalu berusaha memenuhi request dari aku sesuai dengan brief yang dikasih beberapa hari menjelang hari H. Bahkan, mereka juga bisa mengarahkan aku dan Varyan yang kaku banget di depan kamera.”

Tips untuk para brides to be,

“Pikirkan dengan matang konsep yang kalian mau, lalu rundingkan dengan orang tua untuk menyamakan keinginan dan bertemu di tengah. Jangan takut untuk bilang semuanya ke vendor, bahkan untuk detail-detail yang kamu inginkan. Jangan lupa juga untuk mencatat semua detail biar nggak ada yang terlupa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *