Lamaran Simple dan Elegan dengan Sentuhan Warna Mint Green ala Vita dan Dean

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Lamaran Simple dan Elegan dengan Sentuhan Warna Mint Green ala Vita dan Dean di The Bellezza Suites

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Albergo Resto & Lounge, The Bellezza Suites

Event Styling & Decor Evento Jakarta

Photography 3Colors Group

Videography Arizy Dunya

Make Up Artist Hepi David

Beauty Preparation SLC Wedding Service (Bu Ros)

Catering Albergo Resto & Lounge, The Bellezza Suites

Wedding Organizer SLC Wedding Service

Beauty Preparation Satrijo Sulistijono

Bride's Attire Rumah Jahit by Meity

Seserahan Seserahan Indonesia

Others Nailart by @andnaildone

Kita tidak pernah bisa menebak kapan dan dimana kita akan dipertemukan oleh jodoh kita. Terkadang, pertemuan itu bisa terjadi di tempat dan waktu yang tak terduga, dengan cara yang juga tidak bisa kita tebak sebelumnya. Sama halnya dengan kisah awal pertemuan Vita dengan Dean yang bisa dibilang sedikit unik dan tidak terduga. Penasaran untuk tahu cerita lengkapnya? Yuk langsung aja kita simak ceritanya.

Perkenalan Vita dengan Dean berawal dari ajakan sahabat Vita untuk jalan bareng dan ikut ketemuan dengan teman-teman SMA-nya. Kebetulan, salah satu teman SMA sahabat Vita itu adalah adik Dean, yang juga baru dikenal Vita saat itu. Adik Dean bercerita kalau ia sebentar lagi akan menikah dan mereka pun lanjut ngobrol santai membahas hal-hal lain. Setelah mereka semua akan beranjak pulang, sahabat Vita spontan bertanya kepada adik Dean mengenai rencana pernikahannya, “berarti kamu menikah melangkahi kakak kamu dong?” dan langsung ditanggapi oleh adik Dean dengan, “Iya nih, carikan pacar dong untuk kakak aku.” Entah mengapa, sahabat Vita langsung melirik Vita dan ternyata ia langsung mengatur rencana untuk mempertemukan dan memperkenalkan Vita dengan Dean.

Tidak perlu waktu lama karena dua minggu kemudian, sang sahabat kembali mengajak Vita untuk jalan bareng dan ketemuan dengan teman-temannya, termasuk adik Dean, Dean, dan juga beberapa orang teman Dean. Perkenalan berlangsung santai dan saat itu Vita mengaku ia tidak berbicara terlalu banyak dengan Dean. Selain karena mereka memang baru saling mengenal, tapi juga karena ada teman-teman mereka yang lain jadi perbincangan hanya seputar hal-hal biasa saja.

Ingin lebih mengenal Vita, satu minggu setelahnya Dean mengajak Vita untuk jalan berdua yang menjadi momen dimana mereka memiliki waktu untuk ngobrol berdua dan lebih saling mengenal satu sama lain. Merasa ada ‘chemistry’ dan kecocokan, malam harinya Dean langsung menyampaikan bahwa ia ingin menjalani hubungan serius dengan Vita dan minta untuk dikenalkan dengan kedua orang tua Vita. Vita pun menyambut baik niat Dean karena ia pun merasa bahwa sudah saatnya untuk menjalani hubungan serius dengan seseorang. Tanpa menunggu lama, Vita langsung mengatur pertemuan Dean dengan kedua orang tuanya keesokan harinya.

Kedatangan Dean ke rumah keluarga Vita disambut dengan sangat positif oleh kedua orang tua Vita, yang menunjukkan bahwa mereka mendukung hubungannya dengan Dean. Bersyukur dengan respon orang tuanya yang sangat baik, Vita dan Dean pun semakin yakin untuk menjalani hubungan mereka dengan serius dan memutuskan untuk mulai pacaran. Perkenalan yang sangat singkat tampaknya membuat mereka bedua semakin yakin untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, sampai akhirnya di minggu ketiga setelah perkenalan pertama, Dean secara langsung meminta izin kepada kedua orang tua Vita untuk menikahi Vita. “Semua berjalan sangat cepat, hanya dalam waktu satu bulan, dari awalnya hanya iseng-iseng saja mau untuk dikenalkan, sampai terjadilah momen dimana Dean meminta izin kepada kedua orang tuaku untuk menikahi aku,” ujar Vita haru.

Kedua orang tua Vita menyambut niat Dean untuk menikahi Vita dengan sangat baik dan positif. lamaran Dean itu kemudian dilanjutkan dengan acara pertemuan kedua keluarga inti, yang menjadi momen pertamuan keluarga inti Vita dengan keluarga inti Dean untuk pertama kalinya. Pertemuan ini dilangsungkan untuk membahas detail acara lamaran dan juga pernikahan, termasuk waktu dan tempat, yang juga berlangsung dengan sangat lancar.

Singkat cerita, berawal dari pertemuan Vita dengan adik Dean, dua minggu kemudian berkenalan dengan Dean, dua minggu kemudian mulai berpacaran, dua minggu kemudian Dean memohon izin kepada kedua orang tua Vita untuk menikah dengan Vita, enam bulan kemudian melaksanakan acara Lamaran resmi, sampai akhirnya enam bulan berikutnya Vita dan Dean akan menikah, Semua terjadi begitu cepat dan Vita sangat bersyukur karena seluruh proses berjalan dengan lancar, termasuk acara lamaran resmi keluarga yang baru-baru ini mereka langsungkan.

Acara lamaran resmi keluarga dilangsungkan secara intimate dengan mengundang keluarga dan teman dekat mereka berdua. Konsep yang diangkat oleh Vita untuk acara lamaran resmi keluarga adalah Simple and Elegant dengan dominasi warna Mint Green dan sedikit sentuhan budaya Sumatera yang merupakan daerah asal Vita dan Dean. Sentuhan budaya Sumatera ditunjukkan melalui kain songket berwarna Mint Green yang dikenakan oleh Vita sebagai selendang yang melapisi kebaya berwarna senada, serta kemeja yang dikenakan Dean yang secara khusus dibuat menggunakan kain songket yang sama dengan selendang yang dikenakan Vita. Baik Vita maupun Dean terlihat sangat serasi mengenakan busana dengan warna senada, yang sukses membangun suasana haru dan bahagia.

Acara lamaran resmi keluarga berlangsung dengan lancar mulai dari prosesi tukar cincin, pemasangan kalung, sampai dengan prosesi serah terima seserahan dari kedua keluarga. Tidak hanya penuh haru, suasana acara juga sangat berkesan ‘happy’ yang terlihat dari para tamu undangan yang sangat terbawa suasana fun yang dibawakan oleh MC. Sebelum acara dimulai Vita sengaja meminta bantuan MC untuk bisa membangun suasana happy dan fun selama acara, “di acara lamaranku ini aku tidak mau ada sedih-sedihan, aku mau acaranya berlangsung seru dan dibawa fun,” cerita Vita. Terlebih lagi acara ini juga bertepatan dengan momen hari ulang tahun Papa Vita, dimana para anak dan cucu memberikan kejutan untuk sang papa dengan membawa kue ulang tahun sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun, yang diikuti oleh seluruh keluarga dan tamu yang hadir.

Momen yang paling berkesan dari acara lamaran ini menurut Vita adalah momen disaat ia berjalan menuju ke ruangan acara dengan diiringi lagu ‘You Are the Reason’ yang di-cover oleh Alexandra Porat. “Saat itu semua tamu memandang ke arahku dan itu adalah scene yang selama ini aku mimpikan,” ujar Vita. Setelah selesai acara, teman-teman Vita sampai bercerita kalau itu adalah momen yang sangat membuat haru bahkan sampai membuat mereka menitikkan air mata.  Momen lain yang juga sangat berkesan adalah saat Vita menjawab lamaran Dean secara langsung, saat Dean memberikan rangkaian bunga sambil berlutut di hadapan Vita, di depan seluruh keluarga dan tamu yang hadir, yang sontak disambut oleh canda tawa dan tepuk tangan dari para tamu. “Aku agak shock dan merasa gemas sendiri melihat kelakuannya,” canda Vita.

Dalam mempersiapkan acara lamaran ini, Vita juga merasakan beberapa tantangan yang cukup membuat panik, diantaranya masalah baju yang akan dikenakannya di acara. Vita mengaku awalnya ia sangat ingin mengenakan pakaian berwarna pink dan ia pun sempat nekat membuat baju dengan bahan berwarna pink yang ia pilih sendiri. Setelah pakaian selesai dibuat dan ditunjukkan kepada sang Mama, ternyata gagal! Sang Mama langsung memintanya untuk membuat pakaian baru, dengan membali bahan baru sambil ditemani oleh sang Mama. “Akhirnya aku meminta Mama untuk memilih semuanya. Memang pilihan orang tua tidak pernah salah. Pilihan orang tua memang paling tepat!” cerita Vita semangat.

Selain itu, ia juga sempat bermasalah dengan pilihan MUA karena setelah kordinasi mengenai waktu sampai ia akhirnya menyesuaikan waktu sang MUA untuk bisa meriasnya, pas di H-2 bulan sang MUA baru mengetahui kalau di hari-H dia harus merias acara wedding di luar kota! Jadi last minute Vita harus mencari MUA baru dan akhirnya pilihan jatuh pada @hepidavid yang ternyata hasil makeup-nya sangat bagus dan memuaskan. Terakhir, ia juga sempat panik karena sang fotografer utama mendadak tidak available di hari-H karena ternyata ia ada pekerjaan lain dan harus mengutus timnya untuk mengabadikan acara lamaran Vita, karena sejak awal ia kordinasi dengan fotografer melalui orang ketiga, jadi terjadi miskomunikasi, “tapi Alhamdulillah hasilnya tidak kalah bagus,” tutup Vita.

Berikut top 3 vendor pilihan Vita:

  1. Makeup: @hepidavid

“Makeup-nya bagus banget! Tahan lama sampai aku mau tidur. Suka banget dengan hasil makeup-nya sampai semua orang memuji hasilnya. Benar-benar suka dengan hasilnya.”

  1. Videographer: @arizydunya

“Semua momen penting berhasil di-capture seluruhnya, alur cerita videonya juga sangat teratur dan bagus. Cinematography-nya juga bagus, dan beberapa temanku lagi-lagi ada yang bercerita kalau mereka sampai menitikkan air mata saat menonton videonya.”

  1. WO: @slc_weddingservice

“Susunan acaranya sangat rapi, tepat waktu, dan terkoordinir dengan sangat baik. Kebetulan slc adalah WO kakak iparku, jadi sudah mengerti karakter aku dan tahu apa keinginan aku. Mereka sangat sabar mendengarkan ‘kebawelan’ dan ‘kepanikan’ aku, dan saat hari-H semua benar-benar sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, Mas Satrio yang menjadi MC juga orangnya asik banget, bisa membawakan acara dengan suasana fun sambil tetap membawakannya dengan formal dan baik.”

Buat kamu para brides-to-be yang sedang merencanakan acara lamaran, jangan lupa juga untuk menyimak tips dari Vita berikut:

“Tips untuk para brides-to-be, jangan lupa untuk melakukan konfirmasi sendiri dengan para vendor yang kalian pilih secara langsung, dan jangan meminta bantuan pihak ketiga, agar tidak terjadi miskomunikasi. Jangan lupa juga untuk selalu double check seluruh persiapan, karena sangat mungkin ada yang kita lewatkan, dan selalu percaya kalau pilihan orang tua adalah yang terbaik.”