Lamaran Simple dan Intimate ala Monita dan Bayu Risa

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Lamaran Simple dan Intimate ala Monita dan Bayu Risa

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue ARTOTEL Thamrin - Jakarta

Event Styling & Decor Brighter Day

Photography Venema Pictures

Make Up Artist Morin

Hair Do Morin

Catering ARTOTEL Thamrin - Jakarta

Bride's Attire TEDUH

Siapa yang tidak kenal Monita Tahalea dan Bayu Risa. Pasangan ini dikenal sebagai pasangan musisi yang sama-sama sudah menghasilkan banyak sekali karya musik. Sebut saja  single Monita yang berjudul Memulai Kembali, single Bayu Risa yang berjudul Percaya, dan juga single Bayu Risa berjudul Hadirmu yang merupakan hasil kolaborasi Bayu dengan Monita, yang pasti sudah sangat akrab di telinga kita. Namun, mungkin ada yang belum tahu kalau baru-baru ini Monita dan Bayu telah melangsungkan acara lamaran dan mereka tengah mempersiapkan hari pernikahan mereka berdua. Mau tahu cerita lengkap mengenai acara lamaran mereka? Langsung simak saja yuk ulasan The Bride Dept berikut!

Sama-sama memiliki kecintaan pada dunia musik dan dunia tarik suara sejak lama, Monita dan Bayu pun dipertemukan oleh dunia yang membesarkan nama mereka itu. Perkenalan Monita dan Bayu dimulai dari sebuah kontes menyanyi dimana kala itu mereka berdua sama-sama menjadi peserta. Tidak disangka pertemuan di kontes menyanyi beberapa belas tahun silam itu menjadi awal kisah cinta mereka berdua.

Setelah mulai saling mengenal satu sama lain beberapa belas tahun silam, mereka berdua lanjut menekuni dunia musik dan sama-sama berkarir di dunia tarik suara. Monita dan Bayu lantas menjadi teman baik, bahkan sempat beberapa kali terlibat dalam project musik yang sama. Lama kelamaan, hubungan pertemanan mereka berkembang tidak hanya sebatas urusan pekerjaan saja, karena setelah sekian lama berteman mereka jadi merasa mereka memiliki banyak sekali kecocokan. Hal itu akhirnya membuat Monita dan Bayu mencoba untuk saling mengenal lebih jauh dan akhirnya memutuskan untuk pacaran. “Sebenarnya dari awal Bayu telah menyatakan keseriusannya, dan setelah 4 tahun berpacaran akhirnya kami melangkah ke jenjang yang lebih jauh lagi, yaitu pernikahan,” ujar Monita.

Empat tahun menjalani hubungan pacaran dirasa cukup bagi Monita dan Bayu untuk saling mengenal. Tanpa ragu, Bayu pun memutuskan untuk melamar Monita dan mulai merencanakan momen lamaran yang memorable. Namun sebelum ia bertanya secara langsung, Bayu terlebih dulu meminta izin kepada Ayah Monita untuk melamar anak perempuannya itu. Bersyukur mendapat restu dari Ayah Monita, Bayu pun kemudian melamar Monita di hadapan teman-teman dekat mereka berdua.

Ada cerita lucu lho saat Bayu melamar Monita. Sebelum melamar, Saat itu Bayu berencana untuk membeli cincin dengan ditemani oleh sahabatnya. Namun karena jalanan macet dan waktu yang sudah semakin mepet, ia akhirnya rela menerobos jalanan Jakarta dengan naik Bajaj untuk membeli cincin tersebut. Saat Bayu melamar Monita, Bayu langsung berlutut di hadapan Monita sambil memberikan cincin yang telah ia beli dan siapkan tersebut, dan bertanya “Will You Marry Me?” di hadapan teman-teman mereka. Tapi, saat Monita menjawab “Ya” dan Bayu kemudian memakaikan cincin di jarinya, ternyata cincinnya kekecilan! Kenapa bisa kekecilan? Karena ternyata Monita salah memberi tahu ukuran jarinya ketika dulu mereka berdua sempat bercanda mengenai cincin dan lamaran. “Tapi bagi saya semuanya manis, karena saya tahu perjuangan Bayu untuk sampai di tahap ini,” kenang Monita.

Untuk konsep acara Lamaran keluarga, Monita mengaku bahwa ia dan Bayu sama-sama menyukai hal-hal yang natural dan intimate. Jadi untuk pemilihan tempat, busana, sampai dekorasi, Monita dan Bayu memilih dan merencanakan semuanya sendiri dengan mengacu pada konsep natural dan intimate, dengan menambahkan unsur personal touch yang menurutnya sangat pas menggambarkan karakter mereka berdua.

Menurut Monita, satu hal terpenting dari acara lamaran keluarga adalah kehadiran dan restu dari keluarga serta orang-orang terdekat. Tidak heran kalau Monita dan Bayu sejak awal merencakan acara Lamaran dengan konsep yang simple namun intimate, yang membuat tamu undangan dan keluarga yang hadir ‘betah’ berlama-lama sambil ngobrol dan ramah tamah dengan tamu lainnya dan menikmati hidangan makan siang. Selain itu, Monita juga bercerita kalau konsep yang mereka angkat juga dimaksudkan agar mereka bisa lebih mudah menyambut dan menyapa seluruh tamu yang hadir saat acara berlangsung.

Rangkaian acara lamaran diawali dengan proses adat Maluku yaitu “Maso Minta” dimana keluarga Bayu beserta keluarga besarnya seolah-olah datang dengan mengetuk pintu rumah kediaman keluarga Monita dengan membawa seserahan, yang bertujuan untuk menyatakan maksud kedatangan mereka, yaitu untuk melamar Monita.

Acara kemudian dilanjutkan dengan momen dimana Bayu secara langsung dan tanpa diwakili menyatakan tujuan dari kedatangannya beserta keluarga besarnya. Sambil menyatakan tujuan kedatangannya, Bayu juga memperkenalkan keluarga besar yang hadir mendampinginya hari itu, yang secara khusus hadir untuk menjadi saksi saat dirinya melamar Monita untuk menjadi istrinya. Setelah itu perwakilan keluarga Monita secara resmi menyambut kedatangan keluarga Bayu yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan jawaban Monita atas Lamaran Bayu.

Setelah Lamaran Bayu secara resmi diterima oleh Monita, Bayu kemudian memasangkan cincin ke jari Monita, sebagai tanda bahwa mereka telah resmi bertunangan, di hadapan keluarga besar mereka berdua. Momen itu pun sontak mendapat respon haru dari keluarga yang hadir.

Sebagai bentuk rasa syukur, mereka kemudian membawakan satu lagu persembahan yang berjudul “Great Is Thy Faithfulness” yang juga ungkapan bahagia karena acara telah berjalan dengan lancar sesuai rencana. Acara kemudian dilanjutkan dengan Ibadah, Short Message, dan doa penutup. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dimana kedua keluarga berbaur sambil menikmati hindangan makan siang yang telah disiapkan. “Acara berlangsung singkat dan cukup to the point, namun bagi saya pertemuan keluarga tersebut sangat bermakna,” ujar Monita haru.

Sesuai konsep yang diangkat, dekorasi pun mengangkat elemen yang simple namun tetap terkesan natural. Untuk dekorasi Monita mempercayakannya kepada Brighterday Weddings yang berhasil mempercantik ruangan dengan unsur daun-daun bernuansa hijau dan dekorasi bunga yang menambah kesan alami. Selain itu, mereka juga tidak lupa menambah elemen lampu yang semakin mempercantik ruangan dan membangun suasana intimate.

Bagi Monita, tantangan terbesar yang ia hadapi ketika mempersiapkan acara lamaran ini adalah kesiapan fisik dan mental, karena melibatkan banyak pihak termasuk keluarga besar dan juga para vendor. Selain itu, ia juga harus tetap menjaga komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat tersebut, dan yang terakhir adalah tantangan dimana ia harus pintar-pintar mengatur waktu agar persiapan berjalan dengan baik dan tidak ada yang terlewat.

“Highlight dari acara Engagement kami adalah saat perkenalan keluarga dan bagiku pribadi, yang paling berkesan adalah momen ketika Bayu mewakili dirinya sendiri menyatakan niatnya untuk melamar aku di hadapan seluruh keluarga besar,” cerita Monita saat ditanya mengenai momen yang paling berkesan dari acara lamarannya dengan Bayu.

Top 3 vendor yang menurut Monita sangat helpful dalam membantunya mempersiapkan acara lamaran ini adalah Venema Pictures, Artotel dan Brighterday Weddings. “Mereka berkomunikasi dengan sangat baik dan tenang, service yang mereka berikan pun sangat maksimal!,” cerita Monita.

Monita juga memberikan tips singkat untuk kamu yang sedang mempersiapkan acara Lamaran: Berdoa, jaga kesehatan, dan jangan menunda hal yang perlu segera dituntaskan. Jjika tugas-tugas telah dibagikan, percayakan sepenuhnya kepada orang-orang yang telah bersedia membantu dan terlibat.”