Lamaran Zenita dan Dimas dengan Adat Bugis

By Pravita Hapsari on under The Engagement

Lamaran Zenita dan Dimas dengan Adat Bugis

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Classy Tent Decoration

Photography Namora Pictures

Make Up Artist Bening Subianti

Hair Do by Andra

Catering Al's Catering

Seserahan Rose Arbor Seserahan

Usaha Dimas yang terus meminta sahabat mereka mengenalkannya pada Zenita sejak SMA ini selalu gagal. Akhirnya setelah mereka bekerja dan Dimas pulang dari studi S2, barulah mereka berkenalan tepatnya dipertengahan tahun 2017 lalu.

Dimas yang sangat kaku saat pertama kali dikenalkan ini akhirnya berhasil mengajak Zenita untuk first date dan saat itu juga sedang bulan Ramadhan, jadilah mereka buka puasa bersama. “Then the rest is history,” kata Zenita.

Dimas yang melamar Zenita tepat dihari ulangtahunnya ini ternyata memberikan kejutan yang sangat manis. Dimas, keluarga Zenita, dan teman-teman terdekat Zenita datang tepat pukul 00.00 dirumah untuk memberikannya kejutan dan hadiahnya ada one day trip ke Singapore. Mereka berangkat dipagi hari dan Zenita benar-benar tidak tahu-menahu kalau hari itu ia akan menyebrang pulau karena benar-benar dirahasiakan oleh Dimas dan orangtua Zenita.

Di Singapore Dimas dan Zenita berkeliling untuk kuliner, sampai di malam hari Dimas sudah bilang kalau dia sudah memesan meja di restoran yang sudah lama ingin dicoba oleh Zenita. Selesai makan, datanglah dessert yang ternyata diantar oleh sahabatnya sendiri dengan memakai seragam ala pelayan restoran. Saat dessert-nya dibuka ada cincin dan tulisan yes or no disitu, lalu Dimas berlutut didepan Zenita sambil membawa cincinnya. “Aku sangat speechless saat itu sekaligus terharu,” kata Zenita.

Zenita yang merupakan keturunan asli Bugis ini ingin melakukan lamaran sesuai dengan cara adatnya yaitu Mappetuada. Dalam acara Mappetuada, setelah lamaran diterima oleh pihak wanita dan diumumkan kapan akan dilangsungkan akadnya kepada keluarga dan kerabat dekat, Dimas dipakaikan songkok (sejenis peci khas Bugis) dan kain songket Bugis sebagai tanda bahwa nantinya ia akan menjadi bagian dari keluarga Bugis pihak wanita. “Suprisingly, Dimas cocok lho pakai songkok dan kain songket Bugis!” Di acara Mappetuada tamu-tamu dan keluarga Dimas juga disuguhkan kue-kue tradisional Bugis seperti kue barongko, bolu peca’, dan es palu butung.

Dengan waktu persiapan lamaran yang cukup singkat yaitu kurang lebih tiga minggu, Zenita pun mulai berkreasi. Ia mencari kain sendiri ditemani oleh mamanya dan dijahit oleh penjahit langganannya. Pada dasarnya, Zenita menginginkan busana yang simple karena ia tidak bisa diam dan suka bergerak kesana-kemari. Ia pun memilih model midi dress agar terlihat lebih anggun dan bagian belakangnya dibuat lebih panjang. Selain itu, Zenita juga suka sekali warna pastel dan motif bunga sehingga bahan yang dipilihnya pun sudah bermotif bunga dan full payet dengan warna soft pink dan soft blue dengan sentuhan silver.

Untuk dekorasi, Zenita dan Dimas sudah setuju untuk mengambil tema pastel-themed floral garden. Mereka pun menyeleksi vendor-vendor dengan melihat portofolio yang sudah mereka kerjakan sebelumnya dan pilihan jatuh kepada Classy Tent Decoration karena mereka mau memberikan bunga yang banyak dengan harga yang sesuai dengan budget.

Top 3 Vendor lamaran Zenita-Dimas:

  1. Rose Arbor Seserahan

“Rangkaian seserahannya exceeds your expectation!”

  1. Al’s Catering

Very good food for the price & professional service, ditambah pilihan menu mereka sangat variatif.”

  1. Namora Pictures

“Creative pictures, understands the venue well and quick, professional and kind personnels!”

Tips dari Zenita untuk para brides-to-be yang akan melangsungkan acara lamaran:

“Harus siap mengatasi masalah atau kejutan-kejutan yang muncul didetik-detik terakhir saat acara akan dimulai. Karena lamaran mungkin event pertama yang kalian siapkan bersama, terutama untuk yang sama-sama mengurusnya sambil bekerja dan tidak dibantu wedding organizer harus siap untuk membagi waktu dan jaga kesehatan karena akan lebih letih, dan pastinya kalian harus komunikasi dengan baik satu sama lain, saling support apapun itu yang dibutuhkan karena dengan begitu, sekecil apapun masalah yang dihadapi jadinya akan lebih ringan.”