Acara Lamaran Bernuansa Lavender dan Peach

By Vonika on under The Engagement

Style Guide

Style

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

The Engagement

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Airy Designs

Photography Delucce

Make Up Artist Maharani Nilla

Hair Do Fajri

Catering Gandrung Catering

Wedding Organizer Janur Kuning Wedding Planner

Others Andhita Siswandi (Sister's & Mom's Outfit)

Tidak ada yang tahu memang, kapan dan di mana kita akan bertemu dengan jodoh kita. Contohnya seperti Athia dan Anis. Keduanya pertama kali berkenalan di media sosial. “Aku add facebook Anis dan tidak lama dia terima request pertemanan itu. Kemudian, kita langsung berkenalan dan ngobrol. Karena merasa cocok, akhirnya kita pun melanjutkan komunikasi ini via whatsapp dan line. Dari awal berkenalan, aku belum pernah bertemu sama Anis karena dia di Bandung, sedangkan aku di Jakarta,” ujar Athia. Setelah kurang lebih 1 bulan berkenalan, akhirnya Anis datang ke Jakarta untuk menemui Athia. Pertemuan pertama mereka pun terjadi di rumah Athia. Hal ini dikarenakan selain bertemu dengan Athia, Anis juga ingin bertemu dengan orang tua Athia. “Katanya sih biar orang tua aku tahu kalau anaknya berkenalan dengan siapa,” tambah Athia. Setelah berkenalan dan bercerita mengenai pribadi masing-masing, ternyata Anis adalah junior dari kakak ipar Athia dan mereka pun sudah saling mengenal. Dunia memang sempit ya, brides. Setelah berpacaran mereka melanjutkan ke acara lamaran bernuansa lavender dan peach yang memberikan kesan ceria dan fresh. Yuk, kita simak kisah mereka!

Tidak perlu menunggu pertemuan selanjutnya, Athia dan Anis pun resmi berpacaran dan menjalani hubungan jarak jauh (Jakarta-Bandung). “Ketika itu Anis sedang melanjutkan study S2-nya di Bandung, sedangkan aku kuliah juga di Jakarta,” tutur Athia. Namun, bukan hanya sampai di situ saja. Setelah Anis menyelesaikan study-nya dan mulai bekerja, jarak mereka pun semakin jauh karena Anis ditempatkan di Riau. “Anis seorang engineer sehingga penempatan kerja-nya pun jauh. Meskipun begitu kami sama-sama menjaga hubungan ini dengan sebaik mungkin dan hubungan kami pun sudah memasuki usia 2 tahun,” ungkap Athia.

Athia mengaku tidak ada proposal romantis yang Anis berikan untuknya. Namun, ketika usia pacaran mereka menginjak 1 ½ tahun, Anis mulai sering menyinggung soal pernikahan dan benar-benar ingin menjalani hubungan tersebut ke jenjang selanjutnya. “Dia sering menanyakan “kapan kamu mau kita nikah?” atau “kamu udah siap belum?”.” Tambah Athia. Anis tipe orang yang sangat mengayomi. Dia lebih memilih untuk memprioritaskan Athia dibandingkan mewujudkan niatnya sendiri. Hingga akhirnya suatu hari di bulan Agustus 2015, Anis datang ke rumah Athia dan ngobrol dengan ayah Athia bahwa dia berniat ingin melamar Athia. “Pada saat itu aku terkejut sekali dia berani berbicara langsung ke Abi. Tetapi, di situ aku menjadi tambah yakin dan bersedia dinikahi oleh Anis,” ungkap Athia.

Selang 1 bulan berikutnya, Anis kembali datang ke rumah Athia dengan membawa orang tuanya. Pada pertemuan tersebut, keluarga Anis dan Athia membicarakan mengenai acara lamaran, tanggal pernikahan, dan lain sebagainya. Setelah semuanya disepakati, barulah mereka mulai mempersiapkan acara lamaran. Waktu yang dibutuhkan untuk Athia dan Anis dalam mempersiapkan acara itu, yaitu 3-4 bulan. Athia bercerita, dalam mempersiapkan lamaran, dia dan Anis dihadapi beberapa kendala. Salah satunya, yaitu mengenai tanggal lamaran yang dimajukan dari rencana sebelumnya. “Tanggal lamaranku di majukan sehingga sangat mendesak dengan jadwal pulang aku dari Umrah, yaitu H-2. Walaupun semua persiapan sudah selesai, tetapi aku merasa masih banyak yang kurang. Akhirnya aku cek lagi dan Alhamdulillah semuanya bisa terkendali karena bantuan keluarga dan wedding organizer,” cakapnya.

Untuk dekorasi, Athia dan Anis sepakat memilih warna lavender dan peach dengan konsep rustic. Karena mereka ingin tema acaranya soft dengan sentuhan banyak bunga berwarna-warni sehingga memberikan kesan cantik, elegan, dan ceria. Selain itu, ada juga centerpiece di sekeliling rumahnya yang memberikan nuansa homey. “Inspirasi tema ini aku dapatkan dari mama karena beliau sangat pandai memadukan warna, bunga, detail-detail lainnya,” kata Athia.

Dalam acara lamarannya, Athia terlihat sangat cantik dan elegan. Salah satu faktornya karena kebaya yang dia kenakan sangat cocok ditubuhnya. Rupanya, kebaya klasik berwarna lavender tersebut hasil rancangan Mbak Vera dari Vera Kebaya. “Alasan memilih model klasik karena aku suka sekali kebaya yang tidak menghilangkan bentuk asli kebaya itu sendiri. Aku memang sudah berniat ingin memakai model kebaya klasik di saat acara lamaranku,” tutup Athia.

Top 3 vendors pilihan Athia dan Anis.

1. Vera Kebaya

Kebaya aku dibuat menjadi sangat cantik sekali oleh Mbak Vera dan sangat sesuai sekali dengan selera aku.

2. Maharani Nilla & Fajri

Hasil make up Mbak Nilla bagus dan jauh di luar eskpektasiku. Selain itu, make up ini juga sangat tahan lama dan sesuai dengan keinginan aku. Mbak Nilla juga bisa mengerti kulit muka aku sehingga dia meriasnya dengan sangat profesional. Untuk hair do oleh Mas Fajri dan hasilnya sangat memuaskan.

3. Airy Designs

Dekorasi adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah acara pernikahan. Tim Airy Designs dengan profesional bisa merealisasikan keinginan aku untuk memiliki nuansa yang cantik, ceria, dan elegan.

Selain itu, Athia juga memberikan tips yang ingin di-share ke pembaca The Bride Dept dalam mempersiapkan lamaran.

“Dalam mempersiapkan acara lamaran, lebih enak menggunakan wedding organizer. Hal ini sangat membantu bagi para brides-to-be yang memang memiliki banyak kegiatan dan sulit memiliki waktu senggang. Karena apabila dibantu dengan wedding organizer semua persiapan pasti akan lebih mudah dan hasilnya juga sangat dan maksimal. Big thanks to Janur Kuning Wedding Planner yang sudah membantu mempersiapkan acara lamaranku ini.”

Shop