the bride dept pernikahan adat jawa dharmawangsa hotel airy designs

Library Themed Wedding of Nuy and Aji

Style Guide

Venue Hotel

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah
Wedding Reception

Masih ingat dengan lamaran Nuy dan Aji di Plataran Dharmawangsa yang pernah The Bride Dept bahas di sini? Pasangan yang baru mulai berpacaran pada bulan Oktober 2014 ini telah melangsungkan pernikahan di The Dharmawangsa Hotel beberapa waktu lalu. Berbeda dengan lamaran mereka yang menggunakan adat Jawa, Nuy dan Aji memutuskan untuk tidak menggunakan rangkaian prosesi pernikahan adat Jawa yang lengkap. Secara keseluruhan, rangkaian acara pernikahan mereka hanya terdiri dari pengajian, akad nikah, sungkeman, dan resepsi. Hal ini dikarenakan kesepakatan mereka untuk mengadakan resepsi pernikahan yang simple.

Meskipun simple, resepsi pernikahan Nuy dan Aji mengusung tema dekorasi yang sama sekali tidak biasa, yaitu ‘library in our own living room’. Pemilihan tema ini dirasakan Nuy mewakili dirinya dan Aji dengan sempurna, karena keduanya sangat gemar membaca dan belajar. Selain itu, Nuy memiliki permintaan khusus kepada Airy Designs, vendor dekorasi pilihannya, untuk tidak terlalu banyak menggunakan bunga. Alhasil, kombinasi properti-properti yang digunakan Airy Designs serta warna tiffany blue dan coral yang merupakan warna favorit Nuy sangat memukau. “It was truly beyond my expectation,” ucap Nuy dengan excited, “rasanya benar-benar seperti saya dan Aji menikah di living room kami!”

Dekorasi yang unik dan mengagumkan tersebut membuat resepsi pernikahan Nuy dan Aji menjadi terasa sangat hangat dan juga intimate, sehingga meninggalkan kesan tersendiri bagi Nuy dan Aji. Kehangatan ini juga ditambah dengan adanya pembacaan wedding vows dan first dance yang diiringi dengan performance dari Mike’s Apartment. Nuy juga bercerita mengenai persiapan first dance tersebut kepada tim The Bride Dept. “Kami hanya punya waktu 3 minggu untuk latihan dan setiap latihan pasti ada saja salahnya. Ajaibnya, kami tidak melakukan kesalahan sama sekali pada saat resepsi,” kenang Nuy. Nuy juga menambahkan bahwa ia dan Aji sangat menikmati momen first dance tersebut.

Sentuhan unik dan menginspirasi lainnya dari rangkaian acara pernikahan Nuy dan Aji adalah warna dress yang Nuy kenakan saat pengajian, karena di saat kebanyakan calon pengantin perempuan memilih warna pastel atau putih polos untuk pengajian, Nuy memilih warna putih dengan sentuhan merah. Rupanya, pemilihan warna ini terinspirasi dari perhiasan yang Nuy pakai. “Perhiasan saya warnanya ruby, jadi ide untuk warna dress datang dari situ. Design-nya sendiri terinspirasi dari Maison Valentino. Oleh Patricia Yolanda, saya dibuatkan long dress putih dengan bordir panjang berwarna merah. I just want to feel like a princess bride in white since I won’t wear white on my wedding day,” jelas Nuy.

Nuy juga memiliki cerita behind the scene yang menarik terkait kebaya dan beskap yang ia dan Aji kenakan saat akad nikah. “Pemilik Danar Hadi Solo adalah pakde dan bude saya, sehingga saya ingin mengenakan kebaya buatan Danar Hadi Solo saat saya menikah dan saya sangat bangga mengenakan kreasi buatan keluarga saya. Saya dan Aji sepakat untuk mengombinasikan kebaya dan beskap berbahan beludru dengan kain batik Sidomukti dari Solo. Kami juga memilih bordir emas berbentuk daun sebagai aksen dalam pakaian yang kami kenakan karena bentuk daun memberikan kesan yang anggun dan gagah. Saat mengenakannya, we truly felt like warrior king and queen,” Nuy menjelaskan dengan penuh passion. Karena kebaya dan beskapnya dibuat di Solo, Nuy dan Aji pun beberapa kali melakukan perjalanan Jakarta-Solo untuk proses designing dan fitting sebelum akhirnya mengambil kebaya dan beskap tersebut.

Kain batik Sidomukti kembali menjadi pilihan Nuy untuk resepsi pernikahan, namun ada sedikit perbedaan karena kain batik Sidomukti yang ia kenakan untuk resepsi pernikahan berasal dari Garut, bukan Solo. Kain batik Sidomukti dari Garut ini ia kombinasikan dengan kebaya Sunda berwarna tiffany blue kreasi Sapto Djojokartiko. Rupanya, Nuy telah menggemari Sapto Djojokartiko sejak 7 tahun lalu, lho. “I’ve been a big fan of Mas Sapto since 2008 jadi saya memimpikan untuk dibuatkan kebaya pernikahan oleh Mas Sapto. Saya betul-betul menyerahkan design dan detail-detail kebaya kepada Mas Sapto, karena saya yakin dan percaya bahwa hasilnya akan luar biasa,” cerita Nuy. And yes, we agree with her!

Saat ditanya mengenai tantangan terbesar mengenai persiapan pernikahan, Nuy menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya adalah harus mampu menyeimbangkan antara beradaptasi dengan pasangan, tetap perform dalam pekerjaan, dan mendapatkan vendor-vendor yang dibutuhkan untuk rangkaian acara pernikahan. “Kami baru resmi pacaran bulan Oktober 2014 dan persiapan pernikahannya sendiri hanya 4 bulan terhitung Januari 2015, jadi memang waktunya sangat singkat dan persiapannya sangat padat,” tambah Nuy. Sebelum menutup obrolan dengan The Bride Dept, Nuy memiliki tips-tips yang ingin ia bagi dengan pembaca The Bride Dept:

  1. Sabar, sabar, dan sabar. Dalam mempersiapkan pernikahan, kita perlu mengakomodir kemauan diri kita sendiri, kemauan pasangan, dan kemauan keluarga. Maka dari itu, kita harus pintar berkompromi, saling mengerti, dan sabar. If it feels like it gets too much, just remember why you both fall in love in the first place.
  2. Teamwork! Jangan menangani semuanya sendiri, bagilah tugas dengan pasangan. Selalu libatkan pasangan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaannya, karena ini adalah pernikahan berdua.
  3. Pilih vendor yang reliable, profesional, dan mampu memberikan quick response. Persiapan pernikahan kan sudah cukup membuat stres, jadi jangan menambah beban pikiran dengan memilih vendor yang lama dalam merespon inquiry kita karena itu hanya akan membuat kita semakin khawatir.

Nuy sangat puas dengan kinerja vendor-vendor pilihannya sehingga ia merekomendasikan 4 top vendors, bukan hanya 3 top vendors:

  1. Mamie Hardo, because what she did on the big day was ‘magic’! Benar-benar membuat pengantin jadi ‘manglingi’.
  2. Airy Designs, karena pemikiran dan kreativitas yang sangat out of the box. Airy Designs mampu mengakomodir kemauan klien dan eksekusi di lapangan juga melebihi ekspektasi klien.
  3. The Portrait Photography, karena Mas Ditto dan timnya sangat perfeksionis dalam bekerja. Angle foto-foto candid yang diambil juga sangat kreatif.
  4. Pranatacara Wedding Organizer, karena sangat cepat dalam merespon inquiry kami. Cocok dengan karakter kami yang tidak sabaran haha. Mbak Melia dan Mas Gandy sangat membantu kami dalam mengurus berbagai hal, mulai dari urusan yang bersifat remeh-temeh hingga urusan dengan vendor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *