Light Coral Engagement of Valeska and Irzan

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Private Residence

Event Styling & Decor 2523 Design Studio

Photography Mint Studio

Kebaya Rumah Kebaya

Make Up Artist Jasmine Lishava

Cerita lamaran hari ini datang dari salah satu kontributor The Bride Dept, yaitu Valeska. Acara lamaran ini bisa terbilang sangat unik karena mereka mengombinasikan konsep Star Wars dan warna-warna light coral. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki kisah cinta yang sangat menarik untuk disimak.

Valeska dan Irzan sudah saling mengenal sejak tahun 2008. Ketika itu, Irzan sudah menetap di Berlin sehingga perkenalan mereka terjadi melalui dunia maya. Walaupun begitu, mereka cepat akrab karena memiliki banyak kesamaan. “Sebelum resmi berpacaran, we talked almost everyday for about a year. Dari akrab jadi intense saling goda dan saling dekat gitu hehe. Intensitas yang meningkat membuat kami lebih saling mengenal dan membuatku merasa bahwa Irzan is the kind of man that I want and need,” kenang Valeska.

Ternyata awal mula masa pacaran mereka tidak seperti pasangan-pasangan kebanyakan karena semuanya dimulai dengan celetukan Irzan yang mengajak Valeska menikah. Lucunya, Valeska tidak terlena dengan ungkapan hati Irzan dan ia malah menantang Irzan dengan berkata,”Lo bisa menghidupi gue?” Irzan pun dengan penuh keyakinan menyambut baik tantangan Valeska tersebut. “Akhirnya kami diskusi mengenai hubungan kami, ketertarikan yang ada, the possibility of having future together, bahkan sampai detail seperti mau punya anak berapa dan mau pensiun usia berapa hahaha,” ungkap Valeska.

 

Walaupun Irzan sudah mengajak Valeska menikah, tetapi ternyata ia memang sudah mempersiapkan cincin agar bisa melamar Valeska secara langsung. “Bulan Desember 2014, Irzan pulang ke Jakarta. 3 hari sesudah landing, dia melamar saat kami makan malam di Sate Khas Senayan, Sudirman Citiwalk. It wasn’t romantic, because it was spontaneous. Dia cuma bilang, “Aku ada dessert buat kamu,” sambil mengeluarkan sebuah kotak putih yang dengan naifnya langsung aku buka dan BAM- isinya cincin. I went hysterical, semacam kena panic attack. I couldn’t breathe. Sejujurnya, aku ngga inget Irzan ngomong apa saat melamar, all I remember was how shaky his hands were when he put the ring on my finger (mine were shaky too). Memang dari awal kami sepakat berpacaran untuk menikah, but still, aku ngga nyangka dia akan melamar seperti itu.”

Untuk acara lamarannya ini, Valeska banyak bekerja sama dengan tim 2523 Design Studio. Konsep yang ditawarkan adalah simply chic dengan memilih Star Wars sebagai dasar pembuatan konsepnya. Sehingga color palette nya didominasi oleh warna hitam dan putih. Agar ada kesan sweet dan serasi dengan kebaya yang dikenakan Valeska, maka ia menambahkan warna light coral.

“Aku memang meminta sesuatu yang simple, sehingga tim 2523 Design Studio banyak bermain dengan aksen garis pada kain yang menghiasi area ruang keluarga, pojok nostalgia (yang sangat kental unsur Star Wars-nya karena dominan warna-warna monochromatic), dan lorong yang dihiasi payung-payung. Untuk menambah kesan manis, tim 2523 Design Studio juga memperbanyak bunga, terutama di area backyard. Intinya, bermain di warna, aksen, dan bunga, sih.”

Bagi Valeska, highlight dari acara lamarannya adalah ketika ia melihat ayahnya menangis untuk pertama kalinya. “Pada saat beliau memberikan jawaban atas lamaran yang disampaikan Irzan, beliau menangis karena terharu. Aku kaget banget melihat ayahku nangis dan semua perempuan di keluargaku langsung nangis. Aku jadi kaget dan berusaha mengontrol diri biar ngga nangis sesenggukan. I tried so hard to hold back my tears sampai-sampai aku lupa jawaban lamaran sebanyak 2 paragraf Microsoft Word yang sebetulnya sudah aku siapkan. Ketika ayahku menanyakan jawabanku atas lamaran yang Irzan sampaikan, aku betul-betul lupa jawaban yang sudah kubuat dan aku cuma mampu menjawab, “Insya Allah siap.”

Top 3 vendors pilihan Valeska adalah

1. 2523 Design Studio

Sebagai seseorang yang buta mengenai desain interior maupun eksterior, having a decoration team composed of 5 talented architects itu sangat menenangkan hati. Mereka mampu menerjemahkan apa yang aku mau, padahal aku punya kecenderungan asal tunjuk dan asal bilang suka ini itu tanpa mampu melihat kesinambungan tema secara keseluruhan. Aku juga sangat suka pendekatan mereka yang kekeluargaan and how transparent they were when it comes to budgeting. They also provided free yoghurt and brownies on my engagement day which makes me love them more hehe.

2. Rose Arbor Seserahan

Mbak Mayang maupun Tante Dita sangat komunikatif jadi aku ngga pernah khawatir mengenai lama ngga direspon. Hasil dekorasi kotak seserahannya juga cantik banget hingga membuatku merasa sedikit ngga tega untuk membukanya haha. I’ve been eyeing Rose Arbor Seserahan sejak dulu, jadi aku bersyukur banget bisa menggunakan jasa Rose Arbor Seserahan untuk lamaran.

3. Mint Studio

I like how Dhimas, the photographer, directed us to make funny poses ketimbang mengarahkan kami untuk berpose mesra atau romantis yang bukan kami banget. Aku dan Irzan adalah tipe pasangan yang lebih banyak bercanda daripada serius, jadi kami sangat menikmati arahan Dhimas yang membebaskan kami untuk berpose sekonyol mungkin. Melihat hasil foto-fotonya pun membuat kami tersenyum dan mengucap, “Ini kita banget!”

Pesan Valeska adalah “Brides-to-be punya kecenderungan untuk menjadi perfeksionis dan detail-oriented, which is completely normal. Memiliki standar yang tinggi akan sesuatu itu baik, tapi ngga ada salahnya untuk look at the big picture when some small details are missing. Relakanlah dengan mengucap, “Ya udahlah,”. Mungkin awalnya akan terasa berat, tapi nanti lama-lama akan legowo kok hehe.Selain berbagi tugas dengan pasangan untuk mempersiapkan lamaran, ngga ada salahnya untuk berbagi perasaan juga, karena pasangan kamu adalah tempat curhat terbaik. Kadang ada saatnya kita hanya ingin menumpahkan perasaan dan didengar tanpa dinasihati ini itu. Nah, kepada siapa lagi kalau bukan pasangan sendiri?”