Midnight Blue Wedding at Shangri-La Jakarta: Dewinta & Yura

By arinda.p on under The Wedding

pernikahan adat jawa the bride dept dewinta ernst and young wedding didiet maulana ikat indonesia indonesia yura

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Shangri-La Hotel Jakarta

Event Styling & Decor Birdshouse Decoration

Photography The Portrait Photography

Bride's Attire Svarna by Ikat Indonesia

Make Up Artist Anggun Busana

Wedding Reception

Venue Shangri-La Hotel Jakarta

Event Styling & Decor Birdshouse Decoration

Bride's Attire Svarna by IKAT Indonesia

Photography The Portrait Photography

Make Up Artist Mia

Kita memang tidak pernah tahu kapan dan di mana akan bertemu dengan jodoh kita. Pertemuan Dewinta dan Yura dimulai pada saat keduanya bekerja di Ernst & Young Jakarta, salah satu perusahaan audit yang sangat terkemuka. Kebetulan mereka memang bekerja di divisi yang sama dan dari situlah mereka mulai memiliki ketertarikan satu sama lain. Setelah berpacaran selama kurang lebih 1,5 tahun, Yura pun melamar Dewinta.

Yura melamar Dewinta ketika ia sedang menyetir menuju tempat berbuka puasa, kebetulan pada saat itu memang Bulan Ramadhan. Menurut Dewinta, Yura memang bukan pria romantis tetapi ia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya timur. Hal ini dibuktikannya dengan meminta izin menikah terlebih dahulu kepada orang tua Dewinta melalui Skype sebelum melamar Dewinta. Orang tua Dewinta memang tidak tinggal di Indonesia. Oleh karena itulah, Dewinta merasa sangat surprised begitu tahu bahwa Yura meluangkan waktu untuk meminta izin menikah kepada orang tua nya melalui Skype tanpa sepengetahuan dirinya. Well, we guess when you know she’s the one, you’d do anything for her, right?

Semenjak kecil Dewinta sudah memiliki gambaran mengenai pernikahan impiannya, yaitu dengan menggunakan adat Jawa dan kebaya. Sehingga ia merasa tidak memiliki kesulitan dalam mewujudkan pernikahan impiannya. Ia juga didukung oleh kedua belah pihak. Meskipun demikian, Dewinta merasa sangat mudah untuk terbawa keinginan ketika sedang browsing di Internet. Jadi menurutnya, penting untuk bisa stick to the theme you have set for your wedding. “I have to keep reminding myself that nice dresses are irrelevant haha,” ujarnya.

Dalam mempersiapkan pernikahannya, Dewinta mengaku sangat beruntung karena memiliki pasangan dan keluarga yang tidak terlalu banyak menuntut. Akan tetapi, ada request khusus lho dari Yura! Dari awal, ia bersedia untuk menggunakan beskap untuk akad nikah, tapi untuk resepsi dia ingin menggunakan celana panjang! Nggak mau yang lain. Beruntungnya, mereka bertemu dengan Didiet Maulana yang bisa menyatukan keinginan Dewinta, Yura dan orang tua mereka masing-masing. Hasilnya? Absolutely beautiful! “Both of our moms were in awe of the Mas Didiet’s craftmanship! Kebaya nya bagus banget. I don’t think I would want it any other way!” ujar Dewinta.

Untuk lokasi pernikahan, Dewinta dan Yura memilih Hotel Shangri-La Jakarta karena selain lokasinya yang berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau oleh semua tamu, Dewinta dan Yura sangat suka dengan hidangan di Satoo, salah satu restaurant di hotel tersebut. Menurut mereka, Satoo adalah salah satu restoran hotel terbaik di Jakarta, sehingga jika restaurant-nya saja memuaskan, tentu saja catering hotelnya akan memuaskan juga.

Rangkaian acara Jawa lengkap pun dilakukan oleh Dewinta dari Yura. Mulai dari pengajian, siraman, midodareni, akad nikah (termasuk panggih) hingga resepsi! Tapi dari semua acara tersebut, Dewinta mengaku bahwa yang ia paling suka adalah ketika akad nikah dan panggih.

I have always wanted to do the whole rituals! Mulai dari suap-suapan, membersihkan kaki suami sehabis dia menginjak telur hingga duduk dipangku oleh Ayahku. Jadi ketika akhirnya aku bisa melakukan itu semua rasanya senang sekali.”

Pengajian dan akad nikah merupakan momen yang paling mengharukan bagi Dewinta.

“Ketika acara pengajian itu mengharukan banget. Ayah aku nangis ketika sedang memberikan nasihat. I’ve never seen my dad cried before, that was my first time. Berikutnya beliau menangis kembali ketika sedang Ijab Kabul. He was all choked up then. Itu juga bikin aku nangis haha. I can really feel the love from my parents that day.

Pada acara resepsi, Dewinta mengundang salah satu band favoritnya, Maliq & d’Essentials untuk mengisi acara. Dewinta mengaku bahwa tidak hanya dia tapi juga keluarganya sangat menyukai Maliq & d’Essentials. Selain itu, Dewinta memang menginginkan performance yang tidak terlalu romantis tapi juga upbeat. So Maliq & d’Essentials lah yang memang paling cocok dan bisa mengakomodir keinginannya ini.

Untuk 3 top vendor yang Dewinta pilih dalam pernikahannya adalah:

  1. Didiet Maulana

Mas Didiet dan teamnya sangat welcoming orangnya dan juga sangat baik. Selain itu, beliau juga bisa menyatukan keinginan-keinginan kita semua yang berbeda-beda.

  1. Mbak Mia

Dari awal Dewinta memang menginginkan makeup yang bisa memberikan hasil natural tapi tetap cantik ketika difoto. Dewinta ingin ketika nanti 10 tahun lagi anak-anaknya sedang melihat foto pernikahan dia, mereka masih bisa mengenali dirinya.

  1. The Portrait Photography by Ditto Aditya.

“Jujur aku sama Yura bukan anak photography banget haha but we know that we want hasil foto kita to be touching. Jadi sehabis dapet rekomendasi dari teman, plus lihat instagram untuk referensi, kita akhirnya memutuskan untuk memakai The Portrait Photography. Plus point untuk Mas Ditto yang bisa mengarahkan gaya aku yang super kaku pas pre-wedding photo shoot. I am like the most awkward person in front of the camera, the only thing I know to do in front of the camera is to smile. So the fact that hasil foto-foto pre-wedding aku is not just me smiling to camera is a testament to how good he is,” ujar Dewinta.

×