Mingle Party in Pinewood by Sastri & Luthfan

By NSCHY on under The Wedding

Mingle Party in Pinewood by Sastri & Luthfan

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Orchid Forest Cikole

Event Styling & Decor Pinecone Decor

Photography The Daydream Story

Make Up Artist Deria Barmadie

Hair Do BCL Wedding Gallery

Bride's Attire Surya Ningsih

Catering Waroeng Atjeh

Wedding Entertainment Josh & friends

Semuanya bermula di sebuah kafe di Dago Atas, Bandung. Saat itu, Luthfan bukanlah orang yang sebenarnya ingin Sastri temui. Namun Luthfan hanyalah pendamping orang tersebut. Seiring berjalannya waktu, Sastri malah jatuh hati pada Luthfan karena merasa “klik” sejak hari pertama bertemu.

Mengaku sama-sama cocok, keduanya memberanikan diri untuk menjalani hubungan. Namun, karena jarak, mereka berdua harus sering bertengkar dengan jarak. Luthfan tinggal di Bandung, Sastri berdomisili di Jakarta. Belum lagi, saat itu, Luthfan sempat melanjutkan studi di Leeds, Inggris.

Keseriusan mereka berlanjut saat Sastri dan keluarga Luthfan sedang berlibur sambil mengunjungi Luthfan di Inggris. Tepat di puncak London Eye, Luthfan memeluk Sastri sambil menanyakan suatu hal yang romantis, “Will you marry me?”

Tentunya, berada di tengah kerumunan membuat Sastri dan Luthfan menjadi pusat perhatian. Tentunya juga, Sastri menerima lamaran Luthfan.

Sastri dan Luthfan sama-sama menyukai suasana yang sejuk dan alami. Makanya, mereka memutuskan untuk memilih hutan pinus sebagai venue pernikahannya, Orchird Forest.

“Kita minta banyak dekorasi daun di venue. Lalu, karena tidak ada jeda antara akad dan resepsi, kita juga tidak berganti baju, tapi aku hanya melepas veil aja untuk resepsi. Riasan dan gaya rambut sederhana, sesuai kepribadianku.”

Untuk suasana yang lebih intim, Sastri dan Luthfan hanya menyebar 350 undangan untuk keluarga dan teman dekat. Pemilihan band pun sengaja diseleksi untuk membuat para tamu undangan untuk berdansa bersama. Wedding toss? Menggunakan bandrek dan gelas suvenir tamu.

 

“Aku minta adik dan beberapa temanku untuk berdansa flashmob. Aku sudah minta H-14 sebelum hari pernikahan, kebetulan teman SMA ku ada yang penari dan dia bersedia untuk membuat koreo untuk hari pernikahanku. Tapi, koreo baru selesai H-3 dan selama 3 hari tersebut mereka hanya latihan lewat video aja. Meski ngga semua bisa dance, tapi mereka bisa hapal dan kompak! Aku pun kasih kejutan untuk Luthfan di bagian akhir, dengan ikutan nari.”

Karena benar-benar ingin sesuatu yang sederhana, Sastri dan Luthfan mengeliminasi adanya acara lamaran, namun diganti dengan pertemuan keluarga. Lalu, akad nikah dimulai pukul 4 sore dan langsung dilanjutkan dengan resepsi.

“Kita memang sengaja hanya mengundang 350 orang, agar lebih intim.”

Hanya dalam waktu 3 bulan, dengan segala tantangan, Sastri dan Luthfan berhasil menggelar pesta pernikahan yang berkesan bagi mereka, dan untuk tamu undangan yang datang.

Top 3 vendor:

1. Pineconedecor

“Cantik! Kita suka dengan setingan Akadnya. Tim Pinecone selalu ada setiap persiapan, mereka sampai survei lebih dari tiga kali, karena memang venue-nya baru dipakai satu kali untuk pernikaahn. Selain itu, mereka selalu memberikan ide-ide yang menarik.”

2. Catering Lintang & Waroeng Atjeh

“Makanannya super enak. Mas Liman dan Bang Fazrul juga super friendly dan helpful. Aku pesan 300pax, tapi di hari H ditambahin 100pax. Katanya, venue-nya jauh dan takut makanannya kurang. How lucky I am.”

3. Thedaydreamstory Photo

“Aku suka setiap momen yang diambil Nadya dan tim. Walaupun konsep acaranya mingle dan tanpa pelaminan, tapi mereka bisa mengambil semua momen. Hasil tone-nya juga aku suka dan banyak yang memuji.”

Tips untuk brides to be,

Breakdown to do list masing-masing, berikut deadline-nya. Bikin reminder di HP masing-masing, jadi bisa saling memonitor. Selain itu, jangan terlalu stress untuk mendapatkan pernikahan yang sempurna, karena tidak ada orang yang sempurna.”

×