Minimalist and Nostalgic Wedding ala Jessica and Grasio

By NSCHY on under The Wedding

Minimalist and Nostalgic Wedding ala Jessica and Grasio at Thamrin Nine Ballroom

Style Guide

Style

International

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Thamrine Nine Ballroom

Event Styling & Decor Gaia Nata

Photography Soe & Su

Make Up Artist Jasmine Zenobia Kaligis

Hair Do Chika Wantie

Bride's Attire Dewangga Larasati

Groom's Attire SAS Tailor

Catering Al's Catering

Wedding Shoes CAVA PRIVÈ

Wedding Cake Gordon Blue

Invitation Galeri Amori

Others Vienna Gallery

Lima tahun bukanlah sebuah waktu yang singkat dalam menjalani sebuah hubungan berpacaran; Jessica dan Grasio sudah berhasil menjalani berbagai pahit dan manisnya hubungan percintaan selama lima tahun yang indah tersebut.

Perjalanan panjang mereka dimulai saat program management trainee pada salah satu bank di Jakarta. Sebenarnya, jauh sebelum itu, Jessica dan Grasio sudah pernah bertemu sebelumnya saat interview kerja di salah satu perusahaan bank.

“Cuma Grasio yang ingat pertemuan tersebut. Dia bahkan juga sampai ingat pakaian yang aku kenakan pada saat itu. Sedangkan, aku nggak ingat sama sekali.”

Grasio yang terkenal akan ‘anti-pernikahan’ justru tidak disangka-sangka berakhir di dalam pelukan Jessica yang terkenal clumsy dan emosional. Meski pada awalnya Grasio berpendirian untuk tidak menikah, namun dengan seiring berjalannya waktu, mulai dari selalu bersama-sama selama tiga tahun pada bank yang sama, sampai akhirnya Jessica mengejar mimpinya di London, pada akhirnya mereka berdua berakhir bersama-sama juga.

“Sebelum aku berangkat ke London, Grasio arrange liburan ke Bali untuk kita berdua. Karena juga belum siap, aku sengaja merencanakan kegiatan yang non romantis dan blabbering mengenai menunda pernikahan.”

Seperti yang sudah disangka-sangka, di Bali, Grasio memulai pembicaraan mengenai melangkah ke jenjang pernikahan, mulai dari ketakutan mereka masing-masing akan pernikahan, sampai solusi yang harus diambil bersama.

“Saat itu, aku semakin merasa nyaman dan dihargai sebagai seorang pasangan hidup. Di situ pula, aku yakin untuk hidup dengan Grasio.”

Setelah itu, beberapa hari sebelum keberangkatannya ke London, Grasio mengajak Jessica untuk makan malam dan bertukar cincin. Emilie, restoran favorit Jessica yang menjadi saksinya.

“Kita menempelkan dahi kita satu sama lain, mengungkapkan apa yang kita rasakan, dan saling menyematkan cincin. That’s how we got engaged.”

Momen beberapa hari menjelang perjalanan long distance tersebut pasti terasa berat, namun berhasil dilalui mereka berdua sampai akhirnya momen hari pernikahan pun tiba.

Di hari bahagianya tersebut, Jessica diiringi oleh kedua kakaknya menuju meja akad. Dari situlah ia melihat Grasio dengan senyum terlebarnya (yang setelahnya diketahui bahwa saat itu ia menahan air mata bahagia saat melihat Jessica pertama kali datang).

“Saat aku duduk, Grasio langsung menggandeng tanganku, yang kita sembunyikan di balik meja akad, dan nggak dilepaskan selama akad berlangsung.”

Selain meminta izin kepada sang ayah, momen yang paling menyentuh di hari pernikahannya tersebut adalah saat sang mama meminta lagu “father-daughter dance”.

“Saat itu, ayahku senang banget saat aku mau dansa dengannya. Dia peluk aku selama dansa dan hampir nggak mau ‘melepaskan’ aku ke Grasio.”

Well, at the end of the day, pernikahan minimalis dengan sentuhan nostalgia ini berakhir dengan sangat menyenangkan dan memuaskan. Selain bisa mendengarkan lagu-lagu favorit mereka, berbagai tembang lagu Indonesia lama pun juga hangat disajikan.

Dalam menyempurnakan momen bahagianya ini, Jessica dan Grasio dibalut dengan songket dari Vienna Gallery dengan kombinasi putih gading dan silver yang didatangkan langsung dari Palembang. Selain itu, kebaya akad Jessica juga dibuat dengan cantik di Bindu Samtani.

Top 3 vendor:

1. Allegra Wedding Organizer

Hands down to Allegra! Sangat profesional, solutif dan efisien. Allegra mampu mengakomodir segala kebutuhan dari keluarga mempelai.”

2. Als Catering

“Sangat profesional: dari pelayanan, dekorasi, sampai dengan hidangan, semuanya memuaskan! Still drooling over the roast beef!”

3. Gaia Nata

Owner-nya sangat ramah. Dekorasinya cantik dan sangat kolaboratif dengan vendor lain.”

Tips untuk brides to be,

Your wedding day is about sharing your happiness with others. Menurutku, penting untuk tetap menjaga komunikasi dengan pasangan dan memastikan bahwa pasangan kita nyaman dengan pilihan yang sudah atau akan dibuat, karena pernikahan adalah hari bahagia kedua mempelai, bukan hanya salah satu pihak. Pada akhirnya, pernikahan itu sendiri adalah sebuah perjalanan antara suami dan istri.”