Lamaran Bernuansa Mint dan Lavender ala Dila and Amikarsa

By Agustin Fatimah on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Event Styling & Decor Mitra Flower

Photography HWP Photo

Videography Ruang Photoworks

Kebaya Erny Mode

Make Up Artist Rias Jilbab Suroboyo

Catering Puta 14 Catering

Others Kreasi Seserahanku

Meskipun sama-sama bersekolah di SMP 1 Surabaya, kisah pertemanan Dila dan Amikarsa rupanya baru bermula saat keduanya duduk di bangku SMA. Karena keduanya sering duduk sebangku, keduanya pun menjadi semakin akrab. Saking akrabnya, Dila bahkan pernah dengan tidak sengaja menghilangkan handphone Amikarsa. Lucunya, mereka justru jadian tidak lama setelah kejadian itu. Uniknya kisah mereka bersama berujung hingga acara lamaran bernuansa mint dan lavender, loh! Yuk, simak kisah dan persiapan mereka!

Selama 8 tahun berpacaran, 6 tahun mereka habiskan dengan LDR (long distance relationship). “Dulu aku kuliah di Surabaya, sedangkan Amikarsa kuliah di Bandung. Sesudah lulus S1, Amikarsa ngga langsung pulang ke Surabaya karena mau merintis usaha di Bandung. Video call jadi makanan sehari-hari deh selama 6 tahun hahaha,” kenang Dila. Dila mengakui bahwa dirinya sangat bahagia saat Amikarsa memutuskan untuk pulang ke Surabaya pada tahun 2014, apalagi mereka berdua akhirnya sepakat untuk merintis usaha bersama di bidang visual branding dan arsitektur.

Bertepatan dengan perayaan anniversary mereka yang ke-8 pada tanggal 6 Mei 2015, Amikarsa melamar Dila saat makan malam di rooftop sebuah restoran di Surabaya. “Dia melamar tanpa cincin, cuma nanya santai gitu apakah aku mau jadi teman hidupnya atau ngga. Pastinya aku iyakan,” jelas Dila. Meskipun Amikarsa tidak melamar dengan romantis, meja makan Dila dan Amikarsa saat itu dihiasi dengan bunga matahari yang merupakan bunga kesukaan Dila. Tidak hanya itu, Amikarsa juga memberikan flowercrown kepada Dila. Sweet sekali, ya!

Dua bulan kemudian, Amikarsa menghadap orang tua Dila untuk mengutarakan niatnya melamar Dila. Kedua keluarga akhirnya menyepakati untuk mengadakan acara lamaran Dila dan Amikarsa sesudah Dila menyelesaikan pendidikan S2, tepatnya pada tanggal 6 September 2015. Sebagai seorang penyuka warna hijau, tentunya Dila menginginkan dekorasi lamaran yang didominasi warna hijau. “Warna hijau itu kan identik dengan alam, makanya aku suka banget. Nah, pas aku belanja bahan brokat, aku jatuh cinta dengan warna mint yang masih warna turunan hijau. Warna mint juga terlihat manis banget dipadukan dengan warna lavender, jadi nuansa lamaranku adalah mint dan lavender. ” tambah Dila. Kedua warna tersebut tidak hanya diaplikasikan untuk dekorasi lamaran Dila dan Amikarsa, tetapi juga undangan, souvenir, seragam keluarga, hingga dress code bagi tamu undangan. “Aku pikir kalau misalnya para tamu undangan juga mengenakan baju yang warnanya senada dengan kami, pasti nanti akan terlihat bagus saat foto bersama. Dari pemikiran itu, akhirnya aku memutuskan untuk meminta para tamu undangan mengenakan baju berwarna mint dan lavender. Surprisingly, hampir semua tamu undangan mengikuti dress code! Aku bersyukur sekali karena diapresiasi seperti itu.”

Dila dan Amikarsa juga banyak memasukkan unsur DIY (do it yourself) ke dalam acara lamaran mereka, misalnya dengan membuat undangan sendiri dan menghias cupcakes sendiri. Konsep DIY yang tidak mudah untuk diterapkan memang cukup memakan waktu, namun Dila mengakui bahwa ia dan Amikarsa mengerjakannya dengan senang hati. “Kan kami akan dibantu WO untuk rangkaian acara pernikahan kami, jadi kami ingin mengerjakan lamaran ini sendiri supaya lamaran ini benar-benar merefleksikan kepribadian kami berdua,” papar Dila. Dila juga bercerita bahwa ia banyak menghabiskan malam-malam lembur berdua dengan Amikarsa untuk mengerjakan banyak hal, termasuk menghias souvenir lamaran yang masih mereka kerjakan H-1. Hebatnya, persiapan lamaran ini mereka lakukan hanya dalam 1 bulan dan bertepatan dengan penulisan tesis Dila. Dedikasi mereka luar biasa sekali ya, brides?

Pengerjaan detail-detail lamaran inilah yang menjadi hal paling memorable bagi Dila. Di balik kesulitan dan segala tantangan yang mereka hadapi, termasuk meyakini orang tua mengenai konsep DIY, Dila merasa bahwa ia dan Amikarsa semakin dekat dan semakin kompak karena bersama-sama mengerjakan lamaran ini. Hal memorable bagi Dila lainnya adalah ketika Amikarsa menyampaikan lamarannya dengan berpidato panjang, karena itulah pertama kalinya Dila melihat Amikarsa bicara panjang lebar di hadapan keluarganya. Selain itu, respon keluarga Dila yang bertepuk tangan dengan keras setelah Dila menyampaikan jawaban atas lamaran Amikarsa juga sangat memorable bagi Dila. Pasalnya, Dila adalah orang yang mudah grogi. “Keluargaku kagum karena aku tidak terlihat kikuk, makanya mereka tepuk tangan keras banget.”

Bagi pembaca The Bride Dept yang juga akan mengadakan lamaran, Dila menyarankan untuk selalu mengkomunikasikan semua detail dengan pasangan dan keluarga. Selain komunikasi, kunci persiapan lamaran adalah kompromi, karena tidak selamanya kita bisa mendapatkan apa yang kita mau, makanya kompromi itu penting. Khusus untuk pembaca The Bride Dept yang juga ingin mengadakan lamaran dengan konsep DIY, Dila menekankan bahwa waktu adalah elemen yang terpenting. Pastikan terlebih dahulu bahwa kamu punya waktu untuk mengerjakannya, kemudian bagilah tugas dengan adil dan tetaplah kompak mengerjakan detail-detail tersebut untuk hasil yang baik.

Saat ditanya mengenai 3 top vendor pilihannya, Dila merekomendasikan 5 vendor:

  1. Mitra Flower

“Pak Mitro sangat sabar dan telaten dalam menuruti keinginanku. Rumahku jadi cantik banget dengan rangkaian bunga segar dari Pak Mitro. Selain itu, harganya juga sangat terjangkau.”

  1. Rias Jilbab Suroboyo

“Selama dirias, aku selalu diajak cerita agar aku ngga merasa nervous. Aku jadi ngerasa seneng banget. Hasil makeup-nya juga membuat aku terlihat fresh dan manglingi.”

  1. Kreasi Seserahanku

Mbak Ayu adalah vendor seserahan terbaik di Surabaya, karena Mbak Ayu bisa memadukan warna-warna agar terlihat elegan dan tetap simpel. Dekorasi seserahannya cantik banget!

  1. HWP Photo

Tim HWP Photo mampu membuat aku dan Amikarsa merasa rileks saat photo shoot, jadi kami ngga canggung. Hasil fotonya juga cantik banget meskipun untuk menangkap momennya harus lari kesana kemari.

  1. Parapluie Cupcakes

Cupcakes-nya cantik banget sampai disangka para tamu undangan bahwa mereka cuma hiasan dan ngga bisa dimakan. Rasanya juga enak dan Rizka, pemiliknya, juga sangat helpful.