Modern Rustic Wedding of Ronald & Enda at Sofitel Bali

By Leni Marlin on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Holy Matrimony

Venue Sofitel Bali Nusa Dua

Event Styling & Decor Design Mill.co

Photography Pyara Photo

Videography Bali Metro

Make Up Artist Lis Makeup

Hair Do Lis Makeup

Bride's Attire Yefta Gunawan

Wedding Reception

Venue Sofitel Bali Nusa Dua

Event Styling & Decor Designmill.co

Photography Pyara Photo

Videography Bali Metro

Make Up Artist Lis Makeup

Hair Do CatleyaDea

Bride's Attire Yefta Gunawan

Catering Sofitel Bali Nusa Dua

Wedding Cake Creme de La Creme

Wedding Entertainment Fragmen Band

Master of Ceremony Bayu Rahanatha

Souvenir Bali Snapz Photobooth

Enam tahun setelah pertemuan di sebuah sport event di Sydney pada 2010 lalu, Ronald dan Enda akhirnya melabuhkan cinta dalam ikatan pernikahan.

Lamaran Ronald benar-benar mengejutkan Enda. Saat itu, mereka berdua sedang berada di Jepang dalam rangka liburan bersama keluarga Ronald. Tepatnya 8 April 2016 di Inokashira Park, Tokyo, sambil berjalan menyusuri tepi sungai, Ronald mengungkapkan niatnya kepada Enda. “I said yes dan cincin pun dipasangkan,” kenang Enda.

Persiapan

Persiapan pun mulai dilakukan. Jarak antara acara pertunangan dan pernikahan hanya berkisar 6 bulan. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka telah berpacaran cukup lama, yaitu sejak akhir 2011.

“Kami memilih Bali sebagai lokasi acara karena kami ingin menggunakan konsep intimate and outdoor wedding. Semua tamu yang diundang adalah yang sudah kami kenal baik. Mereka pun banyak yang sudah saling kenal. Kami juga tidak pusing memilih venue karena setting di Bali sudah indah. Feel-nya bikin relaks dan senang.”

Dengan pertimbangan budget serta tempat yang cukup luas, Ronald dan Enda memilih Sofitel sebagai venue acara. Lagi pula, kedua orang tua mereka sudah merasa nyaman dengan hospitality dari hotel tersebut

Tantangan

Menurut Enda, tantangan yang mereka hadapi lebih pada bagaimana mengurus penginapan untuk para tamu yang datang dari jauh, baik luar kota maupun luar negeri. “We want to make sure each and one of them is well taken care of.”

Proses RSVP dan konfirmasi jumlah catering ke pihak hotel juga cukup membuat stres. “Karena setiap tamu harus confirm and pay in advance. Namun, semua usaha itu terbayar setelah melihat lancarnya acara.”

 

Selain itu, outdoor wedding selalu ada resikonya karena cuaca yang tidak bisa diprediksi. Tim dekorasi dan WO pun harus bersiap siaga beralih ke plan B jika hujan tiba-tiba turun.

“Seperti pada wedding kami. Satu jam sebelum resepsi dimulai, gerimis mulai turun dan kursi yang sudah di set up terpaksa dipindahkan ke dalam ruangan. Tapi, untungnya gerimis hanya 10 menit dan kemudian hujan pun berhenti. Semua berjalan lagi sesuai rencana dengan bantuan doa-doa dari kita dan pawang hujan. Alhasil, hujan turun deras saat semua acara sudah selesai.”

Modern Rustic

Tema resepsi yang dipilih Ronald dan Enda untuk momen istimewa mereka ini adalah modern rustic. Ini adalah perpaduan alam dan sentuhan glamor yang menyatu effortlessly.

Color scheme yang kami tentukan juga sangat simple, yaitu warna putih, hijau, dan sentuhan soft blue yang pas dari bunga kesukaanku, Hydrangea. Hasil rangkaian bunga minimalis dan ranting-ranting pohon yang dipadukan dengan aksesori beraksen gold dan lampu gantung geometric juga menambah karakter di setiap sudut meja. Untuk memaksimalkan hasil akhir dekorasi, kami meletakkan kursi tiffany gold, meja kayu, dan table runner berwarna netral.”

Acara menjadi semakin berkesan bagi Enda yang mengenakan wedding dress yang terlihat sangat cantik. “Wedding dress is the most important dress in your life! Jadi, let your imagination run wild. Aku tidak suka dengan traditional lace dress yang cenderung feminin dan girly. Jadi, aku beranikan diri untuk request bahan yang tidak ada lace-nya sama sekali. No corset supaya dress-nya lentur dan membalut bentuk tubuh yang apa adanya.”

Sang designer pun mengakalinya dengan jenius. Ia membuat fabric sendiri yang handmade untuk dress yang benar-benar unik dan one of a kind. Embroidery yang delicate pun menghasilkan corak yang modern dan finish with full pearls, to add a timeless elegance touch to the whole dress.

Top 3 vendors rekomendasi Enda adalah:

1. Twogather (Wedding Organizer)

My WO help me with everything.”

2. Yefta Gunawan (Dress designer)

“Mereka menyulap saya menjadi Queen of the day.”

3. Pyara Photo (Photographer)

Beautifully captured very moment yang berharga.”

Menurut Enda, momen yang paling berkesan dari acara tersebut adalah ketika mengucapkan janji pernikahan. “Saya tidak menyangka dengan mengucapkan janji pernikahan bisa menimbulkan perasaan yang campur aduk, mulai dari perasaan senang, deg-degan, hingga terharu. Semua campur menjadi satu.”

Momen lain yang juga tidak terlupakan adalah saat teman-teman mereka memberikan testimonial. “Sumpah, bikin ngakak exposing our real self to one another dan try to be cool about it di depan tamu-tamu.”

Untuk para brides to be, Enda memberikan tips berikut, “Do research sebanyak mungkin (browsing Pinterest, bridal magazine, datang ke wedding fair, atau kunjungi Instagram vendors). Semua sangat berguna, to give you a head start to what you like and what you don’t. Jadi, saat menentukan vendor dan concept storming, it will be easier kalau sudah ada gambaran besar.”

Another one is, book everything ahead to avoid disappointment. Kalau ada vendor-vendor tertentu yang on your wish list, better be early than sorry karena rata-rata semua vendor yang lagi hot atau favorit sudah di-booking orang dari jauh-jauh hari. So, sit back, research, dan happy planning!” tutup Enda.