Pernikahan Sunda Modern ala Hallida dan Gusti

By Gerha Jayamala on under The Wedding

the bride dept hallida gusti pernikahan adat sunda banjar

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Masjid Al-Bina, Senayan

Event Styling & Decor Meriah Decor

Catering Dwi Tunggal Citra

Photography Le Motion Photo

Bride's Attire Irna La Perle

Make Up Artist Anpa Suha

Wedding Reception

Venue Balai Sudirman

Event Styling & Decor Meriah Decor

Catering Akasya Catering

Photography Le Motion Photo

Bride's Attire Ferry Sunarto

Make Up Artist Hair Do - Sanggar Ekayana

Invitation Ico

Wedding Entertainment Irvant Chamber

Wedding Organizer Rina Gunawan

Siapa bilang harus pacaran lama dulu untuk bisa sampai ke jenjang pernikahan? Hallida dan Gusti punya cerita lain. Setelah 5 minggu berkenalan, Gusti langsung melamar Hallida. Pernikahan pun dilangsungkan tak sampai setahun setelah itu. Simak yuk cerita seru di balik pernikahan sunda modern ala Hallida dan Gusti beberapa waktu lalu!

Hallida pertama kali bertemu dengan Gusti pada tanggal 29 Oktober 2013 di London. Pada waktu itu, Hallida menemani sang ayah untuk ikut dalam sebuah Seminar Ekonomi. Kebetulan, Gusti juga merupakan salah satu delegasi dari Indonesia untuk ikut di seminar tersebut. Lalu mereka berdua dikenalkan oleh teman mereka, Andy, yang sedang tinggal di London. Pada awalnya, Gusti sempat mengira bahwa Hallida adalah pacar Andy. Setelah ia mengetahui bahwa mereka berdua hanya berteman, Gusti langsung minta berkenalan dengan Hallida. Dari situlah hubungan mereka berlanjut hingga kembali ke Indonesia.

Pada awal bulan Desember 2013, Hallida pergi ke Singapura untuk mengurus pendaftaran S2 bersama temannya. Saat itu Gusti sedang ada pekerjaan dan berada di Surabaya. Setelah seharian mengurus keperluan S2nya, Hallida diajak temannya untuk duduk-duduk di pinggir kolam renang hotel mereka. Surprisingly, Gusti sudah menunggu disana dan langsung melamar Hallida. Ternyata Gusti mencuri-curi waktu dari pekerjaannya di Surabaya dan terbang ke Singapura untuk melamar Hallida. “Kaget, seneng, nggak percaya, semuanya bercampur aduk” ujar Hallida saat ditanya bagaimana perasaannya saat itu.

“Meskipun terbilang singkat, aku baru kenal dia sekitar 5 mingguan, tapi aku ngerasa kayak I’ve known him for a long time. Setiap kita ngobrol selalu nyambung, cara berpikir kita juga suka sama, sampai hal terkecilpun, soal alergi juga sama”

Dalam mempersiapkan pernikahannya, Hallida mengaku tak terjadi banyak masalah yang ia hadapi. Terlebih lagi, sejak lamaran ia dibantu oleh Rina Gunawan sebagai Wedding Organizernya. Untuk akad dan resepsi di Jakarta, pihak keluarga Gusti menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga Hallida. Menurut Hallida, ia sempat menghadapi satu kendala yaitu venue resepsi yang berpindah. Awalnya, mereka merencanakan resepsi pernikahan diadakan pada bulan November, tetapi setelah pertemuan keluarga, kedua keluarga memutuskan untuk memajukan tanggal pernikahannya menjadi bulan Agustus. Waktu yang sangat singkat membuatnya harus mengadakan resepsi di hari Jumat karena kebanyakan sudah penuh untuk weekend.

Akad diadakan secara sederhana di Masjid Al-Bina Senayan pada tanggal 14 Juni 2014. Untuk konsep pada akad, Hallida ingin menggunakan konsep yang lebih islami dan tanpa adat. Dekorasi dibuat simple dengan bunga-bunga berwarna dominan pastel. Resepsi sendiri berlangsung dua bulan kemudian pada tanggal 29 Agustus 2014, karena adat Banjar yang tidak menganjurkan akad diadakan di antara 2 hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Maka dari itu, Hallida dan Gusti melangsungkan akad nikah sebelum bulan Ramadhan. Meskipun acara diadakan di Jakarta, Hallida dan Gusti tetap mengikuti adat kesultanan Banjar, karena Gusti merupakan keturunan Banjar, Kalimantan Selatan. Resepsi secara adat Banjar di Kalimantan juga dilangsungkan setelahnya di tanggal 2 November 2014.

Untuk resepsi, Hallida mengenakan kebaya sunda modern berwarna peach pastel dengan siger. Hallida memercayakan design kebayanya kepada Ferry Sunarto, dan merasa sangat puas akan hasilnya. Sedangkan untuk dekorasi, Hallida menggunakan jasa dari Meriah Dekor. Dekorasi yang digunakan hari itu didominasi warna baby pink, peach pastel dan touch of gold. Selain itu, foto-foto pre-wedding mereka juga digunakan sebagai dekorasi saat resepsi. Untuk konsep foto pre-wedding, Hallida dan Gusti ingin menceritakan perjalanan cinta mereka sejak pertama bertemu hingga menikah. Unik yah!

Secara keseluruhan, Hallida sangat puas dan menyukai seluruh acara pernikahannya. Tetapi ada beberapa moment yang menurutnya paling menarik dan menjadi highlight di hari pernikahannya, yaitu mahar dari keluarga Gusti dan surprise lagu ciptaan Gusti yang dinyanyikan di acara resepsi pernikahannya. Mahar yang diberikan berupa logam emas yang dibentuk ala british coin dengan cetakan wajah mereka berdua ditengahnya. Sedangkan soal lagu, Gusti memang suka membuat lagu di saat ia masih aktif dalam band. Lagu untuk Hallida pun dibawakan oleh Ari Pramundito, mantan vokalis dan gitaris band Gruvi, saat resepsi berlangsung. Selain itu, ia merasa sangat senang karena banyak tamu undangan yang menyempatkan hadir. Apalagi seorang teman Gusti dari Amerika sengaja datang ke Indonesia untuk menghadiri resepsi pernikahan mereka. “Karena dia juga photographer, akhirnya dia ikutan ngeliput acara resepsi kita. Dia ngerasa surprise banget karena pernikahan di Indonesia ngundang tamunya banyak banget, kan kalo di luar paling hanya keluarga dan beberapa teman dekat” ujar Hallida.

Untuk para pasangan yang ingin menikah tetapi sama-sama bekerja seperti Hallida dan Gusti, Hallida memberikan saran untuk menggunakan Wedding Organizer dalam menyusun acara dan memberikan masukan untuk vendor-vendor yang akan dipilih, atau mencari inspirasi pernikahan lewat website pernikahan. Selain itu, jika di venue yang diinginkan sudah penuh untuk hari Sabtu dan Minggu, jangan takut untuk mengadakan acara di hari Jumat seperti dirinya. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan stress saat hari-hari menjelang pernikahan. So, goodluck girls!

These are the top 3 vendors pilihan Hallida:

1. Akasya Catering
Rasa makanan yang enak dan penataannya yang apik karena disesuaikan dengan adat Sunda menjadi alasan Hallida memilih Akasya sebagai salah satu vendor favoritnya.

2. Ferry Sunarto
“Suka banget sama semua warna pastel pilihannya. Dia juga hobi gabung-gabung beberapa warna bahan sehingga bisa menghasilkan warna baru. Keren banget. Orangnya juga ramah banget” ungkap Hallida.

3. Dhirman Putra
Hallida mengaku puas dengan hasil makeupnya yang cantik dan tidak berlebihan, selain Hallida, Gusti juga memuji hasil makeup Dhirman. Selain itu, menurut Hallida personality Dhirman yang seru dan asik, membuatnya nyaman saat bekerja sama.