Pernikahan Multikultural Yulia dan Vlad

By Valeska on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Pengajian

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Sanggar Lacening

Photography Le Motion Photo

Bride's Attire Private Collection

Make Up Artist Theiya Makeup

Catering Al's Catering

Siraman & Kerik

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Sanggar Lacening

Bride's Attire Sanggar Lacening

Make Up Artist Sanggar Lacening

Catering Al's Catering

Malam Mapacci

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Sanggar Lacening

Bride's Attire Ida Noer Harris

Make Up Artist Arnold

Akad Nikah

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Sanggar Lacening

Bride's Attire Ida Noer Harris

Make Up Artist Petty Kaligis

Wedding Entertainment German Dmitriev

Souvenir Flavor Bars

Catering RM Sulawesi

Wedding Reception

Venue Cendrawasih, JCC

Event Styling & Decor Stupa Caspea

Bride's Attire Rina Thang (Shoes)

Make Up Artist Priscilla Myra

Jewellery & Accessories Rinaldy A. Yunardi

Groom's Attire BRUTUS

Wedding Entertainment Daddo Parus & Ivy Batuta (MC)

Wedding Cake Le Novelle

Wedding Organizer Nampan Wedding Organizer

I met him accidentally!” ujar Yulia dengan excited saat membuka cerita mengenai pertemuan pertamanya dengan Vlad di sebuah kafe di Beijing. “Temanku, Amira, ingin menjodohkan aku dengan seseorang, tetapi aku malah merasa lebih nyambung saat ngobrol dengan Vlad yang ternyata temannya cowok yang ingin Amira perkenalkan. Aku merasa bahwa pertemuanku dengan Vlad saat itu memang sudah diatur oleh Allah SWT. We have the same background and we also have a lot of things in common, itu yang membuat kami merasa cocok,” jelas Yulia lebih lanjut. Hal yang menarik dari pernikahan Yulia dan Vlad adalah pernikahan multikultural yang menggabungkan dua budaya yaitu Indonesia dengan adat Bugis dan Rusia. Yuk, simak kisahnya!

Berpacaran dengan Vlad yang berasal dari Rusia awalnya membuat Yulia khawatir akan adanya perbedaan budaya, apalagi baik keluarga Yulia maupun keluarga Vlad belum pernah melaksanakan pernikahan campur (berbeda kewarganegaraan). Namun, niat keduanya untuk membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius ternyata mendapat persetujuan dari orang tua masing-masing.

“Keluargaku terbang ke Beijing untuk menghadiri wisuda S2-ku, begitu juga dengan keluarga Vlad. Pada saat wisuda itulah keluarga kami berkenalan untuk pertama kalinya,” lanjut Yulia. Satu minggu setelahnya, Vlad melamar Yulia di hadapan keluarganya dan juga keluarga Yulia. Vlad yang berlutut di hadapan Yulia saat itu terlihat sangat grogi dan hal ini terus dikenang oleh Yulia. Walaupun proposalnya tidak terlalu romantis, tetapi momen yang intimate tersebut membuat Yulia sangat terharu. Yulia pun menerima proposal dari Vlad sembari menggenggam tangan ayahnya.

Yulia dan Vlad melangsungkan pernikahan enam bulan kemudian dengan menggunakan adat Bugis. Rangkaian acara pernikahan adat Bugis yang sangat asing bagi keluarga Vlad ternyata malah menjadi daya tarik sendiri. Vlad bahkan mengadakan acara siraman, lho! Bukan hanya itu, seluruh keluarga dan kerabat Vlad juga sangat excited untuk menggunakan pakaian tradisional Bugis, karena bagi mereka hal ini merupakan pengalaman sekali seumur hidup.

Dalam rangkaian acara pernikahan adat Bugis, malam Mappacci tentunya tidak boleh terlewatkan. Acara yang memiliki makna filosofis untuk mensucikan diri ini merupakan tradisi turun temurun di keluarga Yulia dan juga merupakan acara favorit Yulia. “For me, the vibe was elegant! I also see it as a beautiful way to appreciate where I come from,” tambah Yulia.

Persiapan pernikahannya ternyata meninggalkan berbagai kesan bagi Yulia, salah satunya terkait pengurusan administrasi pernikahan campur di Kedutaan Rusia yang ternyata cukup rumit. Untungnya, keluarga Vlad sangat membantu dalam perihal komunikasi antara pemerintah Rusia di Moskow dengan Kedutaan Rusia di Jakarta. “Aku jadi tahu bahwa mengurus pernikahan campur itu susah-susah gampang hehe. Makanya sedari awal memutuskan untuk tidak menggunakan jasa agen agar bisa tahu dan merasakan sendiri pengalaman mengurus pernikahan campur,” jelas Yulia.

Yulia sendiri mempersiapkan pernikahannya hanya dalam kurun waktu empat bulan. Rupanya, niat awal Yulia dan Vlad adalah melangsungkan pernikahan di Bali, karena keduanya sangat menyukai konsep wedding reception yang intimate dengan alam. Mengingat pernikahan yang akan berlangsung pada bulan Januari, faktor cuaca cukup membuat keduanya khawatir, sehingga rencana pun berubah dan mereka memutuskan untuk menikah di Jakarta.

Empat bulan merupakan waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan pernikahan dan memberikan tantangan tersendiri bagi Yulia, terutama dalam mewujudkan keinginan dua keluarga, tetapi ada berbagai cerita lucu juga di balik persiapan pernikahannya.

“Keluargaku memutuskan untuk menginap di hotel dekat rumah agar para vendor lebih leluasa memasang segala peralatan dan mendekor rumah. Lucunya, mereka lupa bahwa aku dan nenek masih di rumah, jadinya kami begadang memantau vendor bekerja hahaha,” kenang Yulia. Yulia juga menceritakan mengenai papanya yang memiliki peranan besar di balik pernikahannya, termasuk mengusulkan adanya beberapa penari yang berbaur dengan tamu kemudian menyatu di dance floor saat Rossa dan Warna tampil sehingga memberi kesan seperti ada flash mob.

Selain Rossa dan Warna, Nassar juga tampil dalam resepsi pernikahan Yulia dan Vlad. Penampilan Nassar merupakan request dari keluarga Yulia yang menginginkan adanya penyanyi Melayu. Nassar yang sangat entertaining di atas panggung bahkan mampu membuat Yulia, Vlad, dan kedua orang tua mereka turut berdansa di pelaminan.

Hal yang unik dari pernikahan Yulia dan Vlad adalah Yulia tidak berpatok pada warna-warna tertentu. Yulia menjelaskan bahwa ia menggunakan color psychology untuk membuat setiap acara menjadi remarkable. “Setiap acara memiliki makna yang berbeda-beda, jadi aku menggunakan beragam warna,” lanjut Yulia. Dalam pengajian yang Yulia selenggarakan, warna yang dominan adalah floral white dan medium orchid. Kedua warna tersebut dipilih untuk memberikan kesan pure dan innocent.

Untuk acara siraman, Yulia menginginkan warna yang calm, namun juga memberi kesan warm, sehingga warna yang dipakai adalah hijau gelap, coral, dan bisque. Bagaimana dengan malam Mappacci yang merupakan bagian dari tradisi? “Nah, karena malam Mappacci merupakan dignity-nya orang Bugis, jadi aku menggunakan warna-warna yang memberi kesan extravagant: ungu; lime; dan emas muda,” jawab Yulia.

Yulia pun menjelaskan lebih lanjut mengenai perbedaan warna yang ia gunakan pada saat akad nikah dan resepsi. Ia berkeinginan untuk menggunakan warna-warna terang untuk akad nikahnya, sehingga ia memilih warna crimson (merah lembayung), oranye, dan hijau yang melambangkan cinta dan kekuatan. Very thoughtful of her, ya!

Tidak sampai disitu, Yulia pun mempertimbangkan kenyamanan tamu undangan dalam memilih warna-warna yang dominan untuk resepsinya. Menurut Yulia, warna fuchsia dan pink muda yang dominan saat resepsi ditambah dengan lampu berwarna aqua dari Lumens Lighting merupakan warna yang charming sehingga membuat dekorasi resepsi terlihat lebih mewah dan membuat para tamu undangan juga merasa lebih nyaman.

Saat menutup wawancara, Yulia pun berbagi tips untuk para brides-to-be:

  1. Manage your emotions. Akan ada hal-hal yang mungkin tidak berkenan di hati, but just remember that you’re getting married because you’re in love! A wedding is a celebration, not an event that will strangle your spirit and turn you into a cranky bride or groomJ
  2. Make sure that you know the right place to look for references, misalnya pinterest, The Bride Dept, dan rubrik-rubrik yang khusus mengulas pernikahan. Coba juga cari referensi dari wedding website luar negeri.
  3. Choose the most suitable vendors for photography and souvenirs, karena pada akhirnya yang kamu punya selain memori akan hari pernikahan kamu adalah hasil foto/video dan souvenir.
  4. Hiring a wedding organizer is a must. Hindari stres saat hari besarmu dan percayakan saja pada tenaga profesional.
  5. Be honest to the chosen vendors about what bothers you, jadi kamu dan para vendor memiliki pemahaman yang sama sehingga eksekusi pada saat hari H pun sesuai dengan ekspektasi kamu.
  6. Pray, because it will calm your soul.

Tiga vendor yang sangat direkomendasikan Yulia adalah:

  1. Stupa Caspea

Yulia dan keluarga mempercayakan dekorasi kepada Mbak Eka dan memberikan kesempatan bagi tim Stupa Caspea untuk berkreasi sebebas-bebasnya. Tim Stupa Caspea ternyata tidak hanya piawai dalam dekorasi yang bergaya modern, namun mereka juga bisa mencocokkan dekorasinya dengan dekorasi adat Bugis yang menggunakan warna-warna terang.

  1. Le Motion

Video-video rangkaian acara pernikahan Yulia dan Vlad yang masing-masing berdurasi lima menit mampu meng-capture ambience yang membuat video-video tersebut menjadi sangat memorable. Yulia juga menyukasi pencahayaan, angle, dan komposisi foto Le Moiton. Selain itu, tim Le Motion juga bersikap sangat hangat yang meninggalkan kesan tersendiri bagi Yulia.

  1. Favors Bar

Favors Bar merupakan vendor wedding souvenir yang tergolong cukup baru, namun kualitasnya patut diacungi jempol. Berbagai pilihan unik yang ditawarkan Favors Bar mampu membuat Yulia jatuh cinta. Another great thing about Favors Bar is you can request almost anything!