Mystical Javanese Themed Wedding At Sampoerna Strategic Square

By Septa Mellina on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Sampoerna Strategic Square

Event Styling & Decor Suryo Decor

Photography The Portrait Photography

Make Up Artist Irwan Riady

Hair Do Ambar Paes

Seserahan Rose Arbor Seserahan

Catering Dwi Tunggal Citra

Wedding Reception

Bride's Attire Kharisma Nusantara

Wedding Entertainment Budi Prayitno (MC)

Wedding Organizer Cypris Wedding

Pertanyaan ‘will you marry me?’ ternyata nggak selalu ditanyakan sebelum rencana pernikahan disusun. Dzikri justru menanyakan hal tersebut pada kekasihnya Kathy saat keduanya sedang mempersiapkan hari besar mereka.

“Enam bulan setelah keluarga kami memutuskan tanggal pernikahan dan mempersiapkan gedung, aku dan Dzikri merencanakan untuk merayakan anniversary kami yang ke-8 di Namaaz Dining, karena kita berdua penasaran banget gimana gastronomy Indonesia itu. Anniversary dinner berjalan biasa saja hingga course ke 10. Tiba-tiba restoran itu memutar lagu Close to Heaven-nya Color Me Badd, lagu kesukaan kami. Kemudian seorang waiter membawakan piring putih dengan cincin di atasnya bertuliskan “Happy anniversary, will you marry me?” Seluruh customer tertuju kepada kami dan mereka pun bertepuk tangan. Kami benar-benar tersipu malu. Lucunya, Dzikri pun menyadari bahwa aku belum kasih jawaban atas proposal itu “Jadi gimana jawabannya?” akupun spontan menjawab “Hahaha masa iya enggak, kan udah DP gedung” hahahaha,” kata Kathy mengenang momen indah itu.

Setahun lamanya pasangan ini mempersiapkan pernikahan mereka. Waktu yang cukup lama tersebut nyatanya memudahkan mereka untuk fokus terhadap detail-detail pernikahan yang terkadang luput dari perhatian. Meski punya waktu yang panjang, pasangan ini mengakui tantangan terbesar mereka adalah untuk tetap tenang menjalani setiap persiapan. “Karena aku adalah tipe orang yang overthinking dan suka panik. Mendekati hari H, ada saja yang aku pikirkan, walaupun sebenarnya semuanya sudah berjalan dengan lancar tetapi ada saja yang menurutku kurang beres dikarenakan adanya kepanikan aku sendiri. Thank God, I have the best boyfriend, family, bestfriends and vendors. They helped me through those times flawlessly,” kata Kathy.

Resepsi yang berlangsung di Sampoerna Strategic Square tersebut mengusung adat Jawa dengan sentuhan yang agak mistis. “Ide Jawa Mistis pertama kali dikemukakan oleh Dzikri. Karena adat Jawa kental dan sakral akan sangat terasa apabila dibuat mystical. Selain itu, kita berdua beranggapan bahwa semakin tradisional dan kuno adat yang kita gunakan, akan semakin berbeda dengan pernikahan lainnya yang biasanya menggunakan adat tradisional modern. Dengan adanya adat Jawa mistis ini juga menjadikan kita merasakan bagaimana menjadi pengantin keraton itu,” Kathy menjelaskan.

Meski resepsi mereka menggunakan adat Jawa yang begitu kental, prosesi lamaran justru lekat dengan adat Palembang-Bengkulu, suku asal Ibunda Kathy. Tidak hanya itu, pasangan ini pun menghapus segala prosesi adat Jawa. “Saat pertemuan keluarga besar pertama untuk membahas pernikahan, kedua belah pihak sepakat untuk tidak menggunakan berbagai rangkaian acara pernikahan selain pengajian. Yang kami khawatirkan adalah dengan banyaknya sesepuh kami yang ingin mengikuti segala rangkaian acara kami, dapat membuat mereka kelelahan,” kata Kathy.

Untuk urusan tata rias, Kathy mengaku sempat ragu apakah wajahnya cocok untuk dipaes. Apalagi, dengan keturunan Palembang, matanya begitu sipit. “Di saat penuh tanya itu, dengan bantuan temanku yang jago ilustrasi, dia membantuku untuk membuat ilustrasi mukaku dan Diki dengan menggunakan adat pernikahan jawa. Dan ternyata melihat hasilnya menumbuhkan kepercayaan diri aku bahwa aku cocok-cocok saja untuk di paes hehehe.”

Menurut teman-teman Kathy, proses paes akan memakan waktu 3-4 jam! Alhasil, Kathy sudah menyiapkan diri untuk dipaes dalam kurun waktu selama itu. “Tetapi saat WO-ku menghubungi Mba Ambar untuk konfirmasi datangnya, Mba Ambar mengatakan bahwa hanya membutuhkan waktu 1 jam saja bagi Mba Ambar untuk membuat paes! Ternyata benar, benar-benar tidak meletihkan untuk menghabiskan waktu dan tenaga selama 3-4 jam untuk di-paes. Dan tentunya untuk hasilnya, dikarenakan pengalaman Mba Ambar, paes-nya cantik sekali. Aku suka banget!” kata Kathy senang.

Untuk urusan kebaya, pasangan ini memutuskan untuk menyewa kebaya bludru hitam yang cantik. “Setelah berkonsultasi dengan teman-teman dan juga desainer baju pengantin bludru hitam, mereka menyarankan bahwa pembuatan kebaya bludru hitam panjang sesuai dengan keinginanku bisa memakan harga hingga ratusan juta. Menurutku, lebih baik menyewa saja daripada menghabiskan waktu ratusan juta untuk pakaian sekali pakai membuatku. Setelah keliling-keliling mengunjungi berbagai sanggar baju pernikahan, aku jatuh cinta pada salah satu kebaya bludru hitam panjang di Kharisma Nusantara. Saat aku mencobanya aku langsung jatuh cinta dan pas! Dan ternyata kebaya tersebut baru sekali jadi dan belum pernah ditunjukan oleh siapapun yang artinya belum ada yang akan menyewa kebaya cantik tersebut.”

Selain konsep pernikahan yang unik, souvenir yang dipilih pasangan ini pun terbilang tidak biasa. Keduanya memilih tanaman sebagai ucapan terima kasih kepada para tamu. “Yang mendasari pemilihan souvenir kita adalah dengan kemauan Dzikri untuk souvenir yang sedikit berbeda. Pemilihan kita jatuh terhadap tanaman. Selain bentuknya yang bervariasi, tanaman juga diharapkan membuat tamu-tamu kita yang menanam tanamannya akan selalu ingat akan pernikahan kita. Dan tentu saja go green!” kata Kathy.

Keunikan pernikahan Kathy-Dzikri nggak hanya berhenti sampai di situ, brides. Jumlah bridesmaid dan groomsmen juga terbilang banyak. “Total bridesmaid adalah 50 orang dan 24 groomsmen. Sahabat-sahabat kami rela memakai konde Jawa dan bersiap dari jam 5 untuk bergantian menggunakan beskap. Totalitas banget! Benar-benar kagum dengan sahabat-sahabat kami,” kenang Kathy penuh haru.

Cerita lucu pun turut menghiasi pernikahan pasangan yang satu ini. Saat keduanya memasuki ruang resepsi dengan prosesi cucuk lampah. “Pemandu adat kami memberitahu aku bahwa pandangan menuju ke depan dengan senyuman. Aku harus jaim di depan bridesmaid dan groomsmen yang menjadi pagar ayu dan pagar bagus. Tetapi saat prosesi cucuk lampah berjalan, Dzikri dengan santainya tertawa-tawa dan menyambut sapaan teman-teman hingga ikutan selfie. Ternyata pemimpi prosesi cucuk lampah berharap aku menyampaikan hal tersebut ke Dzikri, tetapi aku pikir saat itu Dzikri sudah mengetahuinya hahaha,” kata Kathy sembari tertawa.

Selamat menempuh hidup baru ya, Kathy dan Dzikri!

Top 3 vendor pilihan Kathy dan Dzikri

Irwan Riady

Dari pertama kali aku melihat hasil makeup Mas Irwan, aku langsung jatuh cinta! Tipe makeup Mas Irwan yang menonjolkan mata benar-benar luar biasa. Bagiku, mata adalah sesuatu yang sangat penting untuk makeup karena dapat membuat muka pangling, terutama bagi aku yang memiliki mata sipit ini hehehe. Mas Irwan juga sangat professional untuk menyesuaikan nuansa makeup dengan riasan rambut untuk pernikahan adat. Mas Irwan memberikan sentuhan bold untuk makeup pernikahanku, sangat cocok untuk rambutku yang dipaes. Very recommended!”

Suryo Décor
“Mba Kanya dari Suryo Décor benar-benar menakjubkan! Dari pertemuan pertama, kami sangat yakin akan memilih Suryo Décor untuk dekorasi pernikahan kami. Untuk masalah dekor, Dzikri lumayan concerned, terutama untuk menonjolkan konsep Jawa mistis kami. Suryo Decor bisa merealisasikannya lebih dari yang kami bayangkan! Every detail was breathtaking! Suryo Decor juga selalu memberikan saran-saran yang sangat membantu untuk membuat dekorasi ini menjadi semakin indah dan semakin mistis.”

Rose Arbor Seserahan
“Untuk masalah seserahan, semuanya beres terselesaikan oleh Rose Arbor! Kita tidak perlu repot untuk memilih tray serta dekorasi-dekorasi didalamnya. Selain itu pengerjaannya tidak memakan waktu lama. H-2 sebelum pernikahan, Mama Dzikri ingin menambahkan 2 tray tambahan. Dalam hitungan jam seserahan tersebut sudah jadi dengan dekor yang cantik! Tambahannya, Rose Arbor sangat professional dalam hal keamanan. Semua barang yang di-drop dari mulai dustbag dan semua boks akan kembali dengan jumlah dan bentuk yang sesuai dengan list yang dicatat. Jadi tidak perlu khawatir sama sekali untuk meninggalkan barang-barang untuk seserahan.”

Sebelum menutup sesi wawancara dengan The Bride Dept, pasangan ini juga berbagi tips untuk para brides-to-be. “Creating timeline is a must! Untuk menghindari kepanikan dan juga hal-hal yang tidak diinginkan menjelang hari H. Timeline dibuat dengan mengacu pada urgensinya. Seperti 9 bulan – 6 bulan sebelum pernikahan fokus terhadap pemilihan vendor, dan 6 bulan – 3 bulan fokus terhadap pemilihan detail dari vendor yang sudah dipilih, seperti pemilihan tema dekor ataupun food testing untuk set menu yang akan dipilih. Tidak ada salahnya untuk mempersiapkan pernikahan jauh-jauh hari karena akan banyak hal-hal yang perlu diperhatikan lainnya yang kadang luput dari perhatian kita dis aat hari pernikahan yang semakin dekat. Dan tentu saja yang terpenting adalah berdoa,” kata Kathy.