Bulan Madu ke Boracay : Nisa dan Hashfi

By Friska R. on under How To

The bride dept honeymoon boracay

Nisa dan Hashfi sudah mengenal satu sama lain sejak sama-sama berkuliah di Bandung. Pasangan ini berpacaran selama 5 tahun sebelum memutuskan untuk menikah pada Februari 2013.  Destinasi untuk bulan madu  yang belum banyak dijumpai orang Indonesia menjadi daya tarik bagi pasangan Nisa dan Hashfi hingga mereka memilih bulan madu ke Boracay. Yuk, baca selengkapnya!

Sejak awalnya Nisa dan Hashfi memang sudah merencanakan ber-bulan madu di dua tempat yang berbeda dengan alasan takut bosan apabila terlalu lama menghabiskan waktu di satu tempat. Mereka sepakat untuk berkunjung ke pantai di luar negeri yang tidak terlalu mahal dan masih belum umum di kalangan orang-orang Indonesia. Dan mereka juga ingin berkunjung ke kota metropolitan di luar negeri. Setelah melakukan banyak research, akhirnya mereka memilih bulan madu  ke Hong Kong dan Boracay, sebuah pulau kecil yang berlokasi di selatan Filipina.

Merencanakan perjalanan ke luar negeri memang tidak mudah karena banyak sekali yang harus dilakukan, oleh karena itu Nisa sangat bersyukur karena Hashfi dengan sukarela menjadi seksi sibuk. Mulai dari nyari best deal tiket pesawat, hotel yang bagus hingga transportasi semua dilakukan oleh Hashfi.

Untuk menuju ke Boracay memang agak repot karena harus transit di Manila dulu, lalu melanjutkan perjalanan dengan pesawat selama 1 jam. Ada 3 pilihan penerbangan ke airport terdekat yaitu Cebu Pacific, Philippines Airlines, dan PAL Express. Tetapi Nisa dan Hashfi memilih menggunakan Cebu Pacific karena selain harganya lebih murah dan airport-nya juga cuma 5 menit ke jetty port, pelabuhan kecil untuk menyebrang ke pulau lainnya. Pesawat yang digunakan adalah pesawat kecil, oleh sebab itu ada baggage limit untuk tiap penumpang. Untungnya ada jasa penitipan bagasi di Ninoy Aquino Airport Manila jadi tidak perlu khawatir kelebihan bagasi.

Sesampainya di airport Godofredo P. Ramos, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan boat untuk ke Boracay. Nisa dan Hashfi sudah mengetahui bahwa perjalanan ke Boracay akan sangat panjang dan melelahkan, mereka memutuskan untuk menginap di hotel yang bagus yaitu Shangri-La hotel. Hotel ini merupakan salah satu hotel mewah di sana, sehingga fasilitas yang ditawarkan sangat lengkap, seperti free pick up from jetty port. Jadi Nisa dan Hashfi tidak perlu lagi memikirkan transportasi untuk menyeberang ke pulau Boracay.

Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan di Boracay, seperti cliff jumping di Ariel’s point, island hopping, food hunting, atau clubbing untuk pasangan yang party goers! Makanan yang wajib banget dicoba di Boracay menurut Nisa dan Hashfi adalah Filipino Goulash, sejenis beef stew yang disajikan dengan nasi atau kentang. Tempat yang Nisa rekomendasikan untuk mencoba Filipino Goulash ini adalah Mama’s Bar. Selain itu restoran-restoran di Boracay pada umumnya menyajikan seafood.

Sedikit tips untuk pasangan muslim, sebaiknya membaca menu terlebih dahulu sebelum masuk restoran tersebut dan juga memastikan bahwa makanan yang dipesan tidak mengandung pork, lard, atau alcohol. Untuk harga makanan di sana bisa dibilang mirip dengan Jakarta dan Bali.

Menurut Nisa, yang paling pertama yang harus dipikirkan dalam merencanakan honeymoon adalah budget. Nah setelah itu akan lebih gampang menentukan destinasinya. Informasi mengenai tujuan biasanya diperoleh dari Trip Advisor. The best time to visit Boracay is from November to May because it’s the dry season and good time to enjoy the beach. Walaupun tujuan honeymoon itu lebih untuk bersantai dan menikmati masa-masa pengantin baru, itinerary tetap harus dibuat, biar nanti tidak kebingungan.