Nuansa Jawa yang Kental dalam Pernikahan di Green Forest Resort Bandung a la Jessica dan Erlangga

Nuansa Jawa yang Kental dalam Pernikahan di Green Forest Resort Bandung a la Jessica dan Erlangga

Style Guide

Venue Hotel
Color Silver White

The Vendors Who Made This Happen

Wedding Reception

Suasana yang cantik dan bisa mengakomodir jumlah tamu yang hadir menjadi salah satu alasan utama Jessica memilih Green Forest Resort untuk menjadi venue pernikahannya. Bagi Jessica dan Erlangga, Bandung selalu menjadi tempat yang indah untuk bernostalgia. Karena di kota inilah mereka berdua kuliah.

“Waktu hunting di Green Forest Restort, kita jatuh cinta dengan chapel yang cantik dan dikelilingi nuansa hijau yang asri dan sejuk.”

Meskipun menyelenggarakan pernikahan di Bandung, namun Jessica dan Erlangga menghadirkan beberapa suasana lokal di Indonesia, seperti perpaduan Jawa dan Palembang. Mereka mengenakan busana adat Jawa yang kental saat pemberkatan, dan bergaya kasual saat resepsi. Selain dalam pakaian, sentuhan Jawa pun juga terlihat pada ornamen dekorasi yang menggunakan kain batik bermotif parang di kursi, ornamen kap lampu gantung dan tirai-tirai spot foto.

“Elemen tradisional juga ada loh, seperti alas anyaman dari bambu untuk buah-buahan dan sayuran. Ada juga siluet Wayang Gunungan yang ada di pelaminan yang dipercantik dengan lampu-lampu, suka!”

 

Untuk melengkapi nuansa Jogyakarta, konsep Angkringan tidak ketinggalan hadir di tengah-tengah pernikahan mereka. Lengkap dengan gerobak, tikar dan bara serta minuman seperti Kopi Joss, Susu Jahe, Wedang Uwuh, dan berbagai jenis sate lengkap dengan Nasi Kucingnya. Menurut Jessica dan Erlangga, hal ini terus mengingatkan mereka terhadap Jogja sebagai salah satu kota romantis buat mereka.

Uniknya lagi, untuk para tamu, Jessica dan Erlangga tidak menyediakan kursi-kursi layaknya pesta pernikahan pada umumnya. Tidak juga berkonsep standing party yang terkadang membuat lelah para tamu. Namun, mereka menghadirkan konsep lesehan yang semakin membuat suasana Jogyakarta semakin hidup. Bahkan tamu VIP seperti Gusti Kanjeng Ratu Hemas, yang merupakan teman ayah Jessica ikut berbaur di lesehan. Seru ya!

Di hari bahagianya tersebut, Jessica mengenakan kebaya putih dengan nuansa Jawa, seperti yang selalu ia inginkan, lengkap dengan paesnya layaknya Putri Jawa. “Kebaya pengantinku di luar ekspektasi! Bahu transparannya membuaku terlihat lebih anggun,” seru Jessica.  Jessica memilih warna putih sebagai lambang kesucian dan permulaan untuk hal yang baru. Model Kebaya Kutu Baru dipadu-padankan dengan kain dengan motif sido mukti yang menjadi representasi dari doa pasangan baru, yaitu untuk hidup bahagia dan berkecukupan.

Bagi Jessica dan Erlangga, acara after party yang bernuansa angkringan Jogjanya tersebut meninggalkan kesan yang sangat mendalam, terutama saat menikmati hidangan lesehan di atas tikar yang sudah disediakan sambil menikmati putaran lagu Jogjakarta dari KLA Project dan sederet lagu 90-an lainnya. “Persembahan lagu ‘Jangan Berhenti Mencintaiku’ dari mamaku dan mama Erlangga juga sangat berkesan di pernikahan kita!”

Top 3 vendor:

  1. Elior Design

“Profesional dan thoughtful! Elios bisa mewujudkan dekorasi yang kita inginkan. Mereka mengerti dan memahami nuansa yang diinginakn tanpa membuatnya terlihat berlebihan. Sistem kerjanya yang profesional membuat kita dan keluarga merasa nyaman tanpa khawatir dengan proses dan hasilnya. Dengan latar belakang arsiteknya, Elior dan tim sangat sistematis dan strategis dengan berbagai tahapnya.”

2. Fita Angela

“Fita sangat paham bagaimana merias wajah pengantinnya tanpa mengubah wajah asli dan tetap terlihat menjadi diri sendiri. Make up-nya terlihat natural dan serasi dengan pakaiannya. Cantik, tapi tidak berlebihan.”

3. Hieros Photo

“Mulai dari lamaran, pre wedding, siraman, pemberkatan sampai resepsi, Hieros andalan kita. Komunikasi yang lancar dan asik, jiwa seni yang tinggi dan handal menangkap momen berharga menjadi hal yang kita idamkan dari Hieros.”

Tips untuk brides to be,

“Jangan lupa berdoa dan nikmati hari besarmu dengan bahagia. Saat mempersiapkan pernikahan pasti ada rasa khawatir, tapi hal tersebut bisa ditakukkan dengan berdoa dan memohon ketenangan, bukan untuk kita dan pasangan, namun untuk keluarga. Pada hari H, percayakan semuanya kepada WO. WO yang profesional akan membuatmu lebih nyaman dan tenang, sehingga kamu bisa lebih menikmati acara pernikahan dengan syukur dan suka cita. Semua itu terlihat dari pancaran mata dan ternyata juga dirasakan oleh tamu-tamu yang datang. Rasanya “love is in the air” benar-benar nyata di hari besar kami.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *