Outdoor Wedding at Gedong Putih ala Anindya and Aiken

By Ikke Dwi A on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad nikah

Venue Gedong Putih

Event Styling & Decor Organdi Decor

Photography Owlsome Project

Make Up Artist Lucia Tan

Catering Minity Catering

Wedding Organizer Janur Kuning

Wedding Reception

Venue Gedong Putih

Event Styling & Decor Organdi Decor

Photography Owlsome Project

Make Up Artist Lucia Tan

Catering Minity Catering

Wedding Organizer Janur Kuning

Kisah outdoor wedding yang menginspirasi hari ini datang dari Anindya dan Aiken. Dengan berlokasi di Gedong Putih, Bandung, konsep outdoor wedding yang diusung oleh Anindya dan Aiken terkesan simpel, namun tetap elegan dan cantik. Sebelum menyimak lebih jauh mengenai hari pernikahan mereka, yuk kenali Anindya dan Aiken lebih dekat dulu!

Pertemanan antara Anindya dan Aiken berawal saat keduanya sama-sama kuliah di Brisbane, Australia. Pada awal pertemanan, keduanya memiliki pasangan masing-masing, namun keduanya secara tidak sengaja putus dari pasangan masing-masing dalam waktu yang berdekatan. Selang beberapa waktu, keduanya saling dekat dan berpacaran selama 3,5 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Menurut Anindya, dirinya dan Aiken bukanlah pasangan yang romantis. Anindya bahkan baru sadar bahwa mereka benar-benar akan menikah saat Aiken mengajaknya untuk membuat budget pernikahan.

Wedding Preparation

Dalam mempersiapkan pernikahan dengan waktu yang relatif singkat, Anindya dan Aiken tergolong cukup santai. Keputusan keduanya untuk menikah di Gedong Putih juga mengharuskan mereka untuk bolak-balik Jakarta-Bandung, namun mereka sama sekali tidak berkeberatan dan menjalaninya dengan senang hati. Pemilihan Bandung sebagai kota diselenggarakannya pernikahan mereka tentunya bukan tanpa alasan yang kuat. Minity Catering yang menjadi favorit Anindya adalah alasan dipilihnya Bandung sebagai kota untuk menikah. Anindya ingin menyajikan yang terbaik bagi tamu-tamu undangannya, sehingga ia dan Aiken memutuskan untuk melangsungkan pernikahan di Bandung.

Dalam menentukan desain wedding dress yang akan dikenakannya, Anindya menjadikan Zuhair Murad dan Ellie Saab sebagai inspirasinya. Anindya yang merupakan penyuka warna navy harus mengurungkan niatnya untuk mengenakan wedding dress berwarna navy, karena warna navy terlalu kelam untuk outdoor wedding. Anindya pun akhirnya memutuskan untuk mengenakan wedding dress berwarna biru yang tidak sengaja ia temukan saat ke toko kain dan membuatnya jatuh cinta saat itu juga.

The Wedding Day

Untuk menghormati adat istiadat leluhurnya, Anindya dan Aiken menggunakan prosesi adat Tapanuli Selatan yang sedikit disederhanakan. Rangkaian acara pernikahan yang terdiri dari akad nikah, resepsi, hingga after party tersebut membuat Anindya dan Aiken mendapatkan tiga ambience yang berbeda bagi masing-masing acara. Hal ini memungkinkan karena venue pernikahan Anindya dan Aiken, Gedong Putih, dapat disewa hingga 9 jam lamanya.

Bagi Anindya, setiap momen pada hari besarnya memberikan kesan yang magical. Ia merasa sangat puas dengan kinerja vendor-vendor pernikahannya, karena semuanya sesuai dengan ekspektasi yang ia dan Aiken miliki. Selain itu, Anindya juga bersyukur karena tamu-tamu dari Jakarta berkenan menghadiri pernikahannya di Bandung.

Top 3 vendors:

  1. Janur Kuning, karena mereka sangat membantu aku dalam mengurus pernikahan dari jarak jauh.
  2. Organdi Decor, karena Mbak Muti selaku owner Organdi Decor sangat kooperatif, baik, dan helpful. Mbak Muti bahkan turun langsung dan turut memantau pada hari H!
  3. Minity Catering, karena Minity Catering lah yang menjadi alasan kami menikah di Bandung. Sejak mencicipi Minity Catering di resepsi salah satu sepupu, aku sudah berniat menggunakan jasa Minity Catering saat menikah.

Tips mempersiapkan pernikahan dari Anindya:

Walaupun terdengar klise, tips untuk semua calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahan adalah harus tenang. Aku sendiri merasakan manfaatnya, kok. Saat aku tenang, maka semua pasti ada jalan. Banyaklah berdoa, karena untuk mempersiapkan diri untuk menikah itu tidak sebatas mempersiapkan hari pernikahan. Hari pernikahan hanyalah gerbang awal.