Owlsome Project: Edgy Prewedding Photoshoot of Gya and Tarra

The Vendors Who Made This Happen

Prewedding

Saat ini konsep pre-wedding sudah banyak berubah. Tidak lagi hanya berkonsep formal dengan wardrobe yang memukau namun lebih kepada mengeksplorasi karakter dari pasangan tersebut. Pre-wedding sekarang ini juga sudah lebih berani menampilkan konsep-konsep yang out of the box.

 

Seperti pre-wedding yang dilakukan oleh pasangan Gya dan Tarra yang bekerja-sama dengan tim Owlsome. The Bride Dept suka sekali melihat hasil foto pre-wedding mereka berdua. Keduanya terlihat alami dan natural serta nampak sangat enjoy menjalani photoshoot bersama.

Konsep pre-wedding Gya dan Tarra ada dua, yaitu edgy dan vulnerable. Owlsome mengaku memilih konsep tersebut karena terinspirasi dari karakter Gya dan Tarra. Gya dan Tarra sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada Owlsome mengenai rancangan konsep foto mereka. “Aku mau kasih lihat dua sisi dari Gya dan Tarra. Satu sisi edgy mereka dengan konsep lighting neon dan fashion-ikat. Satu lagi adalah vulnerable, Gya dan Tarra yang apa adanya,” jelas Vega dari Owlsome.

Persiapan photoshoot yang meliputi pencarian wardrobe, properti dan pemilihan lokasi memakan waktu selama dua minggu lamanya. Untungnya, proses photoshoot yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan sangat lancar dan menyenangkan. Vega mengungkapkan bahwa photoshoot dengan konsep edgy dilakukan pada pukul empat pagi! “Aku selalu kagum dengan neon art dan ingin suatu hari membuat konsep pre-wedding yang agak berbeda dengan neon. Namun karena materialnya sulit jadi pakai LED,” ungkap Vega. Hasilnya memang sebanding dengan usaha tim Owlsome dan Gya serta Tarra yang sudah rela bangun dari dini hari ya!

The Bride Dept juga tidak kalah suka dengan foto-foto mereka yang berlokasi di dalam sebuah rumah. Rasanya semua yang melihat foto bisa jadi ikut tersenyum-senyum sendiri melihat aksi Gya dan Tarra yang lucu dan mesra. Tawa mereka terlihat begitu natural dan tidak dibuat-buat. Owlsome punya tips khusus untuk para brides to be agar bisa menciptakan foto seperti Gya dan Tarra, “Jadi diri sendiri aja. Tidak perlu khawatir dan takut terlihat jelek di kamera. Fokus dengan interaksi pasangan and dont forget to just enjoy the moment,” kata Vega.

Selain tips di atas, Vega juga memberikan tips kepada para brides-to-be yang akan melakukan pre-wedding, “Pilihlah fotografer atau vendor yang memang cocok dengan karakter dan ada chemistry dengan kalian. Pre-wedding is experience, i know planning wedding can be frustating, caught up in the busy wedding schedule and all the planning that goes with it, couples often forget they should also be cherishing and enjoying this time together. Aku ingin pre-wedding dijadikan kesempatan untuk para pengantin menghabiskan waktu bersama sebelum hari H,” ujar Vega menutup pembicaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *