Acara Lamaran Adat Palembang ala Bella dan Sandi

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Lesiga Decoration

Photography Fotologue Photo

Bride's Attire Dieva Ipeh

Make Up Artist Woko S (Hair Do)

Catering Akasya Catering

Ada yang masih ingat dengan ucapan orang tua ‘Apabila keseringan berantem, lama-lama jadi suka’ ? Nah itulah yang terjadi pada Bella dan Sandi. Perkenalan mereka yang berawal dari sebuah law firm di Jakarta sering diwarnai dengan beberapa perdebatan. Namun ternyata seiring dengan berjalannya waktu, mereka semakin dekat dan kemudian berpacaran. Lucunya, pada awal hubungan mereka tidak meng-announce tetapi lama kelamaan ketahuan oleh orang kantor dan mereka pun menjalaninya dengan santai. Acara lamaran yang diadakan oleh Bella dan Sandi merupakan lamaran adat Palembang yang unik dan menarik, lho. Baca kisah mereka selengkapnya, yuk!

Ketika kami menanyakan bagaimana Sandi melamar Bella. Bella menjawab,”Kalau ditanya romantis apa ngga, mungkin nggak seperti di film-film sih. Setelah keluarga Sandi datang ke rumah untuk berkenalan, Sandi pun datang seminggu setelahnya untuk langsung berbicara dengan Papa. Kalau diinget lagi, hari itu lucu banget karena dia datang dengan muka tegang dan tangannya dingin banget. Haha!”

Untuk acara lamaran ini, Bella dan Sandi sengaja menggunakan lamaran adat Palembang karena kebetulan ayahnya Bella dan ibunya Sandi sama-sama orang Palembang. Acara ini pun diwarnai dengan nuansa adat tersebut, seperti pembukaan acara dengan pantun dan ada acara menginang yaitu tukar menukar sirih yang dilakukan oleh ibunya Bella dan Sandi.

Proses pemilihan tanggal pun bisa terbilang cukup unik. Sedari dulu, Bella memang sudah ingin di-makeup oleh Upan Duvan untuk lamarannya. Ketika itu, acaranya direncanakan sekitar bulan Juni. Tetapi ternyata jadwal Mas Upan sudah penuh di bulan tersebut dan jadwal yang kosong hanyalah di tanggal 16 Mei. Akhirnya Bella memajukan acara lamarannya menjadi tanggal 16 Mei, yang ternyata juga hari ulang tahun dari Sandi. Kebetulan hari ulang tahun Bella jatuh pada tanggal 16 Oktober, jadi mereka adalah pasangan serba tanggal 16. Ia pun semakin mantap dengan tanggal tersebut karena menurut perhitungan kalender Jawa, pasangan yang memiliki jumlah tanggal lahir yang sama memiliki masa depan yang bagus.

Bagi Bella, yang membuat acara lamarannya ini memorable adalahh ketika ia memberikan kue ulang tahun ke Sandi dan keluarga menyanyikan lagu Happy Birthday bersama. Sandi pun kaget karena tidak menyangka akan ada surprise party untuknya.

Persiapan lamaran ini pun menyimpan cerita lucu untuk mereka baru sadar kalau mereka belum membeli cincin pertunangan 2 minggu sebelum acara tersebut. Bella mengaku pada waktu itu ia dan Sandi sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan di kantor. Akhirnya menit-menit terakhir ia pun pergi dengan ibunya Sandy untuk membeli cincin, namun ternyata ketika cincin tersebut diambil, ukurannya kebesaran. Alhasil sampai sekarang, mereka menggunakan cincin tersebut di jari tengah.

Ketika diminta memilih top three vendors, Bella menjawab bahwa semua vendornya bekerja dengan sangat keras untuk mewujudkan acara lamarannya ini. Ia mengaku sangat senang dengan hasil makeup dari Upan Dupan dan hairstyle dari Woko. Tidak hanya itu, kebaya dari Dieva Ipeh pun membuat ia terkagum-kagum karena ia tidak menyangka hasilnya akan sebagus itu. Akasya Catering pun menyajikan makanan dengan rasa yang lezat. Ia pun memuji tim dari Lesiga Decoration karena dekorasi yang cantik dan juga karyawannya yang mau menunggu hingga acara selesai walaupun sudah larut. Pesan Bella untuk pembaca The Bride Dept yang akan mengadakan lamaran adalah untuk tidak lupa membeli cincin dan menggunakan tema sesuai dengan adat masing-masing karena lamaran adalah momen sekali seumur hidup.

×