Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Kegagalan Hubungan Song Song Couple

By Pravita Hapsari on under How To, Relationship

Hubungan sepasang suami-istri yang terlihat sempurna dan saling mencintai satu sama lain saja bisa kandas dan harus melewati perceraian. Mungkin itu kesan pertama kali yang terlintas saat mendengar kabar perceraian Song Joong Ki dan Song Hye Kyo atau yang biasa dipanggil Song Song Couple ini.

Untuk para pecinta drama “Descendents of The Sun“, kabar pernikahan Song Song Couple menjadi berita yang sangat menggembirakan karena ini seperti melihat episode terakhir drama yang berakhir bahagia. Masih ingat sekali dengan perkataan Song Joong Ki saat mengumumkan kabar pernikahannya pada para penggemar, kira-kira seperti ini “Saya sangat fokus memikirkan karir dan memutuskan untuk tidak menikah, sampai Song Hye Kyo datang ke hidup saya dan merubah segalanya”. Siapa yang tidak ikut “meleleh” dengan kata-kata manis Song Joong Ki ini ya.

Walaupun selama ini yang kita lihat mereka baik-baik saja dan tetap menjalankan karirnya sebagai aktor dan selebritis, membuat kabar perceraian mereka pun menjadi sangat mengejutkan. Belum genap 2 tahun menikah, Song Joong Ki dan Song Hye Kyo pun sepakat untuk cerai karena mereka memiliki perbedaan pandangan dan tidak bisa bertemu “jalan tengahnya”.

Nah, daripada ikut galau dan kecewa dengan kegagalan hubungan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, lebih baik kita bahas yuk pelajaran yang bisa diambil dari kegagalan hubungan mereka!

1. Jangan Buru-Buru Menikah

Menikah itu bukan menjadi solusi dari masalah hidupmu dan tidak selalu membuatmu bahagia. Setelah menikah, bukan berarti pasangan yang akan menanggung segala beban dalam hidupmu dan kebahagiaanmu. Karena kebahagiaan itu adalah tanggung jawab masing-masing, dan jangan juga menyalahkan pasangan kalau kamu tidak merasa bahagia.

Lalu jangan juga buru-buru menikah hanya karena usia dan tekanan sosial.

Teman-temenmu sudah menikah tetapi kamu masih asyik main, nonton film, travelling, dan sibuk rebutan tiket konser? Jangan sedih, semua punya waktunya masing-masing lho. Menikah juga bukan standard kesuksesan seseorang kok, jadi kalau ada keluarga atau tetangga yang nanya “Kapan nikah?” jangan langsung emosi ya, jawab aja sekenanya atau dibecandain “ada yang bisa dikenalin sama aku nggak? Siapa tahu jodoh”.

Kalau baru kenal dengan pasanganmu juga jangan langsung memikirin untuk menikah ya. Idealnya, butuh waktu 3 tahun lho untuk mengenal karakter satu sama lain dan mempelajari bagaimana pasanganmu mengatasi masalah.

2. Diskusi Serius Sebelum Menikah!

Setelah melewati momen-momen bahagia dilamar dengan pasangan, kamu harus diskusi serius berdua untuk membahas segala macam hal yang berhubungan dengan pernikahan. Mulai dari ekspektasi masing-masing akan kehidupan pernikahan, cita-cita yang masih ingin dikejar, cara mengatur keuangan, mau punya anak berapa, bagaimana cara mendidik anak, tanggungan keluarga, punya hutang atau tidak, bahkan sampai hal-hal “pahit” seperti apa yang akan dilakukan kalau kalian tidak bisa memiliki anak atau keguguran saat menjalani program kehamilan.

Ini penting banget dilakukan dan harus jujur satu sama lain ya agar kalian bisa mencegah masalah-masalah yang lebih besar muncul setelah menikah.

3. Toleransi! Toleransi! Toleransi!

Saat menikah, sudah bukan aku dan kamu lagi tetapi sudah berubah menjadi kita. Salah satu resep hubungan pernikahan bisa langgeng juga karena masing-masing pasangan mau mengesampingkan ego-nya dan salah satunya pasti ada yang mengalah. Nah, toleransi ini hanya dimiliki oleh pasangan-pasangan yang sudah dewasa. Kalau masih sering ngambek-ngambek sih jangan mikir nikah dulu ya, coba introspeksi diri lagi.

Kamu pun sudah memilih pasanganmu sehidup-semati dan kamu harus bertanggungjawab atas pilihanmu itu. Kalian sudah menjadi satu keluarga baru dan tim yang harus mendukung satu sama lain, bagaimana pun keadaannya.

4. Percayalah, Pasanganmu Tidak akan Berubaha Saat Menikah

Tidak suka dengan kebiasaan pasangan dan berharap dia akan berubah setelah menikah? Itu tidak mungkin terjadi!

Kamu yang hanya bermodalkan cinta, rela menekan ego-mu dan mau menunggu pasanganmu berubah hanya karena ingin menikah dengannya. Bisa jadi kamu telah membuang-buang waktu demi sesuatu yang tidak berguna bahkan tidak menghargaimu. Daripada membuang-buang waktumu, lebih baik dari awal sudah menunjukkan siapa kamu sebenarnya supaya pasangan tidak kaget dan merasa kamu berubah setelah menikahinya. Masalah-masalah kecil seperti ini juga kadang bisa sangat menggangu kalau kamu terus memendamnya sendiri.

5. Berikan “jarak” pada Pasangan

Saat pacaran, kalian selalu ingin bertemu dan jalan berdua tapi saat menikah malah sebaliknya.

Kamu mungkin terlalu sibuk memikirkan diri sendiri tapi tidak mengerti situasi yang sedang dialami pasanganmu dan membuat dia terkesan “marah” padamu. Mungkin dia hanya butuh ketenangan untuk mengatasi masalahnya sendiri.

Baiknya, berikan dia “jarak” untuk bebas dan berpikir atau melakukan apapun yang ingin dilakukannya.  Jangan lupa untuk bilang kalau kamu bersedia diajak diskusi dan mendengarkan jika dia butuh bantuan. Dengan begini dia akan merasa lebih dihargai dan dipercaya.

Ada masukan lain atau pengalaman yang bisa kamu ceritakan? Bisa tulis dikolom komen dibawah ini ya!

×