Pengalaman Malam Pertama

Setiap pasangan yang sudah menikah pasti memiliki pengalaman malam pertama mereka masing-masing. Tentunya kita ingin tahu pengalaman beberapa orang yang sudah menikah tentang seperti apa sih malam pertama itu? Yuk, kita baca selengkapnya!

Tonight I celebrate my love for you. It seems the natural thing to do.

Tonight no one’s gonna find us. We’ll leave the world behind us..

When I make love to you.

Tonight I celebrate my love for you and soon this old world will seem brand new

Tonight we will both discover how friends turn into lovers..

When I make love to you..

Penggalan lagu tersebut sudah tak asing lagi di telinga kita bukan? Karena lagu itu banyak dibawakan dalam acara pernikahan. Jika ditelaah liriknya sangat pas menggambarkan situasi saat malam pertama. Saat dimana kita tinggal hanya berdua saja setelah melewati serangkaian acara yang panjang dan berhadapan dengan begitu banyak tamu yang hadir pada pernikahan kita. Lalu seperti apakah malam pertama itu bakal berlangsung? Apakah panas membara seperti yang ada di film – film romantis kebanyakan? Atau malah menyeramkan karena kita tidak tahu harus berbuat apa? Hehehe. Supaya brides to be memiliki bayangan, The Bride Dept bertanya kepada beberapa orang yang sudah menikah untuk sharing pengalaman malam pertama mereka! Pstt, ada juga yang memberi tips – tips supaya malam pertama kalian sukses. Jadi artikel ini wajib disimak!

C, Wanita, 2 minggu menikah

“Berhasil!!! Tapi kenapa baru ada bercak darah pas hari ketiga ya?”

W, 4 tahun menikah

“Pertama, Kita harus tahu dan paham apa yang mau dilakukan saat malam pertama. Kedua, Bersihan diri, wax atau cukur – cukur, ratus, luluran dan lain sebagainya. Ketiga, cari tempat senyaman mungkin supaya suasana jadi rileks dan ga tegang. Keempat, penting untuk komunikasi dengan pasangan sebelum memulai. Jangan tegang dan jangan takut foreplay dulu. Kelima, siapkan lingerie yang seksi. Terakhir, sabar dan pelan – pelan saja. Kalau terlalu cepat dan dipaksakan takutnya malah jadi trauma.

J, Lelaki, 3 bulan menikah

“Kalau bisa pas resepsi jangan capek – capek biar ga ketiduran pas malam pertama. Foreplay itu penting banget”

G, Wanita, 1 tahun menikah

“Gw sejujurnya dari dulu sangat takut sama yang namanya malam pertama. Kalau ada orang nunggu – nunggu, gw malah takut banget. Karena di bayangan gw itu bakal ga nyaman dan sakit. Gara – gara mikirin itu, gw sampe sakit pas mau kawin karena udah stress duluan. Tapi selebihnya sudah nyaman”

F, Wanita, 2 tahun menikah

“Mau malam pertama sukses? Jangan bikin malam pertama saat pacaran, hehehe”

W, Wanita, 2 tahun menikah

“Sepertinya gw kurang berhasil, soalnya capek abis jalanin adat Batak seharian. Yang ada malah ‘pagi pertama’.”

G, 6 tahun menikah

“Hmmm, entah karena sama – sama udah kepengen atau gimana tapi sepertinya malam pertamanya cukup seru aja. hehehe, baru tahu ada rasa kaya gitu. Percaya diri aja. Kalau memang capek banget setelah rangkaian prosesi pernikahan sebaiknya istirahat saja dulu.

P, Lelaki, 2 tahun menikah

“Rayu, kasi pelumas, hajar! Selesai perkara.”

F, Wanita, 4 tahun menikah

“Malam pertama gw habiskan dengan menghitung angpau yang ada di kantong baju pengantin buat bayar – bayarin sisa pembayaran ke vendor”

U, 4 tahun menikah

“Malam pertama gw sukses, sukses bikin suami gw puyeng. Baru juga foreplay gw langsung mens sederes – deresnya, kasian ya.”

I, Lelaki, 7 bulan menikah

“Pelumas , pelumas dan pelumas. Beli aja di minimarket, banyak kok”

F, 5 tahun menikah

“Sebelumnya di pelaminan, suami gw sudah bisik – bisik menggoda gitu. Cuma karena lelah banget, baru juga pelukan eh malah ketiduran sampai pagi.”

C, 5 tahun menikah

“Malam pertama gw sih judulnya tidur, lah wong gw dapet hari pertama. Yang ada pas bangun paginya, gw tembus sampe ke sprei dan bokap gw kira gw abis gimana – gimana gitu. Hahaha. Hmm, mungkin jangan berharap terlalu tinggi. Maksudnya gini, kadang kan suka ada yang berharap malam pertama bakal dipuaskan banget di ranjang ya. Sebenarnya malam pertama akan lebih indah kalau memang sama – sama menikmati. Gak punya beban apa – apa, gak ada target mau hamil, pokoknya sama – sama sayang, udah itu aja. Malah kalau perlu, gak perlu malam pertama di ranjang itu dilakukan malam setelah menikah. Capek bok, abis akad dan resepsi.”

R, 7 tahun menikah

“Malam pertama gw refleks nendang suami gw. Karena gw stres dan suami malah ga tahu bagaimana caranya. Awalnya gw pikir dia sok polos ternyata serius dia ga ngerti. Sampai akhirnya baru bleeding itu pas pernikahan dua minggu, ga ngerti deh siapa yang salah, hahaha.”

Nah, beragam sekali ya ceritanya brides. Terlihat juga perbedaan reaksi lelaki dan wanita dari jawaban mereka. Lelaki cenderung santai menghadapi malam pertama dibandingkan dengan kita para wanita. Poinnya adalah, tidak perlu berekspektasi terlalu tinggi untuk sebuah malam pertama seperti bayangan dalam film – film romantis. Resapi dan nikmati saja momen dimana kalian berdua sudah sah menjadi suami istri. Jika memang sedang ada halangan atau belum berhasil, tenang saja toh kalian masih punya beribu – ribu malam selanjutnya untuk kalian nikmati bersama.

6 thoughts on “Pengalaman Malam Pertama

  1. Ternyata tiap orang beda-beda ya. Jadi deg-degan ngebayangin gimana malam pertama aku nanti!

  2. Yang penting, jangan grogi! Haha paling penting deh tuh. Mind over matter!

  3. Lucu-lucu ya pengalamannya 😀

  4. Setuju sekali kalo jangan terlalu berekspektasi tinggi-tinggi 😀

  5. Waah ternyata bervariasi juga ya pengalaman-pengalamannya, hehe 😀

  6. Kok bisa ya hari ketiga baru berdarah? Apa penyebabnya ya? Mohon petunjuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *