Pengalaman Pertama Menjadi Bridesmaid

By Septa Mellina on under Bridesmaids, How To

Saat resepsi pernikahan, di antara kerumunan para tamu undangan, ada deretan wanita cantik dengan gaun atau kebaya dengan warna senada. Kadang, model pakaian mereka pun sama persis. Yup, mereka adalah bridesmaid.

Bridesmaid adalah perempuan lajang yang memiliki hubungan dekat dengan pengantin perempuan, misalnya sahabat, kakak atau adik yang berusia dewasa atau marriageable age. Tidak diketahui dengan pasti kapan tradisi bridesmaid muncul. Namun, pada zaman dahulu, konon bridesmaid sengaja dilibatkan dalam resepsi pernikahan untuk mengelabui roh-roh jahat yang ingin mengganggu pengantin perempuan. Itu sebabnya para bridesmaid berdandan cantik dan mengenakan gaun indah seperti pengantin.

Kini keberadaan bridesmaid seperti sebuah kewajiban dalam pesta pernikahan. Nggak cuma tampil cantik, ternyata pengalaman yang dialami para bridesmaid juga beragam lho. Berikut adalah kisah mereka saat pertama kali menjadi bridesmaid:

Anna, 23 tahun, Karyawati Swasta

“Rasanya senang banget dan ikut merasakan suka duka plus ribetnya nyiapin pernikahan. Mulai dari warna gaun sampe printilan kayak cara masuk bersama kedua mempelai kayak apa. Saat mempersiapkan gaun, rasanya deg-degan, takut nggak muat pas hari H hahahaha.. Waktu pertama kali jadi bridesmaid, sepatu saya kurang stabil, jadi pas masuk bersama pengantin, cara jalan saya berat ke kanan gitu dan hampir keluar dari karpet pengantin. Kocak banget. Untungnya saya nggak terjatuh. Tapi saya jadi ikut sedih juga karena venuenya waktu itu semi terbuka dan hujan turun. Anginnya cukup kencang sampai ada beberapa gelas pecah. Venue pernikahan jadi pindah ke restoran yang sudah tutup namun masih di area venue. But the couples were happy. Jadi itu momen yang cukup sedih namun manis juga untuk saya.”

Glory, 24 tahun, Graphic Designer

“Yang pasti senang dong bisa dipercaya jadi bridesmaid. Bahkan gue sudah diminta jadi bridesmaid-nya sejak kita masih duduk di bangku SMP. Surprised banget karena ternyata teman gue masih ingat dengan janjinya. Menjadi bridesmaid itu melelahkan sih tapi sangat menyenangkan karena ikutan sibuk persiapan ini-itu. Menarik sih memperhatikan karakter orang-orang saat mempersiapkan wedding dan bisa tahu juga rasanya menyiapkan wedding meskipun bukan gue yang menikah.”

Alinda, 25 tahun, Jurnalis

“Pertama kali diminta menjadi bridesmaid rasanya terharu banget karena artinya keberadaan saya bermakna dan diperhitungkan untuk teman saya. Sebagai bridesmaid, saya juga harus mempersiapkan penampilan agar terlihat sempurna di hari penting sahabat saya, mulai dari browsing model kebaya, cari-cari salon dan makeup yang bagus. Bahkan saya beli berbagai asesoris pendukung biar terlihat cantik. Lebay sih, tapi ya senang dan seru aja hahaha…. Saat hari H pernikahan, saya deg-degan banget. Takut salah bersikap. Tapi setelah dijalani, ternyata menjadi bridesmaid menyenangkan juga. I was so excited.”

Laila, 29 tahun, Karyawati Swasta

Gue merasa terharu banget saat jadi bridesmaid sahabat gue. Rasanya baru kemarin gue dan dia kuliah dan main bareng, tau-tau sahabat gue ini menikah. Time flies so fast dan tiba-tiba usia kita sudah matang untuk berkeluarga. Demi sahabat, gue browsing cari referensi model kebaya, makeup dan hairdo yang cantik di Pinterest. It was really worth the effort. Kebayanya juga masih gue simpan untuk dipakai ke kondangan lainnya, untung masih muat hehe…”

Dara, 23 tahun, PNS

“Diminta jadi bridesmaid berarti saya adalah teman yang penting untuk dia. Ikut ngerasa nervous juga sih pas resepsi. Yang pasti, menjadi bridesmaid mengharuskan kita untuk membuat kebaya atau gaun yang cantik. Nggak mau kan tampil biasa aja di hari bahagia sahabat.”

Gendis, 28 tahun, Ibu Rumah Tangga

“Waktu dulu pertama kali jadi bridesmaid wah rasanya excited banget. Seru banget nyiapin kebaya, makeup, sepatu, asesoris dan sanggul yang bagus. Aku juga janjian sama teman-temanku sesama bridesmaid untuk model kebayanya. Pulang kuliah kita ke penjahit bareng, repot bareng, senang juga bareng-bareng. Kita sampai nabung dari jauh-jauh hari untuk bayar biaya jahit. Lucunya, karena dulu kita semua belum pernah jadi bridesmaid, jadi sama-sama bingung juga mau ngapain saat resepsi hahaha Tapi, overall, menjadi bridesmaid itu seru banget sih. Ikutan repot meskipun bingung harus ngapain hahaha…”

Yuk ikutan share pengalaman kamu menjadi bridesmaid di kolom comment di bawah ini. Para calon bridesmaid juga boleh banget ikutan nimbrung lho. Cheers!

Photo Courtesy of Creation Studios for www.southernbride.com

Check Out The Vendor

Comments

Erna Yuniarti

Beberapa bulan lalu saya menjadi bridesmaid untuk sahabat saya semasa SMP yang sudah 7 tahun berpisah. Kebetulan dia melanjutkan kuliah di luar negeri. Bahagia pastinya masih dianggap penting setelah sekian lama ga ketemu. Pada saat jadi bridesmaid, saya diminta untuk mendampingi host-parents teman saya dari USA.. waah.. sungguh degdegan.. saya diminta untuk menjelaskan semua prosesi pernikahan, karena teman saya menggunakan adat Jawa lengkap dengan midodareni dan siraman. Demi totalitas, saya lalu mempelajari sejarah pernikahan adat jawa.. mencoba mencari istilahnya dalam bahasa Inggris, dan tak lupa mempelajari adat propinsi lain, sekaligus memperkenalkan Indonesia -pikir saya. Sangat bersyukur semua lancar. Host-parents teman saya sangat kagum dengan semua prosesinya, dan penjelasan saya bisa dipahami. It was amazing to see my bestie’s once-in-a-life moment. Namun agak canggung, karena hanya saya sahabat dari SMP yang diundang.. jadi saya kurang bisa membaur dengan bridesmaid lain yang adalah teman kuliahnya di luat neger. But, hey, it was great to know new people tho!

Reply
Septa Mellina

Septa Mellina

Hi Mba Erna.. Wah, pengalamannya menarik banget! Pasti ribet banget tuh harus belajar adat Jawa dan cari-cari istilahnya dalam Bahasa Inggris. But it’s worth the effort pastinya. Terima kasih ya sudah berbagi pengalaman. Seneng deh bacanya :D

Reply
Septa Mellina

Septa Mellina

Hai Mba Erna… Wah pengalamannya seru banget! Walaupun ribet harus belajar adat dan cari-cari istilahnya dlm Bahasa Inggris, tapi it was worth the effort ya pastinya. Makasih udah mau sharing pengalamannya :D

Reply

Ratih Febriani

pengalaman pertama kali jadi bridesmaid di tahun 2013 pernikahan sahabat aku sejak kuliah. bridesmaid pilihannya adalah teman-teman terdekat dari jaman TK-Kuliah, nah kebetulan saat kuliah kita ada geng cewe-cewe tapi malah aku yang dipilih karena paling dekat dengan dia. Yang bingung adalah saat sahabatku itu kasih bahan dress, karena cuma aku yg dikasih tapi teman-teman se-geng gak kebagian, kita berdua sampai harus menjelaskan secara detail alasannya dan meminta maaf kalau ada yg kurang berkenan, beruntungnya mereka mau memahami.

setelah itu, saya langganan jadi bridesmaid di pernikahan sahabat saya. hhihiihi yang paling menyenangkan dari seorang bridesmaid adalah ikut merasakan repotnya seharian penuh daat hari H, karena sebagai bridesmain kita gak cuma foto-foto aja loh…bahkan gak jarang diberi tanggung jawab untuk menghandle konsumsi/tamu/foto booth/dll.
seru banget

Reply
Septa Mellina

Septa Mellina

Yup, agree. Jadi bridesmaid memang jadi ikutan ‘belajar’ nyiapin ini-itu buat wedding ya hihihi.. It’s fun nonetheless. Thanks for sharing ya, Ratih :D

Reply