Perjalanan Bulan Madu ke Maumere ala Angie dan Bya

By Rebebekka on under How To

Keindahan pantai Indonesia Timur memang sudah tidak diragukan lagi. Pasir yang halus dan bersih, garis pantai yang panjang dan ombak yang tenang membuat banyak orang datang kesana untuk mencari ketenangan termasuk bagi mereka yang ingin berbulan madu. Seperti pasangan Angie dan Bya yang baru saja berbulan madu ke Maumere, Nusa Tenggara Timur. Namun sebelum kita tahu tentang cerita bulan madu mereka yang seru, kita simak terlebih dahulu kisah cinta mereka hingga akhirnya bisa berlanjut ke jenjang pernikahan.

Angie dan Bya merupakan teman satu permainan di Indonesia Banking School, Kemang. “Cintaku berat di ongkos.” Kalimat gurauan itu cocok untuk menggambarkan awal kedekatan mereka. Terang saja, rumah Angie berada di Bekasi sedangkan Bya tinggal di BSD, Tangerang Selatan. Dari ujung ke ujung. Saat pertama kali Bya ingin mengajak Angie untuk date dan berniat menjemputnya, Bya menempuh 4 jam perjalanan mencari alamat rumah Angie. Saat itu tahun 2007, jalan tol JORR yang menghubungkan Tangerang dan Bekasi belum rampung dan penggunaan aplikasi GPS masing belum ramai seperti saat ini. Namun Bya berhasil berjuang untuk bisa sampai ke rumah Angie di Bekasi dengan bantuan buku PETA Jakarta dan Sekitarnya.

“Setelah 2,5 tahun berpacaran kami menemukan banyak masalah dan akhirnya putus. Sedih dan banyak juga teman – teman yang kecewa saat kita putus. Tapi yang namanya jodoh InsyaAllah tidak kemana – mana. Setelah tiga tahun putus kami mulai dekat lagi dan akhirnya kembali berpacaran. Tiga  tahun itu membuat kami banyak belajar menjadi orang yang lebih baik dan lebih saling mengerti, menghargai serta percaya satu sama lain. Setelah kurang lebih tiga tahun kembali berpacaran, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan lamaran dan menikah. Pada akhirnya aku yakin sama Bya karena dia orang yang sangat mengerti aku dan dia orang yang bisa dan mau diajak bermimpi untuk masa depan kita berdua, InsyaAllah,” cerita Angie.

Angie dan Bya memilih Maumere, NTT sebagai tujuan honeymoon karena mereka tertarik saat sepupu mereka menceritakan perjalanannya ke Maumere. 3,5 jam penerbangan ditempuh dari Jakarta menuju Kupang yang dilanjutkan dengan pesawat menuju Maumere selama 35 menit. Kemudian dari bandara Maumere sudah ada orang lokal yang ditugaskan pihak resort untuk menjemput mereka menuju penginapan. Coconut Garden Beach Resort menjadi pilihan mereka untuk tinggal selama di Maumere. “Waktu sampai disana, memang resort-nya lucu banget. Cocok banget untuk honeymoon dan langsung bisa main pasir plus snorkeling karena ressort-nya menyatu dengan laut. Disana hampir 90% tamunya adalah orang asing. Hanya ada beberapa tamu Indonesia dan biasanya hanya walk-in saja,” ungkap Angie.

Mereka sengaja tidak membuat itinerary karena ingin melakukan perjalanan yang spontanitas. Namun ada satu agenda yang wajib mereka lakukan seperti saran orang lokal disana yaitu mengunjungi Taman Nasional Kelimutu atau Danau Tiga Warna. Angie dan Bya berangkat sejak pukul 3 subuh demi mengejar sunrise. Jaket tebal tidak lupa mereka persiapkan karena di danau Kelimutu suhunya sangat dingin. “Untuk sampai kesana perjuangannya lumayan! Bukan karena tracking-nya yang susah, namun karena jalannya berliku – liku dan supir di Maumere sungguh luar biasa, hehehe. Alhasil aku dan Bya mabuk darat.Tetapi setelah sampai disana, semua perjuangan terbayarkan karena danaunya benar – benar indah,” cerita Angie.

Angie punya tips untuk para brides to be yang ingin berbulan madu di Maumere, “Harus siap puasa gadget karena disana hanya ada sinyal salah satu operator seluler seadanya dan sinyal wifi resort pun antara ada dan tiada. Hampir setiap malam mati lampu. Tetapi bagus sih jadinya karena kita jadi bisa lebih dekat sama pasangan, hehehe.” kata Angie menutup pembicaraan.

photo-7-30-16-11-50-19 header-kelimutu 2016-07-30-13-08-26

 

×