Perlukah Mempersiapkan Kamar Pengantin?

By alandakariza on under How To

Ketika sedang mempersiapkan pernikahan, saya sama sekali tidak mempersiapkan kamar pengantin. Kami sudah menyiapkan apartemen untuk ditinggali berdua, dan berpikir bahwa setelah menikah, kami akan langsung menginap di apartemen tersebut atau mungkin menyewa kamar hotel.

Tanpa saya sangka, ternyata persoalan kamar pengantin ini menjadi salah satu hal yang paling sering ditanyakan oleh keluarga. “Nanti kamar pengantinnya di mana?”

Jadi, sebenarnya kamar pengantin itu diperlukan atau tidak? Ini beberapa pandangan mengenai kamar pengantin berdasarkan pengalaman saya.

1. Jika kita berpikir bahwa kamar pengantin adalah kamar yang akan ditiduri oleh kedua mempelai setelah pernikahan, pemikiran itu belum tentu benar. Ternyata, sebagian orang – terutama dari generasi atau budaya tertentu, percaya bahwa kamar pengantin juga adalah kamar yang ditiduri oleh calon mempelai wanita sebelum pernikahan. Seringkali, saat ada acara midodareni, malam bainai, pengajian, dan lain-lain sebagainya, sanak saudara akan meminta untuk melihat kamar pengantin.

Kendati menurutmu tidak perlu menyiapkan dan/atau mendekorasi kamarmu untuk menjadi kamar pengantin, coba diskusikan dengan kedua orangtua. Jangan sampai ketika mendekati hari H, kamu baru tahu bahwa mereka berharap ada “kamar pengantin” khusus yang disiapkan, sementara kamu belum mempersiapkannya. 

Kalaupun itu sampai terjadi — tidak perlu khawatir. Biasanya, vendor dekorasi pernikahan pun menyediakan jasa mendekorasi kamar pengantin. Jika keuangan kita terbatas, tidak ada salahnya untuk mencoba mendekorasi sendiri, paling tidak dengan menempatkan sebuket bunga atau memasang kelambu.

2. Tidak jarang, ketika hendak menikahkan putrinya, orangtua calon mempelai wanita akan memilih untuk merenovasi rumah demi membuatkan kamar pengantin di mana putrinya (dan suaminya kelak) diharapkan untuk tinggal. Jika kamu dan calon pasanganmu berencana untuk segera tinggal sendiri setelah menikah, misalnya di rumah atau di apartemen, sampaikan ini kepada orangtua supaya mereka tidak keburu repot-repot merenovasi rumah demi kamar pengantinmu.

3. Jika tidak memiliki kamar pengantin, sampaikan hal ini dengan fotografer yang mendokumentasikan acara di rumahmu, agar mereka bisa mencari tempat yang pas untuk mengambil fotomu saat bersiap-siap, maupun foto-foto seserahan/hantaran yang seringkali disimpan di kamar pengantin.

Memiliki “kamar pengantin” atau tidak, tentunya menjadi pilihanmu sendiri. Yang penting, jangan lupa untuk mengkomunikasikan keputusanmu ke calon pasangan, kedua orangtua, dan pihak-pihak yang berkaitan.