Perlukah Mengundang Mantan Pacar ke Pernikahanmu?

By Rebebekka on under How To

Dini dan Edo yang sudah berpacaran sejak semester tiga. Di kampus mereka dikenal sebagai sweet couple yang ke mana – mana selalu berdua. Namun setelah lulus kuliah mereka terpaksa menjalani LDR (Long Distance Relationship). Edo ditugaskan oleh perusahaannya di daerah lepas pantai di Pulau Kalimantan, sedangkan Dini mengambil gelar master di London. Jauhnya jarak ditambah susahnya sinyal di tempat Edo bekerja membuat komunikasi mereka terhambat. Mereka kemudian sibuk mengejar ambisi dan cita – cita mereka. Kata “break” lama – lama dengan sendirinya menjadi “putus” tanpa harus secara tegas diucapkan.

Sementara itu, Maria dan Bobby yang sudah berpacaran selama tujuh tahun memutuskan untuk jalan masing – masing. Bukan karena ada yang affair,bukan karena keduanya sibuk jadi tidak ada waktu buat pacaran. Justru dengan semakin lamanya hubungan mereka,rasa sayang mereka semakin tumbuh melebihi sepasang kekasih. Sudah seperti saudara. Alasan perpisahan karena hubungan mereka akan sulit untuk dipersatukan. Mereka berbeda keyakinan. Meskipun orangtua Maria menyukai Bobby secara personal, namun mereka sudah mengultimatum bahwa Maria tidak akan bisa menikah dengan Bobby. Terakhir kalinya Bobby memeluk Maria, ia berkata “ini pelukan terakhir aku sebagai pacar kamu, besok kamu sudah bukan lagi pacar aku, tapi kamu tetap jadi sahabat aku, adik aku, saudara aku, kalau kamu menikah nanti undang aku ya”. Kata Bobby sambil mengusap air mata Maria.

Jarang sekali ada perpisahan yang diakhiri dengan baik – baik. Setiap perpisahan akan selalu dibumbui rasa kecewa, marah, pahit, sedih dan air mata.  But, time will heal the wounds.  Percaya saja, ada waktunya kita akan move on dan menemukan pengganti nya. Karena mau kita paksakan dan cari jalan bagaimana pun juga, jika memang dia bukan jodoh kita, ya tidak akan berjodoh.

Permasalahannya saat kita menikah, perlu tidak ya kita mengundang mantan (- mantan) kita? Jawabannya, tergantung. Ya, tergantung bagaimana hubungan kita setelah putus. Ada sebagian orang yang memutuskan untuk sama sekali tidak berhubungan kembali karena sakit hati. Tidak jarang juga yang berakhir menjadi sahabat. Mengutip perkataan Andien “who says an ex-lovers can’t be a bestfriend“. Saat pernikahannya, Didiet Maulana yang dulunya adalah mantan pacar Andien malah justru ikut sibuk mempersiapkan pernikahan Andien. Sweet ya.

Namun setidaknya, ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan mengundang mantan (-mantan) kita, terutama dia yang menyandang status sebagai “mantan terindah” :

Diri kita sendiri

Perhatikan motivasi kita ketika mengundang mantan. Apakah kita memang dengan tulus mengundangnya sebagai teman dan hubungan kita sudah membaik. Kalau begitu, tidak ada salahnya mengikutsertakan dia dalam momen indah kita. Tetapi hati – hati, karena terkadang tanpa kita sadari kita memiliki niat terselubung. Misalnya saja ingin menunjukkan bahwa kita bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik dari dirinya dan kita sudah bahagia. Jangan sampai seperti itu , karena ada yang bilang bahwa ketika kita ingin sekali menunjukan bahwa kita bahagia bersama pasangan kita yang sekarang di depan pasangan terdahulu kita, itu tandanya kita belum bahagia seutuhnya.

Pasangan kita

Kita tentu perlu mempertimbangkan perasaan pasangan kita. Bisa saja kehadiran mantan pacar kita membuat mereka tidak nyaman atau cemburu. Jika pasangan tidak nyaman tentu akan membuat suasana pernikahan menjadi berbeda, jadi jangan paksakan untuk mengundangnya.

Mantan

Pastikan sang mantan memang sudah move on dan berjiwa besar untuk menghadiri pernikahan kita. Tidak lucu kan kalau sampai sang mantan membuat “keonaran” saat pernikahan kita. Pernah ada cerita ketika pendeta yang sedang ingin mengesahkan pertunangan bertanya kepada jemaatnya,”Apakah ada diantara jemaat yang merasa keberatan dengan pernikahan ini?” Si mantan yang masih belum move on pun mengajukan keberatan dan pernikahan terpaksa ditunda sampai masalah antar mereka tuntas. Di social media pun sempat heboh ceria tentang mantan yang memeluk calon pengantin pria sambil menangis tersedu – sedu di pelaminan karena menyesal sang pria menikah dengan wanita lain. Kalau sudah begini bisa kacau!

Intinya adalah, di hari bahagia ini sebaiknya kita hanya memikirkan kebaikan untuk kita dan pasangan kita yang sudah memutuskan untuk menikah. Datang atau tidak datangnya mantan tentu tidak akan mengurangi dan menambah kebahagiaan kita.

×