Pernikahan Adat Bali Hindu oleh Meylinda dan Cok Adit

By NSCHY on under The Wedding

Pernikahan Adat Bali Hindu oleh Meylinda dan Adit

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Acara Adat

Venue Pawiwahan Adat Bali at Puri Anyar, Ubud

Event Styling & Decor Puspaning Lango

Photography I Gusti Ngurah Gde Parwata

Make Up Artist Anom Mayun

Make Up Artist Rumah Cantik Meylinda

Make Up Artist Maha Ratu Makeup

Seserahan Puri Hantaran

Seserahan Cyn Bali

Bride's Attire Bryds

Invitation Puri Bali Wedding

Reception

Venue Bougain Villa, Bali

Event Styling & Decor Huvina Decoration

Photography I Gusti Ngurah Gde Parwata

Videography Ida Bagus Gandhi Maheswara

Make Up Artist Rumah Cantik Meylinda

Hair Do I Gede Mahardika

Groom's Attire Riori Tailor

Bride's Attire Etnik Boutique

Wedding Shoes Vedora Shoes

Master of Ceremony Ni Luh Christina

Wedding Organizer Naren Tandjung

Lighting Plan and Do

Invitation Mivitation

Others Photobooth by Dream Catcher

“Banyak yang bilang, terlalu lama pacaran pasti nggak berujung di pelaminan. Menurutku, kalau jodoh, mau berapa lamapun pacarannya, pasti akan berakhir ke jenjang yang lebih serius. Aku dan Cok Adit, setelah melalui berbagai pasang surut hubungan, kita menikah tepat pada usia hubungan yang ke 10 tahun.” kata Meylinda.

Tepat pada tanggal 10 September 2008 silam, Meylinda resmi menjadi pacar Cok Adit. Walaupun awalnya tidak mengenal satu sama lain, namun sikap Cok Adit yang membuat Meylinda jatuh hati. Lamanya hubungan yang mereka jalani cukup menunjukan keseriusan di antara keduanya. Menuju masa depan bersama dan komitmen berdua, setelah Meylinda lulus S2, dirinya siap dilamar Cok Adit.

Meylinda dan Cok Adit bisa dibilang merupakan pasangan yang cukup simple. Dengan tema rustic dengan sentuhan warna abu-abu dan warna pastel, semuanya didesain semaksimal mungkin sesuai dengan karakter keduanya.

“Kami banyak mengubah dan menyesuaikan dekorasi dan konsep pernikahan seperti kemauan kami. Tapi kalau soal prosesi Adat, kami tidak mengubahnya sama sekali,”

Cok Adit dan Meylinda melaksanakan prosesi Mepesedek, seperti prosesi lamaran di mana keluarga besar Cok Adit datang dan menyampaikan maksud dan tujuannya. Kemudian, prosesi tukar cincin atau Mepenangsek dilakukan.

Cok Adit dan Meylinda juga mengadakan acara Mepamit dan Ngidih, yaitu sebagai bentuk permintaan keluarga Cok Adit untuk membawa Meylinda ke Puri. Dalam prosesi ini, Meylinda berpamitan dengan keluarga besarnya dan memohon restu untuk rumah tangganya.

“Momen ini sangat haru. Aku memohon restu dan Mepamit dari Merajan Leluhur, atau tempat kita bersembahyang. Jadi, bisa dibilang, aku berpamitan dengan leluhur dan memohon restu, karena setelah menikah, aku akan menjadi bagian dari keturunan leluhur keluarga suami.” cerita Meylinda.

Saat perjalanan ke Puri Anyar Ubud, Meylinda dan rombongan berjalan kaki dengan iring-iringan tari dan gong dengan keluarga serta warga yang sudah menunggu untuk mengantarkan mereka ke Puri Anyar Ubud. Di sana, mereka melaksanakan prosesi adat Mebiyakala, prosesi pensucian diri untuk menjernihkan pengantin yang dilaksanakan tepat sebelum Pawiwahan, atau Mewidhi Widana, yaitu saat Meylinda dan Cok Adit mengenakan baju kebesaran pengantin yang dipimpin oleh Sulinggih atau Ida Peranda sebagai bentuk penyempurnaan pernikahan adat Bali untuk meningkatkan kebersihan pengantin. Selanjutnya, Meylinda dan Cok Adit pergi menuju Merajan, tempat pemujaan untuk berdoa dan mohon izin serta restu kepada Yang Kuasa.

“Upacara adat Bali atau Hindu memang banyak dan panjang, makanya perlu fisik yang kuat. Karena momen ini hanya dilakukan sekali seumur hidup, prosesi tersebut sangat berkesan untukku dan Cok Adit. Sebelumnya, kita hanya bisa menyaksikan prosesi ini, namun kemarin kita bisa berada dalam posisi tersebut. Dan yang paling berkesan adalah momen tukar cincin, itu adalah momen dalam 10 tahun terakhir aku tunggu-tunggu.” cerita Meylinda.

Top 3 vendor:

1. @bryds_by_danila

“Aku hanya suka model kebaya yang itu-itu aja, cuma Cece Danila bisa membuat apapun sesuai dengan ekspektasiku, dan sesuai dengan deadline.”

2. @decorbyhuvinaa

“Kebetulan, vendor ini milik sahabatku dari SMA. Aku memilih vendor ini bukan hanya secara subjektif, namun karena dia benar-benar mengerjakan semuanya menggunakan hati. Dialah orang yang menemaniku dari 0, dari awal persiapan pernikahan. Dia benar-benar bisa membantu aku soal dekorasi bunga, yang notabene nggak murah. Tapi di sini aku bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai budget tanpa mengurangi ekspektasiku dan Cok Adit. Aku pun nggak pusing soal tema, karena vendor ini memiliki ide yang up to date sesuai dengan keinginanku dan Cok Adit.”

3. @etnikboutique

“Vendor inilah yang membuat dress-ku, dari sejak prewedding sampai resepsi. Vendor ini nggak pernah menolak keinginanku, walau model yang aku inginkan cukup rumit. Desainernya selalu sabar setiap dikejar deadline karena waktu prewedding-ku sempat tertunda dan berubah-ubah. Dengan hasil kerja yang maksimal, harganya pun juga bersahabat.”

Tips untuk brides to be,

“Sebelum memutuskan untuk menikah, pastikan kalau sudah merasa benar-benar yakin karena rasa bimbang dan ragu akan menghilangkan fokus untuk melangkah. Menurutku, selain masalah finansial, memantapkan hati juga sangatlah penting. Lalu, ceritakan keinginan pesta pernikahan dengan pasangan, jangan lupa juga untuk membahas soal budget untuk menghindari permasalahan dengan pasangan di masa depan. Ketiga, buatlah daftar hal-hal yang diperlukan, jangan lupa diskusi dengan orang tua atau sahabat yang sudah berpengalaman. Keempat, pertemukanlah kedua belah keluarga untuk pembagian tugas untuk menghindari kesalahpahaman. Biasanya, perbedaan pendapat, persepsi dan keinginan sering terjadi. Untuk mempersingkat waktu dan meminimalisir permasalahan, sampaikan maksud dan tujuan ke kedua pasang orang tua, namun dalam proses ini, kamu dan pasangan sudah harus seiya sekata. Jangan lupa juga menjaga kesehatan, memperbanyak doa, menguatkan hati, pikiran dan fisik karena pasti ada kerikil menjelang hari H. Penting juga kerjasama antara kedua pasangan, karena kalian adalah satu tim. Juga jangan lupa percayakan keluarga dan sahabat untuk terlibat dan membantu selama persiapan sampai acara selesai, terutama kalau kamu mengadakan pernikahan di luar kota. Soal vendor, pilihlah yang benar-benar kamu inginkan, namun juga yang sesuai dengan budget. Jangan hanya terpatok pada satu vendor, carilah tiga vendor untuk perbandingan. Perlu diingat bahwa vendor yang komunikatif akan sangat membantu dalam proses persiapan pernikahan. Terakhir dan juga tak kalah penting, jangan membeli barang yang tidak kamu butuhkan. Mungkin akan ada pikiran untuk membeli banyak barang diawal untuk mempersingkat waktu, padahal, barang tersebut belum tentu bermanfaat dan dibutuhkan yang akhirnya hanya akan terbuang sia-sia.”

×